Air Terjun Kembang Soka: Sensasi Segarnya Mandi di Air Kapur

Setelah melewatkan 9 jam perjalanan di atas kereta api ekonomi Progo, tibalah aku di stasiun Lempuyangan. Walaupun di kereta sempat tertidur sejenak, tapi rasa kantuk sepertinya masih enggan beranjak dari kepala. Dari Lempuyangan, perjalanan panjang masih berlanjut. Destinasi hari itu adalah menjelajah Kulonprogo untuk menceburkan diri di air sungai yang segar.

Continue reading “Air Terjun Kembang Soka: Sensasi Segarnya Mandi di Air Kapur”

Kawah Putih, Si Mahal yang Masih Menawan

IMG_4759

Hampir dua abad lalu, gunung Patuha adalah gunung penuh misteri. Konon katanya gunung ini sangat angker, setiap burung yang terbang melintasi puncaknya niscaya akan mati. Tatkala orang-orang pada masa itu mengamini misteri ini, ada seorang lain yang malah menentang kepercayaan masyarakat bahwa gunung ini angker. Untuk mencari tahu alasan logis di balik cerita mistis itu, dia melakukannya dengan cara mendaki ke puncak.

Continue reading “Kawah Putih, Si Mahal yang Masih Menawan”

Candi Barong: Ketika Inspirasi Datang dari Loka Bersejarah

Sewaktu masih mengerjakan skripsi dulu, salah satu kegiatan yang paling kusuka adalah mencari inspirasi. Alih-alih mencari inspirasi di layar komputer atau perpustakaan, aku lebih suka mencarinya di dalam keheningan. Maka, pergilah aku mencari tempat-tempat yang sepi untuk sekadar duduk atau membaca buku.

Continue reading “Candi Barong: Ketika Inspirasi Datang dari Loka Bersejarah”

Senja di Halaman Belakang

Menghabiskan senja di kaki gunung adalah momen yang begitu nyaman. Di kaki gunung Ungaran, angin sejuk bertiup lembut dan langitnya berwarna biru muda. Tak ada suara bising kendaraan bermotor ataupun suara klakson yang bersahutan. Satu-satunya suara yang berpadu dengan suasana senja waktu itu adalah lantunan lagu-lagu dari sebuah gereja Katolik yang berada di tengah dusun.

Continue reading “Senja di Halaman Belakang”

Dari Perbukitan Menoreh, Kami Belajar Arti Hidup

Jam telah menyentuh pukul satu dini hari. Delapan anak tergopoh-gopoh memasuki rumah seraya kedinginan, kelaparan, dan kelelahan akibat hujan-hujanan di lapangan kecamatan. Simbah yang telah tertidur jadi terbangun. Tak tega melihat kedelapan anaknya kedinginan, ia pun melupakan kantuknya, bergegas ke dapur, membuat perapian, dan memasak mie rebus untuk kami berdelapan.

Continue reading “Dari Perbukitan Menoreh, Kami Belajar Arti Hidup”