Teman yang Sedikit, Teman yang Asyik

Ketika Facebook baru mulai dikenal di tahun 2008 lalu, saya masih menjadi seorang bocah SMP yang sedang rajin-rajinnya singgah ke warnet untuk bermain Friendster, media sosial yang begitu populer pada zamannya. Buat saya pribadi, Friendster ini luar biasa menarik. Selain bisa menampilkan foto diri yang dinilai paling cakep, saya juga bisa menggonta-ganti latar halaman sesuai selera. Dan, yang paling menarik adalah saya bisa kepo sedikit-sedikit di akun gebetan. Continue reading “Teman yang Sedikit, Teman yang Asyik”

Sebuah Amplop (Lagi) dari Jerman

Minggu kemarin (24/9), saya menerima sebuah pesan Whatsapp dari seorang kerabat di gereja. “Ada surat buatmu dari Jerman,” katanya. Saya mengernyit. Sebelumnya tidak ada pemberitahuan terlebih dulu dari Johannes Tschauner (Jo), sahabat saya yang berada di Jerman kalau dia akan mengirimkan sepucuk surat ke Indonesia. Continue reading “Sebuah Amplop (Lagi) dari Jerman”

Berawal dari Blog, Bersua di Semarang

Sejak mulai aktif menulis sebagai blogger di awal tahun 2017 ini, aku mengenal beberapa teman baru. Mereka sering mampir di blogku, membaca tulisanku, dan tak lupa meninggalkan komentar berupa apresiasi atau juga kritikan. Walaupun aku dan mereka tak pernah bertemu secara tatap muka, tetapi entah mengapa ada rasa akrab yang terbangun. Continue reading “Berawal dari Blog, Bersua di Semarang”

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dari Jakarta ke Sidareja—Perjalanan Singkat Bertemu Sahabat

IMG_3307Sidareja, mungkin tak banyak orang yang kenal dengan nama ini, sebuah kecamatan yang berjarak 350 kilometer dari Jakarta. Sidareja bukanlah nama tempat yang tersohor, tapi tempat inilah yang selalu jadi agenda wajibku tatkala akhir pekan atau tanggal merah datang menyapa.

Continue reading “Dari Jakarta ke Sidareja—Perjalanan Singkat Bertemu Sahabat”

Dua Pejalan Nekat—Disatukan Karena Tekad!

backpacker1

Kami tak terlalu sering bertemu, seingatku hanya tiga kali pertemuan yang pernah kami lakukan. Dua kali di Bogor dan satu kali di Yogyakarta. Tapi, jarangnya bertemu bukan menjadi jurang yang membuat pembicaraan kami tidak nyambung, malah tiap kali bertemu mulut kami seolah tak mau berhenti bicara tentang pengalaman dan mimpi kami masing-masing.

Continue reading “Dua Pejalan Nekat—Disatukan Karena Tekad!”