Arsip

  Stasiun Solokota siang itu mendadak ramai. Belasan orang berkumpul di pelatarannya, mengobrol satu sama lain seraya berteduh dari matahari yang terik.

Naik kereta api kelas ekonomi bukanlah peristiwa luar biasa dalam hidup saya. Setiap bulannya, minimal sekali, pasti saya akan naik kereta dan dari tiap perjalanan inilah lahir semangat baru untuk bertahan hidup di Jakarta.

Melintasi empat provinsi di Jawa sejauh 570 kilometer bukanlah perjalanan yang pendek.

Selepas tengah hari, suhu udara di ketinggian semakin menyusut. Matahari yang sinarnya meredup seolah kalah bersaing dengan udara pegunungan yang dingin. Dari sebuah perkebunan teh di Lereng Lawu inilah nuansa senja dihidupkan, namun ditemani dengan sepoci teh panas.