Catatan Singkat Liburan Impulsif di Bogor

Siapa tidak suka tanggal merah? Saya rasa semua orang yang sudah bekerja pasti bersyukur akan datangnya tanggal merah. Tapi, jika tanggal merah itu datang di tengah-tengah minggu, sukacitanya terasa berbeda. Rasanya kurang maksimal jika dibandingkan dengan tanggal merah yang jatuh di hari Jumat atau Senin. Continue reading “Catatan Singkat Liburan Impulsif di Bogor”

Iklan

Telaga Warna, Sebuah Loka untuk Meneduhkan Jiwa

Masa libur lebaran sudah mendekati ujungnya. Jalanan di daerah Puncak tumpah ruah dengan aneka jenis kendaraan. Ada yang berkendara untuk segera tiba kembali di kota perantauan, tapi tak sedikit pula yang pergi untuk mencari tempat pelesir. Jalanan yang hanya terdiri dari dua lajur berlawanan arah pun akhirnya kewalahan menampung beban ribuan kendaraan.

Continue reading “Telaga Warna, Sebuah Loka untuk Meneduhkan Jiwa”

Tetirah Singkat di Penyangga Jakarta

IMG_3670

Lima puluh kilometer di selatan Ibukota, Bogor tak hanya sekadar rumah bagi para komuter yang mencari nafkah di Jakarta. Di tengah pemukiman yang kian padat dan jalanannya yang semerawut, Kebun Raya Bogor masih menjadi paru-paru alami yang terjaga, sebuah warisan masa lalu dari masa kolonial.

Continue reading “Tetirah Singkat di Penyangga Jakarta”

Gunung Salak: Perjalanan yang Tak Sampai

IMG_3568

Kami terjebak hujan di tengah belantara Salak, hanya berdua. Seraya menuruni trek terjal berbatu, terbersit di ingatan kami tentang cerita-cerita mistis yang konon katanya menyelubungi gunung ini. Kami harus tetap fokus karena tepat di sebelah kanan kami ada jurang yang dalam, sedangkan di kiri tersaji tebing-tebing cadas. Kesalahan sedikit saja bisa membuat kami tamat hari itu.

Continue reading “Gunung Salak: Perjalanan yang Tak Sampai”

Lembah Karmel Cikanyere: Tetirah untuk Jiwa yang Lelah

cikanyere2

Sabtu pagi, waktu di mana sebagian warga Jakarta masih terlelap dalam tidurnya, motor bebekku telah dipacu membelah jalanan Ibukota. Tujuan yang hendak dicapai pagi itu adalah Cikanyere yang berjarak sekitar 120 kilometer ke arah selatan. Untuk sesaat perjalanan terasa lancar tanpa kendala hingga persimpangan-persimpangan jalan datang menyapa, aku pun kebingungan dan akhirnya salah jalan.

Continue reading “Lembah Karmel Cikanyere: Tetirah untuk Jiwa yang Lelah”