Lembah Karmel Cikanyere: Tetirah untuk Jiwa yang Lelah

Lembah Karmel Cikanyere: Tetirah untuk Jiwa yang Lelah

Sabtu pagi, waktu di mana sebagian warga Jakarta masih terlelap dalam tidurnya, motor bebekku telah dipacu membelah jalanan Ibukota. Tujuan yang hendak dicapai pagi itu adalah Cikanyere yang berjarak sekitar 120 kilometer ke arah selatan. Untuk sesaat perjalanan terasa lancar tanpa kendala hingga persimpangan-persimpangan jalan datang menyapa, aku pun kebingungan dan akhirnya salah jalan.

Lanjutkan membaca “Lembah Karmel Cikanyere: Tetirah untuk Jiwa yang Lelah”

Senja dan Samudera, Sebuah Paduan Sempurna

Senja dan Samudera, Sebuah Paduan Sempurna

“Senja di ibukota, belum tentu seindah ini,” sahut temanku. Pernyataan itu membuatku terperanjat, mengingat waktuku di Jogja kurang dari satu bulan, dan selepas itu akan sulit untuk menemukan waktu berdua dengan alam. Lanjutkan membaca “Senja dan Samudera, Sebuah Paduan Sempurna”

Hangatnya Senja di Lereng Arga Lawu

Hangatnya Senja di Lereng Arga Lawu

Selepas tengah hari, suhu udara di ketinggian semakin menyusut. Matahari yang sinarnya meredup seolah kalah bersaing dengan udara pegunungan yang dingin. Dari sebuah perkebunan teh di Lereng Lawu inilah nuansa senja dihidupkan, namun ditemani dengan sepoci teh panas. Lanjutkan membaca “Hangatnya Senja di Lereng Arga Lawu”

Mangunan: Menyapa Fajar dari Kayangan

Mangunan: Menyapa Fajar dari Kayangan

 

Lima tahun lalu, nama Mangunan belum banyak didengar publik, khususnya wisatawan sebagai destinasi populer di Yogyakarta. Namun, sejak potret Mangunan dengan sungai awannya yang mengalir lembut tersebar di jagad maya, perlahan namanya merangkak naik dan berhasil menarik hati banyak pengunjung untuk menyambanginya.  Lanjutkan membaca “Mangunan: Menyapa Fajar dari Kayangan”

Umbul Cokro, Si Bening dari Klaten

Umbul Cokro, Si Bening dari Klaten

Potret sungai mengalir jernih nampaknya telah menjadi barang langka, terutama untuk mereka yang tinggal di perkotaan. Langka bukan berarti punah, di sudut kabupaten Klaten masih terjaga sebuah kawasan mata air yang kini menjadi terkenal karena kejernihannya, saking jernihnya seolah bisa langsung diminum. Terdapat tiga mata air atau umbul yang kini menjadi primadona Klaten, yaitu Umbul Ponggok, Umbul Manten dan Umbul Cokro. Lanjutkan membaca “Umbul Cokro, Si Bening dari Klaten”