Teguran di Ujung Setang Motor

Dua bulan lalu saya merasa stres dan tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Hari-hari terasa suram. Mata sembab. Kepala berat. Semangat menguap. Akhirnya di hari Sabtu pagi saya memutuskan pulang ke Bandung secara mendadak, untungnya masih ada tiket kereta. Continue reading “Teguran di Ujung Setang Motor”

Ereveld Menteng Pulo dan Sekelumit Nestapa Perang

Delapan dekade lalu perang mahadahsyat pernah berkecamuk. Perang yang bermula di Eropa dengan cepat menjalar ke berbagai penjuru dunia, tak terkecuali kepulauan Nusantara yang kala itu masih bernama Hindia-Belanda. Meski pada tahun 1945 perang dinyatakan berakhir dan dimenangkan oleh pihak Sekutu, jerit dan pilu keganasannya tak pernah benar-benar sirna. Kemenangan sekalipun tak mampu memulihkan luka dari perang. Continue reading “Ereveld Menteng Pulo dan Sekelumit Nestapa Perang”

Tidak ada Pekerjaan yang Benar-benar Enak

“Aduh Ry, itu GM gua ngeselin banget. Seenaknya banget dia pakai jam kerja buat urusan pribadinya! Continue reading “Tidak ada Pekerjaan yang Benar-benar Enak”

Merengkuh Jakarta Butuh Perjuangan

Nafasnya sedikit tersengal dan bulir-bulir keringat muncul di atas keningnya. Kaka baru saja berjalan sekitar satu kilometer, dari halte busway Pesakih menuju kantor. Setelah beristirahat barang semenit dua menit untuk mendinginkan badan, ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu mulai bekerja. Continue reading “Merengkuh Jakarta Butuh Perjuangan”

Akhirnya Saya Punya Tempat Tinggal Tetap di Jakarta

Tinggal di Jakarta itu susah-susah gampang. Kos-kosan bertebaran seperti kacang goreng, tapi cari yang kriuk, yang beneran nyaman itu susah. Continue reading “Akhirnya Saya Punya Tempat Tinggal Tetap di Jakarta”