Surat untuk Temanku yang Tak Lagi Bujang Hari Ini
Rekan Seperjalanan

Surat untuk Temanku yang Tak Lagi Bujang Hari Ini

Aku masih tidak menyangka bahwa obrolan ngalor-ngidul di pelataran Candi Barong tahun 2013 lalu itu menjadi kenyataan. Waktu itu, kami saling mengejek diri kami masing-masing sebagai seorang jomblo. Johannes, alias Paijo, pernah berpacaran di negerinya, kemudian putus. Senada dengannya, bahkan lebih tragis lagi, aku belum pernah berpacaran sama sekali. Waktu itu, di semester tiga kuliah, … Baca lebih lanjut

Bermula dari Sekadar Live-In, Berlanjut Jadi Keluarga
Catatan Hidup / Rekan Seperjalanan

Bermula dari Sekadar Live-In, Berlanjut Jadi Keluarga

Dari sebuah desa di perbukitan Menoreh, perjalanan yang panjang dimulai. Dari sinilah, hasrat untuk pergi merantau dari rumah mencuat dan menjadi nyata satu tahun setelahnya. Enam tahun lalu, sebagai seorang bocah SMA kelas XI yang tumbuh besar di kota, melihat desa yang hijau dipenuhi sawah adalah sukacita tak terkatakan. Bukan suatu kebetulan karena waktu itu … Baca lebih lanjut

Bantul, 1 Mei 2017: Ketika Pilihan Karier Kami Jatuh Bukan di Tempat Profit
Rekan Seperjalanan

Bantul, 1 Mei 2017: Ketika Pilihan Karier Kami Jatuh Bukan di Tempat Profit

Hari itu adalah hari buruh internasional. Ketika jagad media berisik membahas demo di Jakarta yang berujung bakar-bakaran bunga, kami bertemu di sebuah gang sempit, tepatnya di warung mangut lele yang paling terkenal se-antero Yogyakarta. Sambil mencicip ikan lele bertabur cabe, keringat bercucuran membasahi wajah, tapi pembicaraan kami hari itu bukan tentang lezatnya ikan lele, melainkan … Baca lebih lanjut

Dari Jakarta ke Sidareja—Perjalanan Singkat Bertemu Sahabat
Java Journey / Rekan Seperjalanan

Dari Jakarta ke Sidareja—Perjalanan Singkat Bertemu Sahabat

Sidareja, mungkin tak banyak orang yang kenal dengan nama ini, sebuah kecamatan yang berjarak 350 kilometer dari Jakarta. Sidareja bukanlah nama tempat yang tersohor, tapi tempat inilah yang selalu jadi agenda wajibku tatkala akhir pekan atau tanggal merah datang menyapa. Jauh-jauh hari sebelum libur Paskah mendekat, aku sudah bersiap di depan laptop untuk membeli tiket … Baca lebih lanjut

Dua Pejalan Nekat—Disatukan Karena Tekad!
Catatan Hidup / Rekan Seperjalanan

Dua Pejalan Nekat—Disatukan Karena Tekad!

Kami tak terlalu sering bertemu, seingatku hanya tiga kali pertemuan yang pernah kami lakukan. Dua kali di Bogor dan satu kali di Yogyakarta. Tapi, jarangnya bertemu bukan menjadi jurang yang membuat pembicaraan kami tidak nyambung, malah tiap kali bertemu mulut kami seolah tak mau berhenti bicara tentang pengalaman dan mimpi kami masing-masing. Hari Minggu yang lalu ketika … Baca lebih lanjut