Cuek di Awal, Tuai Bencana Kemudian

“Ke Indomaret yuk, Ry,” kata-kata yang sering dilontarkan Brian tiap menjelang tengah malam. Dan, tak pernah kutolak pula ajakan itu. Kami lalu berjalan kaki, melompati portal depan gang yang selalu ditutup selepas jam sebelas. Hasil perjalanan itu beragam: Brian membawa nasi padang yang katanya cemilan tengah malam, dan aku menjilati es krim seharga lima ribuan.  Brian adalah kawan kalongku. Beserta dengan seisi kosan lainnya, kami … Lanjutkan membaca Cuek di Awal, Tuai Bencana Kemudian