Arsip

  Prriiiitt… Semboyan 35 berbunyi. Dari peron nomor lima Stasiun Tugu, Yogyakarta, Kereta Api (KA) Taksaka Malam melaju perlahan menuju Jakarta. Lima belas menit setelahnya, di jalur yang sama, KA Jayakarta Premium datang dari Surabaya Gubeng untuk berhenti sejenak kemudian kembali bertolak ke barat.

  Sewaktu pulang ke Bandung sebulan lalu dan melewati jalanan di depan rumah, memori saya tertuju ke masa-masa ketika saya masih duduk di bangku SD. Waktu itu, kendati internet sudah muncul dan mulai banyak warnet bertebaran, tapi hanya sedikit orang yang paham dan mengakses dunia online ini. Mau telepon, masih pakai telepon kabel. Mau pergi ke pasar, naik becak atau nyetop angkot di pinggir jalan. Mau bayar tagihan listrik dan lainnya, harus… Baca Selengkapnya

  Saya adalah pendatang baru di dunia blog. Walaupun sudah menulis sejak 2014, tapi saya baru memiliki blog personal pada 2016 lalu, itu pun blog gratisan yang dibuat di WordPress. Namun, saya bersyukur karena di tahun ini saya berkesempatan untuk mengikuti sebuah acara akbar yang khusus digelar untuk para pengguna WordPress, entah itu blogger, developer, ataupun lainnya. Pokoknya, semua diundang untuk hadir.

Ketika aku membuka kembali kumpulan foto-foto lama di hardisk-ku, pandanganku terhenti di sebuah foto ketika aku berpose di depan sebuah mobil pikap.  Di atas pikap itu, ada kasur, lemari, dan puluhan perabotan lainnya yang siap diangkut. Seingatku, foto itu diambil pada hari Sabtu—hari di mana aku amat sumringah karena akan pindah ke rumah kos yang baru.

Selalu saja ada hal menarik dari pekerjaan sebagai editor. Tulisan-tulisan yang masuk ke redaksi setiap harinya beraneka-ragam seperti sepiring rujak buah. Ada tulisan yang manis mengaharukan tapi ada juga tulisan yang kecut dan harus membuat si editor garuk-garuk kepala.

Ada awal, juga akhir. Ada suka, juga duka.  Kadang, akhir tak selalu berakhir suka  pun awal tak tentu dimulai dengan duka adalah proses yang menjadikan kita kaya kaya akan pengalaman, juga kenangan dari orang-orang tercinta Masih berasa mimpi ketika menyadari kalau waktuku di Jogja kurang dari satu minggu tersisa. Rasa-rasanya baru kemarin memasuki kampus, ospek, kenalan sana-sini, mbribik gebetan, sibuk organisasi, dan sekarang semua itu seolah berjalan begitu cepat tak bersisa. Satu bulan setelah… Baca Selengkapnya