Berkemah di Tepian Laut Selatan

Berkemah di Tepian Laut Selatan

Jam sudah menunjukkan pukul dua siang ketika Tegar memacu sepeda motornya ke sebelah tenggara provinsi D.I. Yogyakarta. Saya tidak bisa mengendarai motor berkopling, jadi Tegarlah yang mengemudi di depan dan saya duduk manis di belakang sembari bokong terasa kaku. Kalau dihitung di peta, perjalanan kami siang itu berjarak sekitar 80 kilometer dari pusat kota dan memakan waktu tempuh tiga jam.

Lanjutkan membaca “Berkemah di Tepian Laut Selatan”
Semarak Bunga Matahari Di Atas Pasir Pantai

Semarak Bunga Matahari Di Atas Pasir Pantai

Di Sabtu sore yang berawan, Seno terduduk di sebuah dipan kayu. Di belakangnya, bunga-bunga matahari bermekaran, warnanya kuning merona. Bunga-bunga itu bergoyang-goyan ditiup hembusan angin dari laut. Tapi, perhatian Seno tak tertuju ke sana. Matanya menatap lembar demi lembar kertas yang isinya adalah cerita tentang dinosaurus.

Lanjutkan membaca “Semarak Bunga Matahari Di Atas Pasir Pantai”

Menepi Sejenak di Pantai Sanglen

Menepi Sejenak di Pantai Sanglen

 

Pantai Sanglen. Jika namanya disandingkan dengan pantai-pantai lain di selatan Gunungkidul, mungkin belum banyak orang yang mengetahuinya. Lokasinya tersembunyi di balik bukit-bukit, juga jalan masuknya hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Lanjutkan membaca “Menepi Sejenak di Pantai Sanglen”

Terjerat Nuansa Senja di Pantai Kesirat

Terjerat Nuansa Senja di Pantai Kesirat

Jalan aspal nan sempit mengiringi sepeda motor bebek kami membelah area perkebunan yang berbukit-bukit milik warga setempat. Tujuan kami sore itu adalah sebuah pantai sering disebut-sebut orang sebagai tempat yang romantis dan nyaman untuk menikmai senja. Sekalipun tujuan kami sore itu adalah tempat yang romantis, tapi kami bukanlah sepasang kekasih, melainkan dua orang anak kost yang sedang mencari wangsit.

Lanjutkan membaca “Terjerat Nuansa Senja di Pantai Kesirat”