Editor, Bukan Sekadar Duduk di Kantor
Jakarta Journey

Editor, Bukan Sekadar Duduk di Kantor

Kepalaku pening setelah menatap layar laptop berjam-jam. Bokongku juga seolah sudah menempel sempurna dengan kursi. Dari langit terang hingga gelap, tulisan-tulisan seolah tidak pernah habis untuk diedit. Rutinitas edit-mengedit ini sepintas terlihat mudah karena editor seolah hanya duduk santai dan berurusan dengan untaian kata dan tanda baca, berbeda dengan jurnalis yang harus pergi sana-sini meliput … Baca lebih lanjut

Sekelumit Ceritaku Sebagai Seorang Editor
Catatan Hidup

Sekelumit Ceritaku Sebagai Seorang Editor

Pekerjaan adalah panggilan hidup. Kalimat ini sekilas terdengar klise buatku yang waktu itu masih tidak tahu apa panggilan hidupku sebenarnya. Menjelang lulus kuliah, panggilan hidupku adalah untuk bekerja mencari gaji besar, hidup mapan, orangtua bahagia, dan pokoknya segalanya baik. Tapi, lewat waktu demi waktu, lambat laun aku mulai menyadari apa yang menjadi panggilan hidupku sebenarnya. … Baca lebih lanjut

Bertemu Oma Tilly: Walau Tak Dapat Melihat, Tapi Masih Mau Menulis
Catatan Hidup / Jakarta Journey

Bertemu Oma Tilly: Walau Tak Dapat Melihat, Tapi Masih Mau Menulis

Selalu saja ada hal menarik dari pekerjaan sebagai editor. Tulisan-tulisan yang masuk ke redaksi setiap harinya beraneka-ragam seperti sepiring rujak buah. Ada tulisan yang manis mengaharukan tapi ada juga tulisan yang kecut dan harus membuat si editor garuk-garuk kepala. Beberapa minggu lalu, ada sebuah kiriman tulisan yang masuk. Biasanya pengirim-pengirim tulisan itu adalah anak-anak muda yang … Baca lebih lanjut

Apa Nikmatnya Seharian Bekerja Hanya di Depan Komputer?
Catatan Hidup / Jakarta Journey

Apa Nikmatnya Seharian Bekerja Hanya di Depan Komputer?

Aku hampir tidak percaya kalau saat aku menuliskan cerita ini, ternyata sudah lebih dari empat bulan kulalui di Jakarta. Perlahan tetapi pasti aku pun larut dalam rutinitas khas ibukota—masuk pagi, duduk berjam-jam di hadapan layar komputer, pulang, dan itu berlanjut setiap harinya sembari berharap akhir pekan datang lebih cepat. Awalnya aku sempat menolak untuk hidup seperti … Baca lebih lanjut