5 Hal yang Membuat Jogja Selalu Layak Kurindukan

blog2

“Pergi karena semangat, pulang karena rindu.”

Nama Jogja terdengar begitu istimewa, apabila kata itu terucap, tiba-tiba rasa rindu segera mendekap. Seringkali teman-teman bertanya heran, mengapa aku begitu baper dengan Jogja. Apakah ada pengalaman buruk atau manis yang pernah terjadi di sana?

Continue reading “5 Hal yang Membuat Jogja Selalu Layak Kurindukan”

Iklan

Dusun Kragilan, Mendadak Tenar Karena Pinus

Kragilan kini tak lagi sama, ia ramai menghiasi linimasa instagram dan mengundang penasaran orang-orang. Sejatinya, Kragilan hanyalah sebuah dusun di lereng Merbabu yang tepatnya berada di kecamatan Pakis, kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tak dipungkiri, kehadiran media sosial dengan cepat menaikkan pamor seseorang juga suatu tempat, dan yang menuai berkah tersebut adalah Kragilan, si dusun mungil yang kini menjadi terkenal.

Sore ini Kragilan ditutupi mendung yang menggelayut sejak siang hari, juga tak banyak wisatawan yang berkunjung. Ketakutan akan hujan bisa jadi alasan penyebab sepinya Kragilan hari ini. Tak menyerah karena sepi, Lilis, seorang bocah kelas VIII SMP duduk dengan manis menanti pembeli di warungnya yang ia namai “warung pojok.”

“Sore dek, kula nyuwun teh anget, wonten?” tanyaku. “Nggih, wonten mas,” jawab Lilis mantap. Dengan cekatan ia menyuguhkan segelas teh manis hangat yang ia bandrol seharga Rp 1.000,-. “Piyambakan mawon toh, dek? Ibu pundi?” tanyaku dalam bahasa Jawa tentang mengapa ia sendiri. Lilis menjawab dengan malu-malu kalau ibunya berada di kebun hingga sore, dan ia ditugasi sang ibu untuk menjaga warung setiap hari.

img_8882
Warung Pojok Dek Lilis

Lilis adalah salah satu dari sekian warga yang menikmati berkah lewat terkenalnya Kragilan menjadi spot wisata favorit. Menawarkan lanskap alam berupa hutan pinus yang terbelah oleh jalan dusun, Kragilan kini bersolek dan dinamai sebagai “Kragilan Top Selfie” akibat dari banyaknya wisatawan yang datang untuk berfoto ria.

Seiring dengan naiknya pamor Kragilan, fasilitas turut dibangun, namun tetap melibatkan warga lokal yang dikelola oleh Pokdarwis. Lantas, apakah yang membuat Kragilan menjadi begitu mempesona sehingga digandrungi ratusan hingga ribuan wisatawan muda setiap minggunya?

Secara geografis, Kragilan berada di ketinggian sekitar 1.000 meter dpl dan berlokasi di lereng Gunung Merbabu. Praktis, udara di sini terasa sejuk sekalipun matahari bersinar terik. Hutan pinus kini menjadi daya tarik tersendiri. Selain Kragilan, daerah lain berhutan pinus yang terkenal duluan adalah Mangunan di Yogyakarta, namun saking terkenalnya kini hutan Mangunan telah bersifat komersial,  hingga sempat ada komplain dari mahalnya harga tiket masuk.

Berbeda dengan Mangunan, Kragilan menawarkan sensasi hutan pinus yang lebih sepi. Suasana sekitar masih terjaga keasriannya. Warga lokal menambahi fasilitas tambahan berupa bangku kayu, mck juga tambahan beberapa warung, namun selebihnya hutan pinus masih alami.

kragilan1
Kragilan Best Spot 

Sejatinya, di mana-mana hutan pinus ya bentukannya sama saja, tapi Kragilan agak berbeda. Di tengah hutan pinus terdapat jalan dusun yang membelah hutan, dan kehadiran jalan inilah yang menjadi daya tarik utama. Banyak orang mengatakan hutan Kragilan sangat instagrammable banget, alias sangat cocok untuk masuk aplikasi Instagram. Untuk menambah kesan instagrammable tersebut, maka ditambahkan juga tulisan-tulisan lucu di beberapa pohon, seperti “Otw Move On”, “Biar Jomblo asal happy”, “Selfie mulu, kapan pre wedding?” 

img_8843
Seorang wisatawan duduk termenung berkontemplasi

Singkatnya, Kragilan kini bersuka karena dikenal. Warga sekitar belajar untuk berdaya dengan hadirnya produk baru bernama wisata instagrammable. Kini setiap wisatawan bisa menikmati Kragilan dengan beragam fasilitas. Mau menginap disediakan persewaan tenda seharga Rp 40.000,-. Mau Pre Wedding, ada. Mau flying fox,  ada. Mau menikmati kejombloan sendiri? Juga sangat boleh!

img_8900
Jomblo? Happy dong

Setelah puas menikmati tingkah para wisatawan di Kragilan, kembali ku berbicang dengan Lilis. Semakin kutanya, semakin malu tersipu ia menjawab. Namun, di balik sipu malunya, Lilis mau menjadi berdaya seperti Kragilan yang juga telah bersolek. Lilis dalam jiwa mudanya tidak menyerah dengan keadaan. Setiap hari ia menjaga warung pojoknya, seorang diri, tanpa hiburan apapun selain suara alam. Ia tidak juga bermain dengan teman sebayanya, ia lebih memilih membantu orang tuanya mencari uang.

Kala hari semakin gelap, segera kembali ku berkemas meninggalkan Kragilan. Tak lupa kutambahkan beberapa rupiah untuk Lilis yang segera dijawabnya dengan senyum malu-malu namun ikhlas.

img_8880
Jangan lupa mampir ke warung Lilis. Segelas teh panas yang kita beli membantunya untuk tetap sekolah dan tersenyum

Jadi, saudaraku, yuk, berwisata ke Kragilan selagi badan sehat, dan jangan lupa untuk memberdayakan potensi warga lokal dengan membeli produk mereka. Kalau bukan kita yang peduli dengan bangsa kita, siapa lagi?

*

*

Rute menuju Kragilan:

Jogja – Jalan Magelang – Muntilan – Pertigaan Borobudur masih lurus – Pertigaan Ketep belok kanan ke arah Ketep, ikuti jalan sampai tiba di Ketep – Dari Ketep masih terus sekitar beberapa Km, dan di kiri jalan ada gapura “Kragilan Top Selfie”, masuk ke situ

Tarif: Parkir dan Karcis Masuk Rp 3.000,-

Jogjakarta, 26 September 2016