Membuka Dekade Baru dengan Banjir

Kemarin, 31 Desember 2019, hujan turun di Kalideres sejak kira-kira jam 7 malam. Saya ditemani oleh dua teman: Putra dan Andre. Kami berencana bakar-bakar sosis di halaman kantor sampai pergantian tahun. Semua berjalan lancar sampai di pagi harinya tiba-tiba grup WhatsApp riuh.  “Banjir di sini udah sebetis.” “Di sini udah selutut.” “Di sini aman.” Masing-masing rekan kantor saling memberi kabar. Untungnya kantor tidak banjir, tapi … Lanjutkan membaca Membuka Dekade Baru dengan Banjir

Makam Tua yang Berbicara

Hanya selemparan batu dari Istana Kepresidenan Kebun Raya Bogor, ada sebidang lahan yang nuansanya sendu. Pohon bambu besar tumbuh tinggi di dekatnya. Ketika ditiup angin, dedaunannya bergoyang dan menciptakan suasana magis. Dua tahun lalu berkunjung ke sana, sebidang lahan itu masih ditutupi pagar tembok, tapi kini pagar itu sudah dirobohkan. Kita bisa melenggang masuk dan berjalan-jalan santai di atas rerumputannya. Lanjutkan membaca “Makam Tua yang Berbicara”

Merengkuh Jakarta Butuh Perjuangan

Nafasnya sedikit tersengal dan bulir-bulir keringat muncul di atas keningnya. Kaka baru saja berjalan sekitar satu kilometer, dari halte busway Pesakih menuju kantor. Setelah beristirahat barang semenit dua menit untuk mendinginkan badan, ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu mulai bekerja. Lanjutkan membaca “Merengkuh Jakarta Butuh Perjuangan”

Lagi-lagi ke Kebun Raya Bogor

Mencari hiburan yang bernuansa alam di Jakarta itu sulit. Makanya, banyak orang Jakarta rela bejubel dan macet-macetan di jalan demi bisa menikmati angin gunung di Puncak atau Bandung. Tapi, pergi ke dua tempat itu lumayan jauh buat saya yang tidak (belum) punya mobil. Lanjutkan membaca “Lagi-lagi ke Kebun Raya Bogor”

Catatan Singkat Liburan Impulsif di Bogor

Siapa tidak suka tanggal merah? Saya rasa semua orang yang sudah bekerja pasti bersyukur akan datangnya tanggal merah. Tapi, jika tanggal merah itu datang di tengah-tengah minggu, sukacitanya terasa berbeda. Rasanya kurang maksimal jika dibandingkan dengan tanggal merah yang jatuh di hari Jumat atau Senin. Lanjutkan membaca “Catatan Singkat Liburan Impulsif di Bogor”

Telaga Warna, Sebuah Loka untuk Meneduhkan Jiwa

 

Masa libur lebaran sudah mendekati ujungnya. Jalanan di daerah Puncak tumpah ruah dengan aneka jenis kendaraan. Ada yang berkendara untuk segera tiba kembali di kota perantauan, tapi tak sedikit pula yang pergi untuk mencari tempat pelesir. Jalanan yang hanya terdiri dari dua lajur berlawanan arah pun akhirnya kewalahan menampung beban ribuan kendaraan.

Lanjutkan membaca “Telaga Warna, Sebuah Loka untuk Meneduhkan Jiwa”

Tetirah Singkat di Penyangga Jakarta

Lima puluh kilometer di selatan Ibukota, Bogor tak hanya sekadar rumah bagi para komuter yang mencari nafkah di Jakarta. Di tengah pemukiman yang kian padat dan jalanannya yang semerawut, Kebun Raya Bogor masih menjadi paru-paru alami yang terjaga, sebuah warisan masa lalu dari masa kolonial.

Lanjutkan membaca “Tetirah Singkat di Penyangga Jakarta”