Mudik 2014: Menempuh 880 Kilometer, 32 jam Perjalanan Naik Sepeda Motor
Java Journey

Mudik 2014: Menempuh 880 Kilometer, 32 jam Perjalanan Naik Sepeda Motor

Momen lebaran selalu menorehkan sensasi tersendiri. Terlepas dari harga bahan pokok yang merangkak naik, seminggu jelang lebaran layar kaca televisi sibuk menampilkan kemacetan di jalan-jalan antar-provinsi yang mulai mengular. Bagi yang merayakannya, lebaran adalah momen yang paling ditunggu-tunggu untuk bertemu dengan keluarga tercinta. Tiga tahun lalu, sewaktu aku masih duduk di bangku kuliah semester empat, … Baca lebih lanjut

Tetirah Singkat di Penyangga Jakarta
Java Journey

Tetirah Singkat di Penyangga Jakarta

Lima puluh kilometer di selatan Ibukota, Bogor tak hanya sekadar rumah bagi para komuter yang mencari nafkah di Jakarta. Di tengah pemukiman yang kian padat dan jalanannya yang semerawut, Kebun Raya Bogor masih menjadi paru-paru alami yang terjaga, sebuah warisan masa lalu dari masa kolonial. Kali pertama aku mengunjungi Kebun Raya Bogor adalah tahun 2006. … Baca lebih lanjut

Ekspedisi Kereta Api Bengawan: Melintasi 4 Provinsi dengan Tarif Merakyat
Java Journey

Ekspedisi Kereta Api Bengawan: Melintasi 4 Provinsi dengan Tarif Merakyat

Melintasi empat provinsi di Jawa sejauh 570 kilometer bukanlah perjalanan yang pendek. “Berhentinya berapa lama, ya?” tanya seorang bapak di bordes kereta. Dua jam sebelumnya, Bengawan, kereta api dari Purwosari tujuan Pasar Senen baru saja bertolak dari stasiun Lempuyangan. Para penumpang yang didominasi lelaki itu sudah gelisah. Tatkala kereta api berhenti sejenak untuk bersilang, mereka … Baca lebih lanjut

Gunung Salak: Perjalanan yang Tak Sampai
Java Journey

Gunung Salak: Perjalanan yang Tak Sampai

Kami terjebak hujan di tengah belantara Salak, hanya berdua. Seraya menuruni trek terjal berbatu, terbersit di ingatan kami tentang cerita-cerita mistis yang konon katanya menyelubungi gunung ini. Kami harus tetap fokus karena tepat di sebelah kanan kami ada jurang yang dalam, sedangkan di kiri tersaji tebing-tebing cadas. Kesalahan sedikit saja bisa membuat kami tamat hari … Baca lebih lanjut

Angkringan Bapak: Gerobak Temaram Tempat Rindu Berlabuh
Java Journey

Angkringan Bapak: Gerobak Temaram Tempat Rindu Berlabuh

Tak lengkap rasanya jika bicara tentang Jogja tanpa menyebut angkringan di dalamnya. Ibarat sayuran tanpa garam, Jogja tanpa angkringan adalah kota yang hambar, kurang nikmat untuk dikenang. Dari gerobak angkringanlah kita dapat menyaksikan dan mengalami sendiri apa yang disebut oleh banyak orang tentang kesederhanaan dan kebersahajaan Jogja yang memikat. Nampaknya malam yang telah larut tidak … Baca lebih lanjut

Terjerat Nuansa Senja di Pantai Kesirat
Java Journey

Terjerat Nuansa Senja di Pantai Kesirat

Jalan aspal nan sempit mengiringi sepeda motor bebek kami membelah area perkebunan yang berbukit-bukit milik warga setempat. Tujuan kami sore itu adalah sebuah pantai sering disebut-sebut orang sebagai tempat yang romantis dan nyaman untuk menikmai senja. Sekalipun tujuan kami sore itu adalah tempat yang romantis, tapi kami bukanlah sepasang kekasih, melainkan dua orang anak kost … Baca lebih lanjut

Trowulan, Jejak Bisu Pudarnya Majapahit
Java Journey

Trowulan, Jejak Bisu Pudarnya Majapahit

Lima seri buku tentang Gajah Mada sudah tuntas kubaca, tapi bukan puas yang kudapat, malah sebuah rasa penasaran. “Sebesar apa sih Majapahit itu?” gumamku. Jika aku ingat-ingat kembali pelajaran sejarah dulu, Majapahit selalu disebutkan sebagai kerajaan Hindu termashyur, tak hanya di Jawa bahkan katanya terkenal hingga di Asia. Majapahit jugalah yang kelak menjadi cikal-bakal dari … Baca lebih lanjut