Arsip

Kalau ditanya soal moda transportasi apakah yang paling sering saya gunakan, maka jawaban saya adalah kereta api. Moda transportasi berbasis rel besi ini punya keunggulan yang tidak didapat dari angkutan umum lainnya: lebih nyaman, aman, dan tepat waktu.

Sebagai kota pelabuhan yang letaknya persis di pinggir laut, cuaca panas terik adalah bagian tak terpisahkan dari Kota Cirebon. Tapi, jangan enggan dulu untuk berkunjung ke sini. Melipir sedikit ke selatan, ada dua loka istimewa yang tak boleh dilewatkan.

β€œDulu waktu kamu belum lahir, Gunung Galunggung meletus. Bandung gelap gulita. Hujan abu, ke mana-mana jadi susah.” Saya ingat, perkataan ini diucapkan Mama di tahun 2006, sewaktu berita tentang letusan Gunung Merapi menghiasi layar kaca.

  Mencari hiburan yang bernuansa alam di Jakarta itu sulit. Makanya, banyak orang Jakarta rela bejubel dan macet-macetan di jalan demi bisa menikmati angin gunung di Puncak atau Bandung. Tapi, pergi ke dua tempat itu lumayan jauh buat saya yang tidak (belum) punya mobil.

  Cirebon! Mereka yang pernah naik kereta api dari Jakarta ke Jawa Tengah atau Timur pasti pernah melewati Cirebon, entah itu sadar atau tidak. Saya sendiri sudah puluhan kali melintasi Cirebon, tapi tidak pernah benar-benar singgah ke kota ini. Hingga suatu waktu di bulan April lalu, saya memutuskan untuk pergi menjelajahi Cirebon dalam sehari.

  Klaten, mungkin namanya tidak setenar Yogyakarta dan Surakarta sebagai destinasi wisata. Namun, Klaten tengah berbenah diri. Potensi alamnya digali, masyarakatnya diberdayakan, dan berkah pariwisata pun berdatangan.