Kawan-kawan di Bibir Kawah

Pohon-pohon cantigi bertengger teguh di tepi tebing-tebing curam yang menghujam ke kawah. Sesekali mereka bergoyang diterpa angin, menampilkan paras elok. Tetapi, lanskap yang tersaji di belakangnya berkebalikan dengan keelokan: kawah gunung berapi yang sewaktu-waktu bisa meletup. Agustus setahun lalu, kawah ini batuk tanpa pertanda. Air, abu, dan asap pekat tumpah ke udara. Wisatawan dan pedagang lari tunggang-langgang. Tak ada yang menyangka, kawah Ratu Tangkubanperahu akan … Lanjutkan membaca Kawan-kawan di Bibir Kawah

Gara-gara “Yayam Goyeng”

Pagebluk sudah menjangkit lebih dari tiga bulan. Bagiku yang hidup menjadi kuncen atas bangunan kantor sepuluh ruko, jangankan pergi nyepur lintas provinsi, jalan kaki ke minimarket di pojokan jalan saja warga kantor sudah heboh. “Eh maskernya jangan lupa!”, “Cuci tangan sebelum masuk kantor.”, “Bajunya ganti! Bawa virus dari luar.” Ah, persetan dengan virus tak kasat mata itu, gumamku dalam hati.  Tiga bulan itu kulalui dengan … Lanjutkan membaca Gara-gara “Yayam Goyeng”