Semangkuk Timlo Sastro

Ketika kereta api Senja Utama Solo berhenti di jalur tujuh Stasiun Balapan, aku meraih sebuah ransel berukuran 45 liter dari kabin bagasi. Para penumpang berbaris, menanti giliran satu per satu keluar pintu kereta.  Pagi itu Stasiun Balapan riuh tetapi syahdu. Dari jalur lima, kereta api Lodaya siap bertolak menuju Bandung. Di sebelahnya, kereta api Prameks masih menanti waktu berangkat. Ada penumpang yang berjalan santai, ada … Lanjutkan membaca Semangkuk Timlo Sastro

Di Kala Rekan Sekerja Memilih untuk Resign

Wanto, demikian saya dan Putra menyebutnya. Dia adalah rekan sekerja yang baru di bulan Januari 2019 masuk ke kantor. Ketika di bulan Mei awal dia mengatakan ingin resign, dahi saya mengernyit. Lanjutkan membaca “Di Kala Rekan Sekerja Memilih untuk Resign”

Catatan di Seperempat Abad

Suatu ketika di kota Yogyakarta saya bersantap pagi bersama seorang kawan lama. Perjalanan ke Jogja kali ini terjadi mendadak, tanpa direncanakan. Saya tiba di Stasiun Lempuyangan pagi hari dan siang harinya kembali bertolak ke Cilacap. Lanjutkan membaca “Catatan di Seperempat Abad”