Sensasi Pertama Kali Naik Kereta Kelas Wahid!

Sensasi Pertama Kali Naik Kereta Kelas Wahid!

 

Sekarang, berburu tiket kereta api untuk berangkat di akhir pekan adalah aktivitas yang mengasyikkan sekaligus menantang. Mengasyikkan jika kursi kelas ekonomi dengan harga murah masih tersedia. Tapi, menantang ketika tiket kelas ekonomi ludes dan harus mencari alternatif lain yang secara harga jauh lebih mahal. Lanjutkan membaca “Sensasi Pertama Kali Naik Kereta Kelas Wahid!”

Belajar Hidup di Ibukota dari Rumah Ibu Kost

Belajar Hidup di Ibukota dari Rumah Ibu Kost

Konon katanya ibu tiri itu kejam, tapi ada pula yang bilang kalau ibu kota lebih kejam. Tapi, bagaimana dengan ibu kost? Apakah dia lebih kejam dari ibu tiri dan ibu kota? Jawabannya yaitu belum tentu, tergantung di kost mana kita tinggal dan sejauh mana rejeki beserta kita. Lanjutkan membaca “Belajar Hidup di Ibukota dari Rumah Ibu Kost”

Bertetirah ke Jantung Ibukota

Bertetirah ke Jantung Ibukota

Hari minggu menjelang siang tatkala sebagian jalan arteri Ibukota masih lumayan lengang, ratusan manusia berjubel memadati Katedral. Satu per satu mobil mengantre mencari tempat parkir, sebagian yang tak sabar segera membunyikan klakson sementara pedagang makanan di luar pagar Katedral laris manis melayani pembeli.

Lanjutkan membaca “Bertetirah ke Jantung Ibukota”

Ah, Jakarta!

Ah, Jakarta!

Aku termenung dan tak sabar ingin segera sampai di tujuan sementara bus yang kutumpangi tetap tidak bergerak terjebak dalam macet. Jakarta, sebuah kota yang sempat kupikir akan mendatangkan sukacita karena menemukan pekerjaan di sana, tapi nyaris satu bulan berada Ibukota, aku belum menemukan diriku larut dalam ritme khas metrpolitan. Rutinitas, semerawutnya jalanan, macet, bising dan kesepian menjadi konsumsiku setiap hari. Lanjutkan membaca “Ah, Jakarta!”

Kado Merantau dari Tuhan

Kado Merantau dari Tuhan

Kadang, merantau itu sedih, tapi terkadang juga mengasyikkan. Intinya, ketika merantau ada banyak dinamika pahit manis yang dialami. Kita belajar buat menerima, juga melepas, dan terpenting belajar untuk hidup di macam-macam keadaan. Lanjutkan membaca “Kado Merantau dari Tuhan”