Berkontemplasi dalam Keteduhan Gereja Candi Ganjuran

Minggu lalu saya menghabiskan jatah cuti yang cuma satu hari dengan bertandang ke Yogyakarta. Dari sekian banyak destinasi yang tersaji di kota Gudeg, saya mewajibkan diri untuk singgah ke sebuah gereja di kawasan Bambanglipuro, Bantul, yang dapat ditempuh sekitar satu jam dengan berkendara dari pusat kota. Continue reading “Berkontemplasi dalam Keteduhan Gereja Candi Ganjuran”

Iklan

Ketika Jarak Tak Lagi Berarti

Perjalanan di atas kereta ekonomi selalu membuahkan banyak cerita. Kali ini ceritanya adalah tentang perjuangan cinta yang membuat jarak tak lagi berasa. Antara Jogja dan Jakarta terbentang jarak 500 kilometer lebih. Tapi, karena satu alasancintalima ratus kilometer itu tak lagi berarti. Continue reading “Ketika Jarak Tak Lagi Berarti”

Yang Paling Berharga dari Hidup di Rumah Kos

Saya tidak pernah menyangka 4,5 tahun yang dihabiskan di Jogja dampaknya begitu besar. Nyaris setahun setelah lulus dan merantau ke Ibukota, Jogja tak pernah bisa lepas dari memori. Dalam tiap tarikan napas sebelum tidur atau kala melamun, cerita tentang Jogja selalu muncul di benak. Terlalu banyak kisah manis yang pernah dikecap di kota ini. Continue reading “Yang Paling Berharga dari Hidup di Rumah Kos”

Senja di Candi Ijo

Sang bagaskara sudah condong di sisi barat. Dalam hitungan menit, ia akan segera kembali ke peraduan, menyisakan semburat warna jingga di angkasa sebelum gulita sepenuhnya datang. Sementara sang surya meniti jalan pulangnya, puluhan pengunjung masih enggan beranjak pergi. Mereka tak ingin melewatkan begitu saja momen senja yang amat syahdu di Candi Ijo. 

Continue reading “Senja di Candi Ijo”

Di Balik Senyum Hangat Simbah Ngatilah

 

Setiap kali hendak berkunjung ke rumah kerabat di desa, aku sengaja tidak pernah memberitahukannya dulu kepada mereka. Bukan karena ingin memberi kejutan, tapi supaya tidak merepotkan. Kalau aku mengabari terlebih dahulu, mereka pasti akan merepotkan diri dengan memasak berbagai makanan. Padahal, aku bukanlah tamu istimewa, hanya seorang biasa yang suka melarikan diri dari Jakarta tiap akhir pekan.

Continue reading “Di Balik Senyum Hangat Simbah Ngatilah”