Arsip

Hampir lima tahun pernah tinggal di Jogja, tapi belum pernah sekalipun saya menyambangi kompleks Imogiri. Barulah di bulan kemarin, kesempatan berkunjung ke sana akhirnya terwujud.

  Delapan dekade lalu perang mahadahsyat pernah berkecamuk. Perang yang bermula di Eropa dengan cepat menjalar ke berbagai penjuru dunia, tak terkecuali kepulauan Nusantara yang kala itu masih bernama Hindia-Belanda. Meski pada tahun 1945 perang dinyatakan berakhir dan dimenangkan oleh pihak Sekutu, jerit dan pilu keganasannya tak pernah benar-benar sirna. Kemenangan sekalipun tak mampu memulihkan luka dari perang.

Semangat saya membuncah kala seorang kawan mengajak pergi jelajah akhir pekan ke Rangkasbitung. Kota ini belum pernah saya sambangi sebelumnya. Tapi, saya mendapat bocoran dari tulisan beberapa blogger, katanya kota kecil di barat Jakarta ini punya sebuah museum yang terlalu sayang untuk tidak disinggahi.

  Di tengah kepadatan rutinitas, momen fajar rasa-rasanya bukanlah masa yang istimewa dalam keseharian kita. Kita bangun, bersiap diri, lalu larut dalam kesibukan. Sinar mentari pagi dan udara sejuk yang mengalir tak lagi membuat mulut kita mengucap syukur atas nikmat kehidupan dari yang kuasa. Namun, berada di Negeri Tembakau, tepat di lembah antara Arga Sumbing dan Sindoro, momen fajar itu terasa begitu agung, juga magis. Membuat mata ini memandang takjub dan hati… Baca Selengkapnya

Dua kali masuk ke Singapura, semua berjalan lancar. Di Bandara Changi, saya menunjukkan paspor, scan dua jempol, difoto wajah, dan selesai. Tapi, minggu lalu ceritanya berbeda. Paspor saya ditahan dan saya diinterogasi oleh petugas imigrasi. Proses ini memakan waktu hampir dua jam. Buat saya yang baru pertama kali mengalami hal ini, rasanya ngeri-ngeri sedap. Β 

  Hari itu, di pertengahan bulan November 2017, saya menyantap makan malam di sebuah pujasera di kawasan Marina Bay, Singapura. Saat kami asyik menyantap hidangan seraya mengobrol, datang seorang nenek. Wajahnya keriput dan ia mengenakan kacamata. Ia mendekati meja kami.