Arsip

  Minggu lalu saya menghabiskan jatah cuti yang cuma satu hari dengan bertandang ke Yogyakarta. Dari sekian banyak destinasi yang tersaji di kota Gudeg, saya mewajibkan diri untuk singgah ke sebuah gereja di kawasan Bambanglipuro, Bantul, yang dapat ditempuh sekitar satu jam dengan berkendara dari pusat kota.

Aku bukan seorang pemeluk Katolik. Akan tetapi, aku sangat suka dengan Gereja Katedral dan sudah saban kali singgah di tempat ini. Ketika ada teman yang bertanya mengapa aku begitu getol pergi ke Katedral, jawabanku cuma satu: tempatnya adem, nenangin jiwa.Β Kalau mereka tidak puas dengan jawaban itu, aku akan menambahkan: Kalau gitu, mending coba aja mampir ke sana.

karena doa adalah pertemuan antara aku dan Pencipta, maka bolehlah aku melakukannya di tempat spesial. Dan aku memilih Cikanyere sebagai tujuan.

Di sela-sela rutinitas metropolitan yang terkadang menjemukan, kutemukan tempat bertetirah tepat di jantung Ibukota.

Ada kalanya di tengah ritme hidup yang semakin rumit, kita perlu berhenti sejenak. Berhenti untuk terlarut dalam liturgi, ataupun bisikan angin. Ketika jiwa telah kembali penuh, kembalilah kita pada ibadah yang sejati, “Pergilah dan perbuatlah demikian.” Jalanan Yogyakarta tak lagi selenggang dulu, kini perlu waktu bermenit-menit untuk bisa lolos dari satu lampu merah ke lampu merah berikutnya. Perjalanan menuju Prambanan di jam-jam sibuk bisa jadi perjalanan yang cukup melelahkan lantaran macet yang… Baca Selengkapnya