Ini Rasanya Naik Kereta Eksekutif Terbaru Buatan Tahun 2018!

Di saat saya masih bermimpi indah, tiba-tiba saya terbangun karena mendengar sayup-sayup suara adzan. Setelah membuka mata, benda pertama yang saya cari pertama kali adalah jam tangan untuk melihat saat itu jam berapa. “Kok suara adzannya pagi sekali ya?” Pikir saya.   Continue reading “Ini Rasanya Naik Kereta Eksekutif Terbaru Buatan Tahun 2018!”

Argo Parahyangan: Dulu Terabaikan, Kini Jadi Primadona

Interior eksekutif-8 KA Argo Parahyangan Tambahan

Sebagai orang Bandung yang bekerja di Jakarta, untuk urusan bepergian di antara kedua kota ini saya lebih memilih menaiki kereta api. Ada beberapa kelebihan yang bisa didapat dari kereta api, antara lain: tarifnya bersahabat, waktu tempuhnya yang tidak lama-lama amat, dan tentunya bebas macet. Continue reading “Argo Parahyangan: Dulu Terabaikan, Kini Jadi Primadona”

Kala Kereta Api Kembali Berjaya di Lintas Bandung – Jakarta

Naik kereta api selalu menyajikan sensasi tersendiri. Jika dibandingkan dengan moda transportasi lain seperti bus atau mobil, aku menganggap kereta api jauh lebih aman dan nyaman. Di samping itu, bepergian dengan kereta api juga memberiku kesempatan lebih untuk menikmati pemandangan sepanjang perjalanan karena jalur kereta api umumnya melewati daerah-daerah persawahan, pedesaan, bahkan hutan.

Continue reading “Kala Kereta Api Kembali Berjaya di Lintas Bandung – Jakarta”

Sebelum Naik Gerbong Ekonomi Baru, Perhatikan 4 Fakta Ini Supaya Tidak Zonk

Ketika diluncurkan pertama kali di tahun 2016, kereta ekonomi terbaru yang katanya memiliki rasa eksekutif ini menuai rasa penasaran. Jika dilihat sekilas, tampilan kereta yang berkonfigurasi tempat duduk 2-2 ini memang tampak jauh lebih nyaman daripada kelas ekonomi biasa yang duduknya harus berhadap-hadapan. Tapi, hanya beberapa saat setelah diluncurkan dan dirangkaikan pada kereta api jarak jauh, pamor kereta baru ini pun meredup.

Jika kita bepergian dari Bandung menuju Jakarta atau sebaliknya, kereta kelas bisnis yang dulu dirangkaikan pada Argo Parahyangan sekarang tinggal sejarah. Sebelumnya, bertepatan dengan ulang tahun PT. KAI yang ke-71 pada 28 September 2016, kereta ekonomi baru ini digadang-gadang sebagai layanan prima dari PT. KAI untuk memanjakan penumpangnya. Pada awalnya, kereta kelas ekonomi baru ini ditujukan untuk menghapus kereta kelas bisnis. Praktis, saat debut perdananya, kereta ekonomi baru ini pun mulai dirangkaikan ke kereta-kereta yang sebelumnya menggunakan kelas bisnis, yaitu KA Mutiara Selatan dan KA Senja Utama Yogya.

Tapi, euforia kereta baru yang tampak mewah ini tak berlangsung lama. Tak sampai beberapa bulan berselang, kereta yang katanya memiliki rasa eksekutif itu menuai protes lantaran jarak antar kursinya yang membuat penumpang menjadi mati gaya. Antara satu kursi dengan kursi lainnya tidak terdapat ruang yang memadai. Akibatnya, penumpang dengan kaki yang cukup panjang lututnya pun bersentuhan dengan kursi di depannya. Untuk perjalanan panjang di atas 3 jam, kondisi kursi ini membuat penumpang merasa pegal. Selain itu, posisi sandaran kursi yang tegak dirasa membuat rasa tidak nyaman semakin menjadi-jadi. Akhirnya, PT. KAI pun mengembalikan rangkaian KA Mutiara Selatan dan Senja Utama Yogyka kembali kepada rangkaian bisnis.

Lantas, bagaimana dengan rangkaian yang sudah terlanjur dibuat? PT. KAI menyiasatinya dengan merangkaikannya pada kereta-kereta bisnis jarak dekat. KA Argo Parahyangan mendapatkan jatah menggunakan kereta ini. Akibatnya, tidak ada lagi kelas bisnis di Argo Parahyangan (kecuali jika kereta menggunakan idle rangkaian Harina).

