Semangkuk Timlo Sastro

Ketika kereta api Senja Utama Solo berhenti di jalur tujuh Stasiun Balapan, aku meraih sebuah ransel berukuran 45 liter dari kabin bagasi. Para penumpang berbaris, menanti giliran satu per satu keluar pintu kereta.  Pagi itu Stasiun Balapan riuh tetapi syahdu. Dari jalur lima, kereta api Lodaya siap bertolak menuju Bandung. Di sebelahnya, kereta api Prameks masih menanti waktu berangkat. Ada penumpang yang berjalan santai, ada … Lanjutkan membaca Semangkuk Timlo Sastro

Ketika Jarak Tak Lagi Berarti

 

Perjalanan di atas kereta ekonomi selalu membuahkan banyak cerita. Kali ini ceritanya adalah tentang perjuangan cinta yang membuat jarak tak lagi berasa. Antara Jogja dan Jakarta terbentang jarak 500 kilometer lebih. Tapi, karena satu alasancintalima ratus kilometer itu tak lagi berarti. Lanjutkan membaca “Ketika Jarak Tak Lagi Berarti”