Gunung Salak: Perjalanan yang Tak Sampai

Gunung Salak: Perjalanan yang Tak Sampai

Kami terjebak hujan di tengah belantara Salak, hanya berdua. Seraya menuruni trek terjal berbatu, terbersit di ingatan kami tentang cerita-cerita mistis yang konon katanya menyelubungi gunung ini. Kami harus tetap fokus karena tepat di sebelah kanan kami ada jurang yang dalam, sedangkan di kiri tersaji tebing-tebing cadas. Kesalahan sedikit saja bisa membuat kami tamat hari itu.

Lanjutkan membaca “Gunung Salak: Perjalanan yang Tak Sampai”

Angkringan Bapak: Gerobak Temaram Tempat Rindu Berlabuh

Angkringan Bapak: Gerobak Temaram Tempat Rindu Berlabuh

Tak lengkap rasanya jika bicara tentang Jogja tanpa menyebut angkringan di dalamnya. Ibarat sayuran tanpa garam, Jogja tanpa angkringan adalah kota yang hambar, kurang nikmat untuk dikenang. Dari gerobak angkringanlah kita dapat menyaksikan dan mengalami sendiri apa yang disebut oleh banyak orang tentang kesederhanaan dan kebersahajaan Jogja yang memikat.

Lanjutkan membaca “Angkringan Bapak: Gerobak Temaram Tempat Rindu Berlabuh”

Terjerat Nuansa Senja di Pantai Kesirat

Terjerat Nuansa Senja di Pantai Kesirat

Jalan aspal nan sempit mengiringi sepeda motor bebek kami membelah area perkebunan yang berbukit-bukit milik warga setempat. Tujuan kami sore itu adalah sebuah pantai sering disebut-sebut orang sebagai tempat yang romantis dan nyaman untuk menikmai senja. Sekalipun tujuan kami sore itu adalah tempat yang romantis, tapi kami bukanlah sepasang kekasih, melainkan dua orang anak kost yang sedang mencari wangsit.

Lanjutkan membaca “Terjerat Nuansa Senja di Pantai Kesirat”

Trowulan, Jejak Bisu Pudarnya Majapahit

Trowulan, Jejak Bisu Pudarnya Majapahit

Lima seri buku tentang Gajah Mada sudah tuntas kubaca, tapi bukan puas yang kudapat, malah sebuah rasa penasaran. “Sebesar apa sih Majapahit itu?” gumamku. Jika aku ingat-ingat kembali pelajaran sejarah dulu, Majapahit selalu disebutkan sebagai kerajaan Hindu termashyur, tak hanya di Jawa bahkan katanya terkenal hingga di Asia. Majapahit jugalah yang kelak menjadi cikal-bakal dari berdirinya Nusantara modern yang kini kita kenal dengan nama Indonesia.

Lanjutkan membaca “Trowulan, Jejak Bisu Pudarnya Majapahit”

Mengunduh Teduh di Curug Sadim

Mengunduh Teduh di Curug Sadim

Mataku belum terpejam sejak semalam, padahal pagi itu aku bersama kedua teman semasa SMA dulu sudah berjanji untuk melakukan hiking ke kawasan pegunungan di Bandung Utara. Kupikir perjalanan malam dari Jakarta ke Bandung paling hanya akan memakan waktu tiga hingga lima jam dan aku bisa tidur sejenak sebelum melanjutkan hiking. Tapi, dugaanku salah karena macet nan panjang itu menyita waktu hingga 10 jam.

Lanjutkan membaca “Mengunduh Teduh di Curug Sadim”

Wedang Uwuh, Si ‘Sampah’ yang Nikmat Diteguk

Wedang Uwuh, Si ‘Sampah’ yang Nikmat Diteguk

 

Ada yang berbeda dari angkringan Mas Bimo, tak tampak ada satupun gorengan yang tersaji di atas gerobaknya. Selidik demi selidik, ternyata Mas Bimo, ingin menciptakan konsep yang baru tentang angkringan, yaitu bukan hanya gerobak berisi kudapan pengenyang perut, tapi juga mengedukasi dan menyehatkan setiap pembelinya. Tapi, walaupun demikian, tetap ada nasi kucing aneka varian yang tersaji di gerobak ini.

Lanjutkan membaca “Wedang Uwuh, Si ‘Sampah’ yang Nikmat Diteguk”

Memburu Halimun Pagi Tanah Priangan

Memburu Halimun Pagi Tanah Priangan

Bagi seorang pekerja kantoran, tanggal merah di hari Senin adalah suatu sukacita yang amat besar. Akhir pekan yang lebih panjang satu hari itu adalah momen yang amat berharga untuk dilewatkan begitu saja. Alih-alih melewatkan hari libur dengan tidur lebih lama, aku memilih untuk bangun lebih awal dan memburu halimun pagi yang tentu saja mustahil untuk ditemukan di tengah padatnya Jakarta.

Lanjutkan membaca “Memburu Halimun Pagi Tanah Priangan”