Menemukan Hutan Sungguhan di Tengah Belantara Beton Ibukota

Menemukan Hutan Sungguhan di Tengah Belantara Beton Ibukota

Selasa (20/11) yang lalu, rekan-rekan di kantor mengajak saya pergi jalan-jalan. “Ke Hutan Kota Srengseng yuk,” kata mereka. Saya mengernyit. Baru pertama kali dengar nama itu. Setahu saya, kawasan hijau yang mirip-mirip hutan di Jakarta itu cuma di Taman Suropati, atau kalau mau melipir lebih jauh lagi ya Kebun Raya Bogor, kawasan hijau yang bentuknya paling mirip dengan hutan. Lanjutkan membaca “Menemukan Hutan Sungguhan di Tengah Belantara Beton Ibukota”

Jelajah Pecinan di Jantung Jakarta

Jelajah Pecinan di Jantung Jakarta

 

Perjalanan panjang Jakarta sebagai sebuah kota tak bisa lepas dari keberadaan Pecinan–sebuah kawasan tempat bermukimnya orang-orang Tionghoa. Sejak Jakarta masih akrab disapa sebagai Batavia, orang-orang Tionghoa telah hadir, menetap, dan melarut dalam kehidupan masyarakatnya. Lanjutkan membaca “Jelajah Pecinan di Jantung Jakarta”

Ibu Kost Menyebalkan, Tapi…

Ibu Kost Menyebalkan, Tapi…

Tujuh bulan di Jakarta, rasanya seperti gado-gado. Tawa, suram, sedih, dan marah semua harus dijalani setiap harinya. Jakarta, dengan kemacetan, semerawut, dan berita-berita kriminalnya sering membuatku muak. Tapi, di balik semua itu tersimpan sebuah pengalaman sederhana, juga menyebalkan yang ternyata membuat betah.

Lanjutkan membaca “Ibu Kost Menyebalkan, Tapi…”

Melewatkan Tengah Malam Bersama Pak Gojek

Melewatkan Tengah Malam Bersama Pak Gojek

Jam sudah lewat tengah malam dan aku masih berkeliaran di jalanan Jakarta yang masih belum sepi juga. Badan ini lelah, ingin segera tiba di kos. Sudah tujuh jam lebih aku terjebak macet di jalan tol.  Supaya cepat, lebih baik naik Gojek saja deh, pikirku. Lanjutkan membaca “Melewatkan Tengah Malam Bersama Pak Gojek”

Bertetirah ke Jantung Ibukota

Bertetirah ke Jantung Ibukota

Hari minggu menjelang siang tatkala sebagian jalan arteri Ibukota masih lumayan lengang, ratusan manusia berjubel memadati Katedral. Satu per satu mobil mengantre mencari tempat parkir, sebagian yang tak sabar segera membunyikan klakson sementara pedagang makanan di luar pagar Katedral laris manis melayani pembeli.

Lanjutkan membaca “Bertetirah ke Jantung Ibukota”