Catatan di Seperempat Abad

Catatan di Seperempat Abad

Suatu ketika di kota Yogyakarta saya bersantap pagi bersama seorang kawan lama. Perjalanan ke Jogja kali ini terjadi mendadak, tanpa direncanakan. Saya tiba di Stasiun Lempuyangan pagi hari dan siang harinya kembali bertolak ke Cilacap. Lanjutkan membaca “Catatan di Seperempat Abad”

Jakarta yang Berbenah, Aku yang Berubah

Jakarta yang Berbenah, Aku yang Berubah

Suatu hari aku menaiki bus Trans Jakarta menuju kota. Di Jalan Daan Mogot sebelum Kali Pesing, aku melihat sebuah jembatan penyeberangan orang dan halte busway yang bernama Jembatan Gantung masih tak tersambung. Jembatan itu akhirnya menyerah. Ia patah setelah berkali-kali ditabrak truk. Lanjutkan membaca “Jakarta yang Berbenah, Aku yang Berubah”

Kado Merantau dari Tuhan

Kado Merantau dari Tuhan

Kadang, merantau itu sedih, tapi terkadang juga mengasyikkan. Intinya, ketika merantau ada banyak dinamika pahit manis yang dialami. Kita belajar buat menerima, juga melepas, dan terpenting belajar untuk hidup di macam-macam keadaan. Lanjutkan membaca “Kado Merantau dari Tuhan”