Pulang ke Desa Sidareja

Pulang ke Desa Sidareja

 

Di Stasiun Pasar Senen, Kereta Api Serayu Malam berangkat pukul 21.00, mengantarkan saya pergi meninggalkan Jakarta untuk perjalanan singkat akhir pekan. Saya duduk di kereta nomor dua dan sembilan jam kemudian, saya tiba di tujuan akhir saya: Stasiun Sidareja. Lanjutkan membaca “Pulang ke Desa Sidareja”

Merengkuh Jakarta Butuh Perjuangan

Merengkuh Jakarta Butuh Perjuangan

Nafasnya sedikit tersengal dan bulir-bulir keringat muncul di atas keningnya. Kaka baru saja berjalan sekitar satu kilometer, dari halte busway Pesakih menuju kantor. Setelah beristirahat barang semenit dua menit untuk mendinginkan badan, ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu mulai bekerja. Lanjutkan membaca “Merengkuh Jakarta Butuh Perjuangan”

Drama Menyebalkan di Atas Kereta Api

Drama Menyebalkan di Atas Kereta Api

Prriiiitt… Semboyan 35 berbunyi. Dari peron nomor lima Stasiun Tugu, Yogyakarta, Kereta Api (KA) Taksaka Malam melaju perlahan menuju Jakarta. Lima belas menit setelahnya, di jalur yang sama, KA Jayakarta Premium datang dari Surabaya Gubeng untuk berhenti sejenak kemudian kembali bertolak ke barat. Lanjutkan membaca “Drama Menyebalkan di Atas Kereta Api”

Akhirnya Saya Punya Tempat Tinggal Tetap di Jakarta

Akhirnya Saya Punya Tempat Tinggal Tetap di Jakarta

 

Tinggal di Jakarta itu susah-susah gampang. Kos-kosan bertebaran seperti kacang goreng, tapi cari yang kriuk, yang beneran nyaman itu susah. Lanjutkan membaca “Akhirnya Saya Punya Tempat Tinggal Tetap di Jakarta”

Sebotol Kayu Putih

Sebotol Kayu Putih

 

Ketika masih kecil dulu, aku selalu mengomel setiap kali Mama mengoleskan minyak kayu putih di perutku sehabis mandi. Aku risih. Aroma kayu putih itu menyengat. Setelah dioleskan, terasa membakar di kulit, walau tentu tidak sepanas balsem otot. Berkali-kali aku mencoba menghindar, tapi Mama tidak menyerah. Minyak menyebalkan itu tetap ia oleskan. “Biar gak masuk angin,” katanya ketus. Lanjutkan membaca “Sebotol Kayu Putih”

Yang Galak Yang Jadi Kawan

Yang Galak Yang Jadi Kawan

Setiap naik kereta api, selalu saja saya menyaksikan insiden orang salah duduk. Ujungnya bermacam-macam. Ada yang akhirnya mengalah, minta maaf, atau malah adu mulut. Lanjutkan membaca “Yang Galak Yang Jadi Kawan”

Saat Kami Kehabisan Bensin

Saat Kami Kehabisan Bensin

 

Saat berkunjung ke Yogyakarta minggu lalu, ada peristiwa unik—yang tidak saya duga sebelumnya—terjadi kepada saya. Lanjutkan membaca “Saat Kami Kehabisan Bensin”

Teman yang Sedikit, Teman yang Asyik

Teman yang Sedikit, Teman yang Asyik

 

Ketika Facebook baru mulai dikenal di tahun 2008 lalu, saya masih menjadi seorang bocah SMP yang sedang rajin-rajinnya singgah ke warnet untuk bermain Friendster, media sosial yang begitu populer pada zamannya. Buat saya pribadi, Friendster ini luar biasa menarik. Selain bisa menampilkan foto diri yang dinilai paling cakep, saya juga bisa menggonta-ganti latar halaman sesuai selera. Dan, yang paling menarik adalah saya bisa kepo sedikit-sedikit di akun gebetan. Lanjutkan membaca “Teman yang Sedikit, Teman yang Asyik”