Di Balik Senyum Hangat Simbah Ngatilah

Di Balik Senyum Hangat Simbah Ngatilah

Setiap kali hendak berkunjung ke rumah kerabat di desa, aku sengaja tidak pernah memberitahukannya dulu kepada mereka. Bukan karena ingin memberi kejutan, tapi supaya tidak merepotkan. Kalau aku mengabari terlebih dahulu, mereka pasti akan merepotkan diri dengan memasak berbagai makanan. Padahal, aku bukanlah tamu istimewa, hanya seorang biasa yang suka melarikan diri dari Jakarta tiap akhir pekan.

Lanjutkan membaca “Di Balik Senyum Hangat Simbah Ngatilah”