Senja di Halaman Belakang

Menghabiskan senja di kaki gunung adalah momen yang begitu nyaman. Di kaki gunung Ungaran, angin sejuk bertiup lembut dan langitnya berwarna biru muda. Tak ada suara bising kendaraan bermotor ataupun suara klakson yang bersahutan. Satu-satunya suara yang berpadu dengan suasana senja waktu itu adalah lantunan lagu-lagu dari sebuah gereja Katolik yang berada di tengah dusun.

Continue reading “Senja di Halaman Belakang”

Surat untuk Temanku yang Tak Lagi Bujang Hari Ini

Aku masih tidak menyangka bahwa obrolan ngalor-ngidul di pelataran Candi Barong tahun 2013 lalu itu menjadi kenyataan. Waktu itu, kami saling mengejek diri kami masing-masing sebagai seorang jomblo. Johannes, alias Paijo, pernah berpacaran di negerinya, kemudian putus. Senada dengannya, bahkan lebih tragis lagi, aku belum pernah berpacaran sama sekali.

Continue reading “Surat untuk Temanku yang Tak Lagi Bujang Hari Ini”

Bermula dari Sekadar Live-In, Berlanjut Jadi Keluarga

IMG_3904
Bersama keluarga Ibu Helen, 4 Juni 2017

Dari sebuah desa di perbukitan Menoreh, perjalanan yang panjang dimulai. Dari sinilah, hasrat untuk pergi merantau dari rumah mencuat dan menjadi nyata satu tahun setelahnya.

Continue reading “Bermula dari Sekadar Live-In, Berlanjut Jadi Keluarga”

Bantul, 1 Mei 2017: Ketika Pilihan Karier Kami Jatuh Bukan di Tempat Profit

resiz

Hari itu adalah hari buruh internasional. Ketika jagad media berisik membahas demo di Jakarta yang berujung bakar-bakaran bunga, kami bertemu di sebuah gang sempit, tepatnya di warung mangut lele yang paling terkenal se-antero Yogyakarta. Sambil mencicip ikan lele bertabur cabe, keringat bercucuran membasahi wajah, tapi pembicaraan kami hari itu bukan tentang lezatnya ikan lele, melainkan tentang sebuah topik yang cukup berat, yaitu idealisme.

Continue reading “Bantul, 1 Mei 2017: Ketika Pilihan Karier Kami Jatuh Bukan di Tempat Profit”

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dari Jakarta ke Sidareja—Perjalanan Singkat Bertemu Sahabat

IMG_3307Sidareja, mungkin tak banyak orang yang kenal dengan nama ini, sebuah kecamatan yang berjarak 350 kilometer dari Jakarta. Sidareja bukanlah nama tempat yang tersohor, tapi tempat inilah yang selalu jadi agenda wajibku tatkala akhir pekan atau tanggal merah datang menyapa.

Continue reading “Dari Jakarta ke Sidareja—Perjalanan Singkat Bertemu Sahabat”