Nekat Pergi di Tengah Pandemi

Jika judul tulisan ini ditayangkan pada periode Maret-April, besar kemungkinan warganet akan menghujat. Tapi, enam bulan lebih virus menggerayangi Indonesia dan kapan selesainya kita masih tak tahu. Sementara itu, hidup mulai berangsur diupayakan normal; salah satunya adalah perjalanan antar kota yang mulai dibuka kembali.  Perjuangan untuk bertemu  Sebagai orang yang menjalin relasi LDR lintas provinsi, pandemi ini bikin pusing tujuh belas keliling. Jadwal ketemu tiap … Lanjutkan membaca Nekat Pergi di Tengah Pandemi

Main Sebentar ke Puncak Gantole Wonogiri

Pertama dan terakhir kali ke Danau Toba itu tahun 2015 lalu. Saya yang lahir dan besar di Jawa berpikir kalau danau yang digadang-gadang terluas se-Indonesia itu palingan seperti Situ Ciburuy di Padalarang, atau kalau lebih besar lagi, Waduk Jatiluhur lah. Imaji itu seketika ambyar, saat bus reyot yang saya tumpangi mulai turun gunung, meliuk-liuk di jalan sempit menuju Kota Parapat. Alamak! Ini danau apa laut? … Lanjutkan membaca Main Sebentar ke Puncak Gantole Wonogiri

Naik Bus dari Terminal Kalideres, Tak Seseram yang Dibayangkan

Seminggu sebelum virus corona dinyatakan resmi masuk di Indonesia, alhamdullilah saya sukses menunaikan perjalanan ngebis. Meski sekarang perjalanan antar-kota masih diperbolehkan, tapi demi kebaikan bersama, lebih baik kita #DiRumahAja untuk sementara waktu.  Berasa seperti blog layanan masyarakat ya, hehe. Tapi di tulisan kali ini kita tidak akan bicara soal virus. Saya mau bertutur tentang pengalaman naik bus malam via agen di Kalideres.  Sebenarnya saya sudah … Lanjutkan membaca Naik Bus dari Terminal Kalideres, Tak Seseram yang Dibayangkan

Semangkuk Timlo Sastro

Ketika kereta api Senja Utama Solo berhenti di jalur tujuh Stasiun Balapan, aku meraih sebuah ransel berukuran 45 liter dari kabin bagasi. Para penumpang berbaris, menanti giliran satu per satu keluar pintu kereta.  Pagi itu Stasiun Balapan riuh tetapi syahdu. Dari jalur lima, kereta api Lodaya siap bertolak menuju Bandung. Di sebelahnya, kereta api Prameks masih menanti waktu berangkat. Ada penumpang yang berjalan santai, ada … Lanjutkan membaca Semangkuk Timlo Sastro

Menginap di Hotel Kabin: Yang Sempit, Yang Diminati

Sebagai kota pariwisata, ada banyak pilihan hotel di Kota Surakarta. Scrolling-scrolling aplikasi, saya terpincut dengan sebuah hotel kabin yang harganya terjangkau, cuma 100 ribuan semalam sudah termasuk sarapan. Namanya Front One Hotel, lokasinya pun strategis, di antara Stasiun Balapan dan Terminal Tirtonadi. Keberadaan hotel ini cukup kontras dibanding hotel-hotel lainnya di sekitar situ yang sudah ada sejak beberapa dekade lalu. Hotel Front One ini dibangun hanya dalam satu ruko, yang tampaknya seperti “maksa” untuk menjadi sebuah hotel. 

Lanjutkan membaca “Menginap di Hotel Kabin: Yang Sempit, Yang Diminati”

Photo Story: Sebuah Perjalanan ke Stasiun Balapan

“Ning setasiun Balapan, kutha Sala sing dadi kenangan” 

Demikian sepenggal lirik lagu pop Jawa berjudul Stasiun Balapan ciptaan Didi Kempot. Dari banyaknya stasiun kereta api yang ada di Jawa, agaknya hanya Stasiun Solo Balapan yang memiliki lagunya sendiri. Tentu lagu gubahan Didi Kempot itu bukan lagu resmi dari pengelola stasiun, tapi lantunan nada dan liriknya menjadi asosiasi yang erat dengan Stasiun Balapan.  Lanjutkan membaca “Photo Story: Sebuah Perjalanan ke Stasiun Balapan”