Blogwalking

Jalancerita bisa bertumbuh berkat rekan-rekan sesama Blogger yang tak pernah bosan dan segan untuk memberikan saran, masukan, kritik, juga pertemanan. Para Blogger ini sejatinya hanyalah orang biasa, tapi mereka punya semangat untuk berbagi hal-hal baik melalui ranah digital. Dan, inilah para Blogger yang menjadi rekan seperjalanan Jalancerita. Silakan mampir ke beranda mereka.

Johanes Anggoro
Author and founder of Ruangsore.com 

Mas Joe, saya menyapanya. Seorang lelaki berperawakan kurus tinggi. Tidak banyak bicara dan lebih suka menebar senyum. Tapi, kalau membahas soal sejarah atau kereta api, sifat pendiamnya tiba-tiba sirna. Dia jadi sangat bersemangat.

Mas Joe adalah rekan Blogger pertama yang saya temui secara fisik. Setelah memelihara Jalancerita selama enam bulanan, saya bertemu Mas Joe di Kota Lama, Semarang. Sebelumnya kami tidak saling kenal, tapi syukur kepada teknologi dan dunia blog-blogan. Kami berjumpa karena tulisan dan berlanjut menjadi kawan seperjalanan.

Salah satu perjalanan yang pernah kami lakukan bersama adalah Nostalgi di Tanah Lasem. Kami sepakat untuk pergi mengeksplorasi Lasem selama tiga hari dua malam.

Halim Santoso
Author and founder of Jejakbocahilang

Koh Halim, saya menyebutnya. Wajahnya oriental, tapi logatnya sangat Njawani. Koh Halim adalah panutan saya dalam menulis liputan perjalanan berbalut kisah sejarah. Saya bertemu Koh Halim secara tidak sengaja saat sedang berselancar di Internet. Melihat blog pribadinya yang ciamik, saya meninggalkan komentar di sana dan komentar itu dibalasnya.

Bulan Maret 2018 kami mengatur waktu untuk bersua. Di Timlo Sastro, Pasar Gede, Kota Solo kami menyantap sarapan bersama. Kemudian Koh Halim menjadi tour-guide saya selama sehari penuh. Kami berjalan kaki mengitari kawasan Sangkrah, sowan sejenak ke Puro Mangkunegaran, dan mengakhiri perjalanan dengan menyantap Selat Solo yang sedap di mulut. Tulisan-tulisan Koh Halim yang tersaji di blognya mengajak kita untuk menikmati suatu tempat atau peristiwa dalam linimasanya. Tidak selamanya sejarah itu membosankan, dan di sinilah Koh Halim menorehkan karyanya.

Gara PW
Author and founder of Mencarijejak.com 

Mas Gara, saya memanggilnya. Rambutnya keriting, badannya tinggi. Mas Gara adalah rekan Blogger pertama yang saya jumpai di Jakarta. Kami sama-sama menyukai sejarah dan perjalanan perdana kami adalah pergi mengunjungi makam perang (Ereveld) yang berada di Menteng Pulo dan Ancol, Jakarta.

Jika ingin mencari informasi tentang bangunan-bangunan bernuansa Hindu seperti candi, Mas Gara adalah ahlinya. Dia menuliskan dengan detail setiap tempat-tempat itu, membuat kita paham bahwa sejatinya bangunan bersejarah itu tak hanya sekadar tumpukan batu.

Hendi Setiyanto
Author and founder of Ndayeng 

Mas Hendi, saya memanggilnya. Saya belum pernah bertatap muka dengan Mas Hendi, tapi sedari awal Jalancerita hadir di jagad maya, Mas Hendi selalu menyapa dengan ramah. Keramahan inilah yang melahirkan diskusi yang hangat antara sesama blogger.