Sejumput Kenangan Minum Teh di Ndoro Donker

Lawatan saya ke kaki Gunung Lawu Oktober setahun silam bukanlah sesuatu yang disengaja. Berkendara sepeda motor dari Yogya, tujuan saya waktu itu adalah mengikuti bursa pameran kerja yang diselenggarakan di Mal Solo Square. Tapi, tak ada satu perusahaan pun yang saya berminat untuk melamar. Cukup 5 menit berada di lokasi, kemudian saya keluar lagi, sambil memboyong map berisi sepuluh surat dan CV lamaran kerja. Continue reading “Sejumput Kenangan Minum Teh di Ndoro Donker”

Iklan

Keluarga Subur dan Penginapan Sederhananya

Setahun yang lalu, saya bersama dua orang teman kos dari Jogja pergi mengunjungi Banyuwangi selama lima hari. Berbekal rasa penasaran dan lima lembar uang berwarna pink, kami menempuh perjalanan selama 14 jam menaiki kereta api Sri Tanjung dari Stasiun Lempuyangan. Continue reading “Keluarga Subur dan Penginapan Sederhananya”

Mencicip Manisnya Jawa dari Pabrik Gula Gondangwinangoen

Seabad lalu, negeri kepulauan di tenggara Asia bernama Hindia-Belanda pernah menjadi pengekspor gula terbesar kedua di dunia setelah Rusia. Di banyak tengara, pemerintah kolonial membuka lahan-lahan baru untuk ditanami tebu, kemudian melengkapinya dengan jalur rel sebagai sarana transportasi. Namun, tatkala Hindia-Belanda telah berganti menjadi Republik, kejayaan gula tersebut tenggelam menjadi kenangan dari masa lalu. Kini, Indonesia menjadi negara pengimpor gula terbesar ke-3 di dunia. Continue reading “Mencicip Manisnya Jawa dari Pabrik Gula Gondangwinangoen”

Catatan Singkat Liburan Impulsif di Bogor

Siapa tidak suka tanggal merah? Saya rasa semua orang yang sudah bekerja pasti bersyukur akan datangnya tanggal merah. Tapi, jika tanggal merah itu datang di tengah-tengah minggu, sukacitanya terasa berbeda. Rasanya kurang maksimal jika dibandingkan dengan tanggal merah yang jatuh di hari Jumat atau Senin. Continue reading “Catatan Singkat Liburan Impulsif di Bogor”

Sekeping Cerita dari Negeri Tembakau

Jam sepuluh pagi, matahari telah bersinar dengan begitu teriknya. Seorang perempuan dan anaknya yang masih balita duduk berlindung di bawah naungan pohon yang daunnya telah meranggas. Diselingi hembusan angin gunung yang sejuk, mereka berdua duduk tenang tanpa berkata-kata. Continue reading “Sekeping Cerita dari Negeri Tembakau”