Jelajah Pecinan di Jantung Jakarta

Perjalanan panjang Jakarta sebagai sebuah kota tak bisa lepas dari keberadaan Pecinan–sebuah kawasan tempat bermukimnya orang-orang Tionghoa. Sejak Jakarta masih akrab disapa sebagai Batavia, orang-orang Tionghoa telah hadir, menetap, dan melarut dalam kehidupan masyarakatnya. Continue reading “Jelajah Pecinan di Jantung Jakarta”

1 November 2016: Babak Baru Perjalanan di Jakarta

Tepat hari ini, setahun lalu adalah hari yang tak mungkin saya lupakan. Usaha seorang sarjana yang belum diwisuda dalam mencari-cari pekerjaan akhirnya membuahkan hasil. Saya dipanggil ke Jakarta untuk sebuah wawancara kerja. Continue reading “1 November 2016: Babak Baru Perjalanan di Jakarta”

Tradisi Patekoan: Yang Gratis di Tengah Jakarta yang Serba Berbayar

Delapan teko bermotif jadul dipajang di atas sebuah meja yang lokasinya tepat di pinggir jalan raya. Empat teko di sisi kiri, selusin gelas di tengah-tengah, dan empat teko di sisi kanan. Teko-teko itu tidak kosong, semuanya terisi penuh oleh teh tawar hangat. Continue reading “Tradisi Patekoan: Yang Gratis di Tengah Jakarta yang Serba Berbayar”

Ketika Jarak Tak Lagi Berarti

Perjalanan di atas kereta ekonomi selalu membuahkan banyak cerita. Kali ini ceritanya adalah tentang perjuangan cinta yang membuat jarak tak lagi berasa. Antara Jogja dan Jakarta terbentang jarak 500 kilometer lebih. Tapi, karena satu alasancintalima ratus kilometer itu tak lagi berarti. Continue reading “Ketika Jarak Tak Lagi Berarti”

Sejumput Kenangan Minum Teh di Ndoro Donker

Lawatan saya ke kaki Gunung Lawu Oktober setahun silam bukanlah sesuatu yang disengaja. Berkendara sepeda motor dari Yogya, tujuan saya waktu itu adalah mengikuti bursa pameran kerja yang diselenggarakan di Mal Solo Square. Tapi, tak ada satu perusahaan pun yang saya berminat untuk melamar. Cukup 5 menit berada di lokasi, kemudian saya keluar lagi, sambil memboyong map berisi sepuluh surat dan CV lamaran kerja. Continue reading “Sejumput Kenangan Minum Teh di Ndoro Donker”