Menelisik Lorong Waktu di Kelenteng Cu An Kiong

Saat melakukan walking tour di kawasan Pecinan Jakarta beberapa bulan silam, langkah kaki saya terhenti di depan sebuah kelenteng. Sementara para umat yang jumlahnya puluhan tampak menunaikan sembahyang dengan khusyuk, aroma harum dari dupa yang mereka bakar menyeruak hingga ke luar bangunan. Aromanya begitu khas dan semerbak, seolah menghadirkan setitik kesan nirwana di atas bumi.

Continue reading “Menelisik Lorong Waktu di Kelenteng Cu An Kiong”

Berawal dari Blog, Berlanjut Jadi Teman Seperjalanan

Saat mulai menulis di blog setahun lalu, tidak banyak ekspektasi yang muncul di benak kala itu. Pokoknya menulis untuk sekadar mengekspresikan hobi dan uneg-uneg. Itu saja, tidak lebih. Continue reading “Berawal dari Blog, Berlanjut Jadi Teman Seperjalanan”

Jelajah Pecinan di Jantung Jakarta

Perjalanan panjang Jakarta sebagai sebuah kota tak bisa lepas dari keberadaan Pecinan–sebuah kawasan tempat bermukimnya orang-orang Tionghoa. Sejak Jakarta masih akrab disapa sebagai Batavia, orang-orang Tionghoa telah hadir, menetap, dan melarut dalam kehidupan masyarakatnya. Continue reading “Jelajah Pecinan di Jantung Jakarta”

Tradisi Patekoan: Yang Gratis di Tengah Jakarta yang Serba Berbayar

Delapan teko bermotif jadul dipajang di atas sebuah meja yang lokasinya tepat di pinggir jalan raya. Empat teko di sisi kiri, selusin gelas di tengah-tengah, dan empat teko di sisi kanan. Teko-teko itu tidak kosong, semuanya terisi penuh oleh teh tawar hangat. Continue reading “Tradisi Patekoan: Yang Gratis di Tengah Jakarta yang Serba Berbayar”