Tidak ada Pekerjaan yang Benar-benar Enak

“Aduh Ry, itu GM gua ngeselin banget. Seenaknya banget dia pakai jam kerja buat urusan pribadinya! Lanjutkan membaca “Tidak ada Pekerjaan yang Benar-benar Enak”

5 Hal yang Saya Pelajari Setelah Setahun Bekerja di Organisasi Non-Profit

 

Tiada perjalanan tanpa sebuah kesan.

Sebelum tahun 2017 ditutup dan menjadi kenangan, izinkanlah saya membagikan sedikit  kesan dari perjalanan yang saya lalui sepanjang tahun ini: tentang suka dan duka, juga tentang pengalaman mendedikasikan diri bekerja sekaligus melayani di sebuah organisasi non-profit. Lanjutkan membaca “5 Hal yang Saya Pelajari Setelah Setahun Bekerja di Organisasi Non-Profit”

1 November 2016: Babak Baru Perjalanan di Jakarta

Tepat hari ini, setahun lalu adalah hari yang tidak akan saya lupakan. Usaha seorang sarjana yang belum diwisuda dalam mencari-cari pekerjaan akhirnya membuahkan hasil. Saya dipanggil ke Jakarta untuk sebuah wawancara kerja.

Lanjutkan membaca “1 November 2016: Babak Baru Perjalanan di Jakarta”

Sekelumit Ceritaku Sebagai Seorang Editor

Pekerjaan adalah panggilan hidup. Kalimat ini sekilas terdengar klise buatku yang waktu itu masih tidak tahu apa panggilan hidupku sebenarnya. Menjelang lulus kuliah, panggilan hidupku adalah untuk bekerja mencari gaji besar, hidup mapan, membahagiakan orang tua, dan pokoknya mengejar segala yang baik. Tapi, lewat waktu demi waktu, lambat laun aku mulai menyadari apa yang menjadi panggilan hidupku sebenarnya.

Lanjutkan membaca “Sekelumit Ceritaku Sebagai Seorang Editor”

Traveling, Sebuah Filosofi Hidup

“Harus banget ya main air aja sampai ke Jogja?!” ucap temanku dengan heran. Aku tahu, pertanyaan itu bukan sekadar pertanyaan, melainkan lebih kepada sebuah protes mengapa aku niat pergi jauh-jauh dari Jakarta ke Jogja di Jumat malam, lalu pulang lagi di hari Minggu. Padahal, jika ingin bermain air, Jakarta punya banyak wahana yang asyik. Lanjutkan membaca “Traveling, Sebuah Filosofi Hidup”

Ketika Pilihan Karier Kami Jatuh Bukan di Tempat Profit

 

Hari itu adalah Hari Buruh Internasional. Ketika jagad media berisik membahas demo di Jakarta yang berujung bakar-bakaran bunga, kami bertemu di sebuah gang sempit, di warung mangut lele yang paling terkenal di seantero Yogyakarta. Sambil mencicip ikan lele bertabur cabe, keringat bercucuran membasahi wajah, tapi pembicaraan kami hari itu bukan tentang lezatnya ikan lele, melainkan tentang sebuah topik yang cukup berat: idealisme.

Lanjutkan membaca “Ketika Pilihan Karier Kami Jatuh Bukan di Tempat Profit”

Bertemu Oma Tilly: Walau Tak Dapat Melihat, Tapi Masih Mau Menulis

Selalu saja ada hal menarik dari pekerjaan sebagai editor. Tulisan-tulisan yang masuk ke redaksi setiap harinya beraneka-ragam seperti sepiring rujak buah. Ada tulisan yang manis mengaharukan tapi ada juga tulisan yang kecut dan harus membuat si editor garuk-garuk kepala. Lanjutkan membaca “Bertemu Oma Tilly: Walau Tak Dapat Melihat, Tapi Masih Mau Menulis”