Sedu Sedap Naik Kereta Api Matarmaja

Lokomotif CC201 92 12 yang menghela KA Matarmaja

Naik kereta api kelas ekonomi bukanlah peristiwa luar biasa dalam hidup saya. Setiap bulannya, minimal sekali, pasti saya akan naik kereta dan dari tiap perjalanan inilah lahir semangat baru untuk bertahan hidup di Jakarta. Continue reading “Sedu Sedap Naik Kereta Api Matarmaja”

Saat Semuanya Jadi Lebih Mudah dengan Sistem Online

Sewaktu pulang ke Bandung sebulan lalu dan melewati jalanan di depan rumah, memori saya tertuju ke masa-masa ketika saya masih duduk di bangku SD. Waktu itu, kendati internet sudah muncul dan mulai banyak warnet bertebaran, tapi hanya sedikit orang yang paham dan mengakses dunia online ini. Mau telepon, masih pakai telepon kabel. Mau pergi ke pasar, naik becak atau nyetop angkot di pinggir jalan. Mau bayar tagihan listrik dan lainnya, harus datang ke kantor langsung atau setidaknya ke bank. Continue reading “Saat Semuanya Jadi Lebih Mudah dengan Sistem Online”

Catatan 18 Ribu Kilometer Bersama Kereta Api

Kemarin saya iseng membuka kembali catatan perjalanan yang saya tuliskan setiap kali bepergian naik kereta api. Setahun belakangan ini, jika ditotal saya sudah bepergian naik kereta api sebanyak 52 kali. Kalau diakumulasikan jarak totalnya, kira-kira ada 18.312 kilometer dan 314 jam yang sudah saya lalui dengan duduk di atas kereta. Continue reading “Catatan 18 Ribu Kilometer Bersama Kereta Api”

Wajah Baru Pabrik Gula Colomadu

Di akhir pekan kemarin, ditemani oleh seorang kawan lawas sewaktu kuliah dulu, saya menyambangi Pabrik Gula (PG) Colomadu (ejaan lawasnya: Tjolomadoe). Nama pabrik ini sebenarnya tidaklah asing di telinga saya, karena dulu kalau hendak ke Solo dari Yogya, saya biasanya memilih jalur alternatif melalui Colomadu. Tapi, meski sering melintas, saya tidak pernah mampir ke dalamnya. Barulah di tahun 2018 ini saya benar-benar masuk ke dalam PG Colomadu. Continue reading “Wajah Baru Pabrik Gula Colomadu”

Akhir Pekan di Stasiun Tanjung Priok

Hari Sabtu. Kendati hari ini bukan weekday di mana orang-orang kantoran bekerja, kereta komuter tetap saja penuh. Dari Stasiun Jatinegara, kereta komuter tujuan Jakarta Kota yang saya naiki ini penuh sesak. Isinya kebanyakan keluarga yang membawa serta anak-anak yang masih kecil. Entah ke mana tujuan mereka, barulah di Stasiun Manggarai mereka turun dan kereta menjadi lebih lowong. Continue reading “Akhir Pekan di Stasiun Tanjung Priok”