Cerita-cerita Setelah Bisa Nyetir Mobil

Jalan Daan Mogot. Panjangnya 27 kilometer, membentang dari Grogol di Jakarta Barat, sampai ke Tangerang. Saat hari kerja dan jam sibuk, macetnya bisa di sepanjang ruas. Bagi yang baru pertama menjajal jalan ini, mungkin merasa gondok, macetnya kok luar binasa. Tapi bagi penglaju yang sudah saban hari wara-wiri, ya terima nasib.  Hari ini, Suzuki APV berwarna ungu terong yang kukendarai ikut menyemut di Daan Mogot. … Lanjutkan membaca Cerita-cerita Setelah Bisa Nyetir Mobil

Gara-gara “Yayam Goyeng”

Pagebluk sudah menjangkit lebih dari tiga bulan. Bagiku yang hidup menjadi kuncen atas bangunan kantor sepuluh ruko, jangankan pergi nyepur lintas provinsi, jalan kaki ke minimarket di pojokan jalan saja warga kantor sudah heboh. “Eh maskernya jangan lupa!”, “Cuci tangan sebelum masuk kantor.”, “Bajunya ganti! Bawa virus dari luar.” Ah, persetan dengan virus tak kasat mata itu, gumamku dalam hati.  Tiga bulan itu kulalui dengan … Lanjutkan membaca Gara-gara “Yayam Goyeng”

Merengkuh Kembali Kereta Angin

11 Desember 2018. Theresa May, Perdana Menteri Inggris saat itu tiba di acara Brexit Breakfast di kota The Hague, Belanda. Dia turun dari sebuah mobil mewah, sesuatu yang rasanya lumrah bagi pejabat publik. Tapi, kemudian Mark Rutte, Perdana Menteri Belanda, tiba dengan naik sepeda.  Terlihat jomplang, bukan? Penggalan berita itu dimuat di majalah Forbes pada tanggal 8 Januari 2019 dan rasanya cocok untuk jadi pembuka … Lanjutkan membaca Merengkuh Kembali Kereta Angin

Uang THR untuk Beli Anak Babi

Sudah dua tahun lebih di Jakarta saya tinggal sekamar bersama seorang kawan dari Nias, namanya Themas. Usia kami terpaut tiga tahun. Dia bekerja di lantai tiga, saya di lantai dua. Kami cuma ketemu saat malam. Itu pun jarang mengobrol karena biasanya kami langsung tidur. Per tanggal 15 Maret 2020, kantor kami memberlakukan sistem kerja dari rumah. Tapi, saya dan Themas tetap tinggal di kantor. Meski … Lanjutkan membaca Uang THR untuk Beli Anak Babi

2020: Krisis-krisis yang Akan Menjadi Normal

Naik gunung Bromo bulan Maret, agenda wajib saya dan Andre di tahun 2020. Sudah sejak kuliah kami mendamba naik ke gunung ini, tapi kesempatan tak pernah sampai. Barulah di tahun ini kami menemukan tanggal yang sepakat. Rencana disusun rapi. Saya memesan penginapan dan sewaan motor, Andre mengurus tiket kereta.  Tapi, Januari lalu dunia gempar dengan munculnya virus corona di Wuhan yang dengan cepat melumpuhkan Tiongkok. … Lanjutkan membaca 2020: Krisis-krisis yang Akan Menjadi Normal

Membuka Dekade Baru dengan Banjir

Kemarin, 31 Desember 2019, hujan turun di Kalideres sejak kira-kira jam 7 malam. Saya ditemani oleh dua teman: Putra dan Andre. Kami berencana bakar-bakar sosis di halaman kantor sampai pergantian tahun. Semua berjalan lancar sampai di pagi harinya tiba-tiba grup WhatsApp riuh.  “Banjir di sini udah sebetis.” “Di sini udah selutut.” “Di sini aman.” Masing-masing rekan kantor saling memberi kabar. Untungnya kantor tidak banjir, tapi … Lanjutkan membaca Membuka Dekade Baru dengan Banjir

Tiga Tahun di Jakarta: Belajar Menjadi Lebih Tenang

5 Desember. Tanggal ini istimewa, di tahun 2016 lalu saya menjejakkan kaki di Jakarta dan paripurna melepas status mahasiswa menjadi karyawan swasta. Sekarang, perjalanan saya di Jakarta telah sampai di tahun ketiga dan tetap pula di kantor yang sama.  Sebenarnya, kalau boleh jujur, bertahan tiga tahun di Jakarta dan di pekerjaan yang ditekuni sekarang ini rasanya campur aduk. Ada keinginan untuk resign dan mencari ladang … Lanjutkan membaca Tiga Tahun di Jakarta: Belajar Menjadi Lebih Tenang