Drama Menyebalkan di Atas Kereta Api

Prriiiitt… Semboyan 35 berbunyi. Dari peron nomor lima Stasiun Tugu, Yogyakarta, Kereta Api (KA) Taksaka Malam melaju perlahan menuju Jakarta. Lima belas menit setelahnya, di jalur yang sama, KA Jayakarta Premium datang dari Surabaya Gubeng untuk berhenti sejenak kemudian kembali bertolak ke barat. Continue reading “Drama Menyebalkan di Atas Kereta Api”

Saat Semuanya Jadi Lebih Mudah dengan Sistem Online

Sewaktu pulang ke Bandung sebulan lalu dan melewati jalanan di depan rumah, memori saya tertuju ke masa-masa ketika saya masih duduk di bangku SD. Waktu itu, kendati internet sudah muncul dan mulai banyak warnet bertebaran, tapi hanya sedikit orang yang paham dan mengakses dunia online ini. Mau telepon, masih pakai telepon kabel. Mau pergi ke pasar, naik becak atau nyetop angkot di pinggir jalan. Mau bayar tagihan listrik dan lainnya, harus datang ke kantor langsung atau setidaknya ke bank. Continue reading “Saat Semuanya Jadi Lebih Mudah dengan Sistem Online”

Pengalaman Pertama Ikut WordCamp Jakarta 2017

Saya adalah pendatang baru di dunia blog. Walaupun sudah menulis sejak 2014, tapi saya baru memiliki blog personal pada 2016 lalu, itu pun blog gratisan yang dibuat di WordPress. Namun, saya bersyukur karena di tahun ini saya berkesempatan untuk mengikuti sebuah acara akbar yang khusus digelar untuk para pengguna WordPress, entah itu blogger, developer, ataupun lainnya. Pokoknya, semua diundang untuk hadir. Continue reading “Pengalaman Pertama Ikut WordCamp Jakarta 2017”

Hal Terbodoh yang Pernah Kulakukan

1

Ketika aku membuka kembali kumpulan foto-foto lama di hardisk-ku, pandanganku terhenti di sebuah foto ketika aku berpose di depan sebuah mobil pikap.  Di atas pikap itu, ada kasur, lemari, dan puluhan perabotan lainnya yang siap diangkut. Seingatku, foto itu diambil pada hari Sabtu—hari di mana aku amat sumringah karena akan pindah ke rumah kos yang baru.

Continue reading “Hal Terbodoh yang Pernah Kulakukan”

Bertemu Oma Tilly: Walau Tak Dapat Melihat, Tapi Masih Mau Menulis

oma1
Bersama oma Tilly Palar

Selalu saja ada hal menarik dari pekerjaan sebagai editor. Tulisan-tulisan yang masuk ke redaksi setiap harinya beraneka-ragam seperti sepiring rujak buah. Ada tulisan yang manis mengaharukan tapi ada juga tulisan yang kecut dan harus membuat si editor garuk-garuk kepala. Continue reading “Bertemu Oma Tilly: Walau Tak Dapat Melihat, Tapi Masih Mau Menulis”