Arsip

  Jam sudah menunjukkan pukul dua siang ketika Tegar memacu sepeda motornya ke sebelah tenggara provinsi D.I. Yogyakarta. Saya tidak bisa mengendarai motor berkopling, jadi Tegarlah yang mengemudi di depan dan saya duduk manis di belakang sembari bokong terasa kaku. Kalau dihitung di peta, perjalanan kami siang itu berjarak sekitar 80 kilometer dari pusat kota dan memakan waktu tempuh tiga jam.

Berteman selagi bersama memang indah, tapi jauh lebih indah dan teruji ketika tetap berteman sekalipun jarak memisahkan, waktu menjauhkan dan kesibukan mendera. ¬†Ada banyak cara tentang bagaimana seseorang bisa berteman dan memaknai pertemanan itu. Ada yang berteman karena memiliki hobi yang sama, musuh yang sama, atau banyak kesamaan lainnya. Ada pula pertemanan yang terjalin kuat karena banyak perbedaan. SImpul-simpul perbedaan yang akhirnya membentuk kombinasi yang indah. Setelah lenyapnya status sebagai siswa SMA… Baca Selengkapnya