Saat ini, kereta ekonomi 2016 dapat dinikmati di rangkaian kereta api berikut ini:

Nama Kereta Relasi Tarif Maksimal*
Argo Parahyangan Gambir – Bandung 80.000
Cirebon Ekspress Gambir – Cirebon 90.000
Tegal Bahari Gambir – Tegal 90.000
Menoreh Pasar Senen- Semarang Tawang 220.000
Kaligung Semarang Tawang – Tegal – Brebes 50.000
Ambarawa Ekspress Semarang Poncol – Surabaya Pasar Turi 90.000
Sancaka Yogyakarta – Surabaya Gubeng 155.000

Catatan:

Kereta ekonomi 2016 berbeda dengan ekonomi 2017 yang dinamai “premium”. Untuk ulasan lebih lengkap tentang KA Premium, silakan klik di sini.

*Harga dapat berubah menurut kebijakan PT. KAI (Update harga Feb 2018)

Nah, sebelum memutuskan untuk menaiki kereta-kereta di atas, perhatikan 4 fakta berikut ini supaya perjalanan kita menyenangkan:

1. Kursi penumpang tidak bisa diputar dan diatur sandarannya

Tidak seperti kursi kelas bisnis atau eksekutif yang posisi kursinya dapat diputar sesuai dengan arah laju kereta, kursi di kereta ekonomi 2016 bersifat statis, tidak dapat diputar. Dalam satu kereta terdapat dua zona yang kesemuanya menghadap ke titik tengah kereta. Di kursi nomor 11 dan 12, posisinya saling berhadap-hadapan.

 

 

Bagi mereka yang tidak mudah mabuk, duduk di mana saja tidak menjadi masalah. Tapi, bagi mereka yang suka pusing saat bepergian, posisi duduk tentu bisa jadi masalah besar. Untuk menyiasatinya, kita harus mengenal posisi duduk dalam kereta. Berhubung saya adalah pengguna layanan KA Argo Parahyangan, berikut ini informasi yang bisa saya berikan:

  • Untuk keberangkatan dari Bandung menuju Jakarta, kursi yang posisinya searah dengan laju kereta api adalah kursi nomor 1-12.
  • Untuk keberangkatan dari Jakarta menuju Bandung, kursi yang posisinya searah dengan laju kereta api adalah kursi nomor 12-24.
  1. Di masing-masing kereta, terdapat kursi zonk

Apa itu kursi zonk? Kursi zonk adalah kursi yang tidak tersedia jendela. Rugi rasanya, sudah bayar tiket mahal, malah tidak dapat melihat pemandangan apapun.

Kursi nomor 1 dan 24 wajib dihindari karena kursi ini tidak terdapat jendela.

  1. Ukuran jendela di masing-masing kursi berbeda

Tidak semua kursi mendapatkan ukuran jendela yang sama. Ada kursi yang jendelanya besar, tapi ada juga yang jendelanya kecil.

Kursi yang jendelanya besar: nomor 2,5,8,10,11,12,15,18

  1. Walaupun kelas ekonomi, tapi harga di kereta ekonomi 2016 adalah tarif non-pso

Walaupun menyandang status sebagai kelas ekonomi, tapi harga kereta ekonomi 2016 itu berbeda dengan kereta ekonomi PSO (subsidi). KA Ekonomi PSO adalah kereta api yang mendapatkan subsidi dari pemerintah, sehingga harganya lebih murah. Berikut ini adalah rincian KA ekonomi PSO:

Nama KA Relasi Tarif
Pasundan Kiaracondong-Surabaya Gubeng 94.000
Kahuripan Kiaracondong-Blitar 84.000
Bengawan Pasar Senen – Purwosari 74.000
Serayu Pasar Senen – Purwokerto 67.000
Gaya Baru Malam Selatan Pasar Senen – Surabaya Gubeng 104.000
Matarmaja Pasar Senen – Malang 109.000
Brantas Pasar Senen – Blitar 84.000
Logawa Purwokerto – Jember 74.000
Sri Tanjung Lempuyangan – Banyuwangi Baru 94.000
Probowangi Surabaya Gubeng – Banyuwangi Baru 56.000
Tawang Alun Malang-Banyuwangi Baru 62.000

Secara keseluruhan, cukup nyaman untuk duduk di atas kereta ekonomi baru ini. Namun, jika harus duduk lebih dari 3 jam, rasanya cukup pegal dan tidak nyaman.

Kiri: kereta ekonomi 2016 ; kanan: kereta bisnis