Di Balik Senyum Hangat Simbah Ngatilah

 

Setiap kali hendak berkunjung ke rumah kerabat di desa, aku sengaja tidak pernah memberitahukannya dulu kepada mereka. Bukan karena ingin memberi kejutan, tapi supaya tidak merepotkan. Kalau aku mengabari terlebih dahulu, mereka pasti akan merepotkan diri dengan memasak berbagai makanan. Padahal, aku bukanlah tamu istimewa, hanya seorang biasa yang suka melarikan diri dari Jakarta tiap akhir pekan.

Continue reading “Di Balik Senyum Hangat Simbah Ngatilah”

Selamat Ulang Tahun, Papi!

Ada banyak panggilan untuk menyebut sesosok ayah. Ada yang memanggilnya bapak, papa, abi, papi ataupun daddy. Sejak kecil, aku diajari untuk memanggilnya dengan sebutan Papi, sebutan yang hingga hari ini masih sering kulontarkan kepadanya.

Continue reading “Selamat Ulang Tahun, Papi!”

Air Terjun Kembang Soka: Sensasi Segarnya Mandi di Air Kapur

Setelah melewatkan 9 jam perjalanan di atas kereta api ekonomi Progo, tibalah aku di stasiun Lempuyangan. Walaupun di kereta sempat tertidur sejenak, tapi rasa kantuk sepertinya masih enggan beranjak dari kepala. Dari Lempuyangan, perjalanan panjang masih berlanjut. Destinasi hari itu adalah menjelajah Kulonprogo untuk menceburkan diri di air sungai yang segar.

Continue reading “Air Terjun Kembang Soka: Sensasi Segarnya Mandi di Air Kapur”

Menjajal Hidup ala Warga Komuter

“Di Jakarta mah kalaupun gaji lumayan, pengeluarannya juga gede bro!” kata temanku. Sejak kuliah di Jogja dulu, aku sudah tahu dan yakin benar kalau hidup di Jakarta itu tidak murah, apalagi jika dibandingkan dengan biaya hidup di Jogja yang hanya dengan modal selembar goceng bisa dapat sepiring nasi telur plus sayur dan minum. Tapi, apa daya, pada akhirnya pekerjaan harus membawaku hidup dan menjadi bagian dari metropolitan penopang jutaan jiwa lainnya.

Continue reading “Menjajal Hidup ala Warga Komuter”

Cerita Tentang 3 Sahabat

Layar ponselku menyala. Tampak sebuah pesan masuk di grup LINE.

Gw udah beres interview, katanya sih keputusan malam ini, tulis Iko.

Pesan itu disambut dengan balasan-balasan pertanyaan lainnya dariku dan seorang lainnya bernama Yoses. Hari itu, Iko baru saja menyelesaikan tahapan interview yang menentukan ke mana hidupnya akan menuju setelah dinyatakan lulus sebagai sarjana. Satu hari berselang, Iko diterima bekerja di perusahaan tempatnya melamar di Jakarta dan harus segera berkemas pindah dari Bandung, kota yang mempertemukan dan membesarkan persahabatan kami bertiga.

Continue reading “Cerita Tentang 3 Sahabat”