Memaknai Merdeka dari Atas Rel Besi

Foto oleh Leandro Maldini dari Unsplash

Tujuh tahun lalu, di atas kereta api lokal lintas Bandung – Padalarang, ponsel temanku raib dicopet. Sesaat sebelum kereta api menepi di stasiun Cimahi, dia merasa kalau sakunya telah kosong. Malang tak dapat dihindari dan untung tak dapat diraih, akhirnya dia memasrahkan saja ponselnya. Tak ada yang bisa disalahkan, pun kami juga tidak tahu siapa malingnya. Ada ribuan manusia yang berjejal tidak karuan di atas gerbong nan butut kala itu.

Continue reading “Memaknai Merdeka dari Atas Rel Besi”

Kawah Putih, Si Mahal yang Masih Menawan

IMG_4759

Hampir dua abad lalu, gunung Patuha adalah gunung penuh misteri. Konon katanya gunung ini sangat angker, setiap burung yang terbang melintasi puncaknya niscaya akan mati. Tatkala orang-orang pada masa itu mengamini misteri ini, ada seorang lain yang malah menentang kepercayaan masyarakat bahwa gunung ini angker. Untuk mencari tahu alasan logis di balik cerita mistis itu, dia melakukannya dengan cara mendaki ke puncak.

Continue reading “Kawah Putih, Si Mahal yang Masih Menawan”

Ambarawa, Saksi Bisu Perjalanan Panjang Kereta Api di Tanah Jawa

“Maaf mas, tiket kereta wisatanya sudah habis,” kata mbak penjaga loket. Sedikit kecewa, coba tadi kami datang lebih cepat sedikit, mungkin saja kami masih bisa mendapatkan dua lembar tiket untuk perjalanan melintasi jalur tua yang kami nanti-nantikan ini. Tapi, karena sudah terlanjur tiba, kami tetap masuk ke dalam stasiun walau tidak jadi berangkat.

Continue reading “Ambarawa, Saksi Bisu Perjalanan Panjang Kereta Api di Tanah Jawa”

Sumatra Overland Journey (8) |Ganja di Tanah Syariat

sampul

Sebuah baliho besar bertuliskan “Anda Memasuki Kawasan Syariat Islam” terpampang besar tatkala angkutan yang kami naiki bersiap memasuki kota Takengon. Sebelumnya kami berangkat dari Banda Aceh dan membutuhkan waktu nyaris sepuluh jam untuk tiba di Takengon. Berhubung waktu itu adalah bulan Ramadhan, hampir di tiap jam kendaraan kami selalu singgah di masjid-masjid kecil.

Continue reading “Sumatra Overland Journey (8) |Ganja di Tanah Syariat”

Sumatra Overland Journey (5) | Kelana di Pulau Terbarat Indonesia

Suatu siang di Sabang, lautan nan biru menghampar luas.

Makan, tidur, jalan-jalan, dan snorkeling. Selama lima hari, tak ada aktivitas lain yang bisa kami lakukan selain empat hal tersebut. Keindahan Sabang seolah membawa kabur kami dari segala kemelut dunia. Tak ada televisi, tak ada internet. Dunia menjadi amat damai karena yang kami lihat hanyalah alam yang memanjakan mata.

Continue reading “Sumatra Overland Journey (5) | Kelana di Pulau Terbarat Indonesia”