Arsip

Tahun ini adalah tahun ketiga saya tinggal di Jakarta, tepatnya di kawasan Jalan Daan Mogot. Jalanan ini tidak ada matinya, ia menjadi arteri yang menghubungkan Jakarta dengan Kota Tangerang. Di hari kerja, pagi-pagi aspalnya sudah dipadati roda-roda kendaraan dari arah timur ke barat, dan sebaliknya di sore hari. Jam tiga pagi pun, saat saya tiba naik kereta malam, jalanan ini tetap ramai lalu-lalang kendaraan.

Beberapa tahun belakangan, ibu kota mencoba berbagai terobosan untuk mengurangi angka kemacetan di jalan raya. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pembenahan dan pembangunan transportasi publik yang aman dan nyaman. Dan, di bulan Maret 2019, moda transportasi baru bernama Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) rampung dibangun dan diresmikan penggunaannya oleh Bapak Presiden pada tanggal 24 Maret 2019.

Hampir lima tahun pernah tinggal di Jogja, tapi belum pernah sekalipun saya menyambangi kompleks Imogiri. Barulah di bulan kemarin, kesempatan berkunjung ke sana akhirnya terwujud.

  Delapan dekade lalu perang mahadahsyat pernah berkecamuk. Perang yang bermula di Eropa dengan cepat menjalar ke berbagai penjuru dunia, tak terkecuali kepulauan Nusantara yang kala itu masih bernama Hindia-Belanda. Meski pada tahun 1945 perang dinyatakan berakhir dan dimenangkan oleh pihak Sekutu, jerit dan pilu keganasannya tak pernah benar-benar sirna. Kemenangan sekalipun tak mampu memulihkan luka dari perang.

Semangat saya membuncah kala seorang kawan mengajak pergi jelajah akhir pekan ke Rangkasbitung. Kota ini belum pernah saya sambangi sebelumnya. Tapi, saya mendapat bocoran dari tulisan beberapa blogger, katanya kota kecil di barat Jakarta ini punya sebuah museum yang terlalu sayang untuk tidak disinggahi.

  Di tengah kepadatan rutinitas, momen fajar rasa-rasanya bukanlah masa yang istimewa dalam keseharian kita. Kita bangun, bersiap diri, lalu larut dalam kesibukan. Sinar mentari pagi dan udara sejuk yang mengalir tak lagi membuat mulut kita mengucap syukur atas nikmat kehidupan dari yang kuasa. Namun, berada di Negeri Tembakau, tepat di lembah antara Arga Sumbing dan Sindoro, momen fajar itu terasa begitu agung, juga magis. Membuat mata ini memandang takjub dan hati… Baca Selengkapnya