Tiga Tahun di Jakarta: Belajar Menjadi Lebih Tenang

5 Desember. Tanggal ini istimewa, di tahun 2016 lalu saya menjejakkan kaki di Jakarta dan paripurna melepas status mahasiswa menjadi karyawan swasta. Sekarang, perjalanan saya di Jakarta telah sampai di tahun ketiga dan tetap pula di kantor yang sama.  Sebenarnya, kalau boleh jujur, bertahan tiga tahun di Jakarta dan di pekerjaan yang ditekuni sekarang ini rasanya campur aduk. Ada keinginan untuk resign dan mencari ladang … Lanjutkan membaca Tiga Tahun di Jakarta: Belajar Menjadi Lebih Tenang

Ada di Jogja, Tiada di Jakarta

Kereta Api Jaka Tingkir mengantarkan saya tiba di Stasiun Lempuyangan. Di depan stasiun, Tegar sudah menanti. Di kepalanya masih terpasang helm hitam merek Honda, yang tak konsisten dengan motor bebeknya, Yamaha.  Lanjutkan membaca “Ada di Jogja, Tiada di Jakarta”

Tidak ada Pekerjaan yang Benar-benar Enak

“Aduh Ry, itu GM gua ngeselin banget. Seenaknya banget dia pakai jam kerja buat urusan pribadinya! Lanjutkan membaca “Tidak ada Pekerjaan yang Benar-benar Enak”

Akhirnya Saya Punya Tempat Tinggal Tetap di Jakarta

 

Tinggal di Jakarta itu susah-susah gampang. Kos-kosan bertebaran seperti kacang goreng, tapi cari yang kriuk, yang beneran nyaman itu susah. Lanjutkan membaca “Akhirnya Saya Punya Tempat Tinggal Tetap di Jakarta”

Editor, Bukan Sekadar Duduk di Kantor

Kepalaku pening menatap layar laptop berjam-jam. Bokongku rasanya sudah menempel sempurna dengan kursi. Dari langit terang sampai gelap, tulisan-tulisan tidak pernah habis untuk diedit. Rutinitas edit-mengedit ini sepintas terlihat mudah. Editor kerjanya duduk dan memelototi deretan kata, lengkap dengan tanda bacanya. Lanjutkan membaca “Editor, Bukan Sekadar Duduk di Kantor”

Ketika Pilihan Karier Kami Jatuh Bukan di Tempat Profit

 

Hari itu adalah Hari Buruh Internasional. Ketika jagad media berisik membahas demo di Jakarta yang berujung bakar-bakaran bunga, kami bertemu di sebuah gang sempit, di warung mangut lele yang paling terkenal di seantero Yogyakarta. Sambil mencicip ikan lele bertabur cabe, keringat bercucuran membasahi wajah, tapi pembicaraan kami hari itu bukan tentang lezatnya ikan lele, melainkan tentang sebuah topik yang cukup berat: idealisme.

Lanjutkan membaca “Ketika Pilihan Karier Kami Jatuh Bukan di Tempat Profit”