Arsip

  Menginap di rumah teman? Itu biasa. Menginap di hotel? Itu juga biasa. Menginap di rumah tua yang dibiarkan kosong puluhan tahun? Hmmmm.

  Tulisan ini adalah cerita dari hari kedua perjalanan saya di Lasem. 

  Saat melakukan walking tour di kawasan Pecinan Jakarta beberapa bulan silam, langkah kaki saya terhenti di depan sebuah kelenteng. Sementara para umat yang jumlahnya puluhan tampak menunaikan sembahyang dengan khusyuk, aroma harum dari dupa yang mereka bakar menyeruak hingga ke luar bangunan. Aromanya begitu khas dan semerbak, seolah menghadirkan setitik kesan nirwana di atas bumi.

  Menjelang libur tahun baru kemarin, rekan-rekan di kantor bertanya: “Libur nanti mau ke mana?” “Ke Lasem,” jawab saya.

Saat mulai menulis di blog setahun lalu, tidak banyak ekspektasi yang muncul di benak kala itu. Pokoknya menulis untuk sekadar mengekspresikan hobi dan uneg-uneg. Itu saja, tidak lebih.