Latest Entries
Gunung Salak: Perjalanan yang Tak Sampai
Java Journey

Gunung Salak: Perjalanan yang Tak Sampai

Kami terjebak hujan di tengah belantara Salak, hanya berdua. Seraya menuruni trek terjal berbatu, terbersit di ingatan kami tentang cerita-cerita mistis yang konon katanya menyelubungi gunung ini. Kami harus tetap fokus karena tepat di sebelah kanan kami ada jurang yang dalam, sedangkan di kiri tersaji tebing-tebing cadas. Kesalahan sedikit saja bisa membuat kami tamat hari … Baca lebih lanjut

Angkringan Bapak: Gerobak Temaram Tempat Rindu Berlabuh
Java Journey

Angkringan Bapak: Gerobak Temaram Tempat Rindu Berlabuh

Tak lengkap rasanya jika bicara tentang Jogja tanpa menyebut angkringan di dalamnya. Ibarat sayuran tanpa garam, Jogja tanpa angkringan adalah kota yang hambar, kurang nikmat untuk dikenang. Dari gerobak angkringanlah kita dapat menyaksikan dan mengalami sendiri apa yang disebut oleh banyak orang tentang kesederhanaan dan kebersahajaan Jogja yang memikat. Nampaknya malam yang telah larut tidak … Baca lebih lanjut

Bantul, 1 Mei 2017: Ketika Pilihan Karier Kami Jatuh Bukan di Tempat Profit
Rekan Seperjalanan

Bantul, 1 Mei 2017: Ketika Pilihan Karier Kami Jatuh Bukan di Tempat Profit

Hari itu adalah hari buruh internasional. Ketika jagad media berisik membahas demo di Jakarta yang berujung bakar-bakaran bunga, kami bertemu di sebuah gang sempit, tepatnya di warung mangut lele yang paling terkenal se-antero Yogyakarta. Sambil mencicip ikan lele bertabur cabe, keringat bercucuran membasahi wajah, tapi pembicaraan kami hari itu bukan tentang lezatnya ikan lele, melainkan … Baca lebih lanjut

Yogyakarta, 30 April 2017: Perjalanan Rindu yang Tidak Berujung
Catatan Hidup

Yogyakarta, 30 April 2017: Perjalanan Rindu yang Tidak Berujung

Meninggalkan Jakarta di akhir pekan panjang tidaklah senyaman yang kubayangkan. Sesuai dengan namanya, hari itu, Jumat malam, stasiun Pasar Senen tak ubahnya sebuah pasar yang berjubel dengan ribuan manusia. Tanggal merah di hari Senin telah memikat hati para perantau untuk pulang barang sejenak. Tujuan utamaku sebenarnya adalah Yogyakarta, tapi dua bulan sebelum keberangkatan, seluruh tiket … Baca lebih lanjut

Terjerat Nuansa Senja di Pantai Kesirat
Java Journey

Terjerat Nuansa Senja di Pantai Kesirat

Jalan aspal nan sempit mengiringi sepeda motor bebek kami membelah area perkebunan yang berbukit-bukit milik warga setempat. Tujuan kami sore itu adalah sebuah pantai sering disebut-sebut orang sebagai tempat yang romantis dan nyaman untuk menikmai senja. Sekalipun tujuan kami sore itu adalah tempat yang romantis, tapi kami bukanlah sepasang kekasih, melainkan dua orang anak kost … Baca lebih lanjut

Trowulan, Jejak Bisu Pudarnya Majapahit
Java Journey

Trowulan, Jejak Bisu Pudarnya Majapahit

Lima seri buku tentang Gajah Mada sudah tuntas kubaca, tapi bukan puas yang kudapat, malah sebuah rasa penasaran. “Sebesar apa sih Majapahit itu?” gumamku. Jika aku ingat-ingat kembali pelajaran sejarah dulu, Majapahit selalu disebutkan sebagai kerajaan Hindu termashyur, tak hanya di Jawa bahkan katanya terkenal hingga di Asia. Majapahit jugalah yang kelak menjadi cikal-bakal dari … Baca lebih lanjut

Kutacane, 10 Juli 2015: Ganja di Tanah Syariat
Sumatra Overland Journey

Kutacane, 10 Juli 2015: Ganja di Tanah Syariat

Sebuah baliho besar bertuliskan “Anda Memasuki Kawasan Syariat Islam” terpampang besar tatkala angkutan yang kami naiki bersiap memasuki kota Takengon. Sebelumnya kami berangkat dari Banda Aceh dan membutuhkan waktu nyaris sepuluh jam untuk tiba di Takengon. Berhubung waktu itu adalah bulan Ramadhan, hampir di tiap jam kendaraan kami selalu singgah di masjid-masjid kecil. Waktu itu … Baca lebih lanjut