Arsip

  Perjalanan panjang Jakarta sebagai sebuah kota tak bisa lepas dari keberadaan Pecinan–sebuah kawasan tempat bermukimnya orang-orang Tionghoa. Sejak Jakarta masih akrab disapa sebagai Batavia, orang-orang Tionghoa telah hadir, menetap, dan melarut dalam kehidupan masyarakatnya.

  Delapan teko bermotif jadul dipajang di atas sebuah meja yang lokasinya tepat di pinggir jalan raya. Empat teko di sisi kiri, selusin gelas di tengah-tengah, dan empat teko di sisi kanan. Teko-teko itu tidak kosong, semuanya terisi penuh oleh teh tawar hangat.

Seabad lalu, negeri kepulauan di tenggara Asia bernama Hindia-Belanda pernah menjadi pengekspor gula terbesar kedua di dunia setelah Rusia. Di banyak tengara, pemerintah kolonial membuka lahan-lahan baru untuk ditanami tebu, kemudian melengkapinya dengan jalur rel sebagai sarana transportasi. Namun, tatkala Hindia-Belanda telah berganti menjadi Republik, kejayaan gula tersebut tenggelam menjadi kenangan dari masa lalu. Kini, Indonesia menjadi negara pengimpor gula terbesar ke-3 di dunia.

  Jam sepuluh pagi, matahari telah bersinar dengan begitu teriknya. Seorang perempuan dan anaknya yang masih balita duduk berlindung di bawah naungan pohon yang daunnya telah meranggas. Diselingi hembusan angin gunung yang sejuk, mereka berdua duduk tenang tanpa berkata-kata.

  Gelap di angkasa belum sepenuhnya sirna. Di tengah udara nan dingin menusuk tulang, kami berkendara menuju Posong yang berlokasi di ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Kami sengaja mempercepat laju motor. Jika terlambat sedikit saja, maka kami akan kehilangan momen yang amat istimewa—kala sang bagaskara mulai menampakkan dirinya.

Foto oleh Leandro Maldini dari Unsplash Tujuh tahun lalu, di atas kereta api lokal lintas Bandung – Padalarang, ponsel temanku raib dicopet. Sesaat sebelum kereta api menepi di stasiun Cimahi, dia merasa kalau sakunya telah kosong. Malang tak dapat dihindari dan untung tak dapat diraih, akhirnya dia memasrahkan saja ponselnya. Tak ada yang bisa disalahkan, pun kami juga tidak tahu siapa malingnya. Ada ribuan manusia yang berjejal tidak karuan di atas gerbong… Baca Selengkapnya