Teman yang Sedikit, Teman yang Asyik

Teman yang Sedikit, Teman yang Asyik

 

Ketika Facebook baru mulai dikenal di tahun 2008 lalu, saya masih menjadi seorang bocah SMP yang sedang rajin-rajinnya singgah ke warnet untuk bermain Friendster, media sosial yang begitu populer pada zamannya. Buat saya pribadi, Friendster ini luar biasa menarik. Selain bisa menampilkan foto diri yang dinilai paling cakep, saya juga bisa menggonta-ganti latar halaman sesuai selera. Dan, yang paling menarik adalah saya bisa kepo sedikit-sedikit di akun gebetan. Lanjutkan membaca “Teman yang Sedikit, Teman yang Asyik”

Angpau yang Paling Mahal

Angpau yang Paling Mahal

 

Saat teman-teman keturunan Tionghoa lainnya sibuk mempersiapkan datangnya tahun baru Imlek, seperti biasanya tidak ada yang spesial di keluargaku. Tidak ada acara masak-masak, kumpul-kumpul, ataupun makan bersama. Di keluargaku, tahun baru Imlek itu tiada bedanya dengan hari biasa. Hanya sebuah hari biasa yang juga akan berlalu.

Lanjutkan membaca “Angpau yang Paling Mahal”

Kebahagiaan yang Saya Alami di Atas Rel

Kebahagiaan yang Saya Alami di Atas Rel

 

Bicara soal bahagia, setiap orang punya definisi masing-masing tentang apa itu bahagia. Ada yang bilang bahwa bahagia itu kalau punya uang banyak. Ada yang bilang bahwa bahagia itu kalau hidup bebas dari masalah dan bisa tidur nyenyak. Jika ditanyakan satu-satu, mungkin ada jutaan definisi tentang apa artinya bahagia. Lanjutkan membaca “Kebahagiaan yang Saya Alami di Atas Rel”

Di Balik Kepergian yang Mendadak

Di Balik Kepergian yang Mendadak

 

Kematian adalah sebuah misteri. Begitulah ungkapan yang pernah saya dengar. Kita tidak pernah tahu kapan kematian datang menjemput, apalagi tentang bagaimana caranya. Di hari Minggu pagi yang tenang, saya terkejut ketika mendapatkan kabar duka dari seorang rekan kuliah dulu. Di usianya yang belum mencapai 25 tahun, dia mengalami kecelakaan tunggal saat berkendara sepeda motor. Nyawanya tak terselamatkan dan dia meninggal seketika di lokasi kejadian. Lanjutkan membaca “Di Balik Kepergian yang Mendadak”

Ketika Jarak Tak Lagi Berarti

Ketika Jarak Tak Lagi Berarti

 

Perjalanan di atas kereta ekonomi selalu membuahkan banyak cerita. Kali ini ceritanya adalah tentang perjuangan cinta yang membuat jarak tak lagi berasa. Antara Jogja dan Jakarta terbentang jarak 500 kilometer lebih. Tapi, karena satu alasancintalima ratus kilometer itu tak lagi berarti. Lanjutkan membaca “Ketika Jarak Tak Lagi Berarti”

Yang Paling Berharga dari Hidup di Rumah Kos

Yang Paling Berharga dari Hidup di Rumah Kos

 

Saya tidak pernah menyangka 4,5 tahun yang dihabiskan di Jogja dampaknya begitu besar. Nyaris setahun setelah lulus dan merantau ke Ibukota, Jogja tak pernah bisa lepas dari memori. Dalam tiap tarikan napas sebelum tidur atau kala melamun, cerita tentang Jogja selalu muncul di benak. Terlalu banyak kisah manis yang pernah dikecap di kota ini. Lanjutkan membaca “Yang Paling Berharga dari Hidup di Rumah Kos”

Sebuah Amplop (Lagi) dari Jerman

Sebuah Amplop (Lagi) dari Jerman

 

Minggu kemarin (24/9), saya menerima sebuah pesan Whatsapp dari seorang kerabat di gereja. “Ada surat buatmu dari Jerman,” katanya. Saya mengernyit. Sebelumnya tidak ada pemberitahuan terlebih dulu dari Johannes Tschauner (Jo), sahabat saya yang berada di Jerman kalau dia akan mengirimkan sepucuk surat ke Indonesia. Lanjutkan membaca “Sebuah Amplop (Lagi) dari Jerman”

Bukan Kampung Halaman, Tapi Temanggung Selalu Memanggil Pulang

Bukan Kampung Halaman, Tapi Temanggung Selalu Memanggil Pulang

 

Kalau ada yang bertanya “kamu ini orang mana?” jujur, aku bingung menjawabnya. Secara geografis, aku lahir dan menghabiskan hidup selama 18 tahun di Bandung. Kemudian, selama 4,5 tahun aku hijrah di Jogja dan sekarang hampir setahun tinggal dan menyatu dengan ritme kehidupan di Jakarta. Lanjutkan membaca “Bukan Kampung Halaman, Tapi Temanggung Selalu Memanggil Pulang”