Sebotol Kayu Putih

Ketika masih kecil dulu, aku selalu mengomel setiap kali Mama mengoleskan minyak kayu putih di perutku sehabis mandi. Aku risih. Aroma kayu putih itu menyengat. Setelah dioleskan, terasa membakar di kulit, walau tentu tidak sepanas balsem otot. Berkali-kali aku mencoba menghindar, tapi Mama tidak menyerah. Minyak menyebalkan itu tetap ia oleskan. “Biar gak masuk angin,” katanya ketus. Continue reading “Sebotol Kayu Putih”

Yang Galak Yang Jadi Kawan

Photo by Adi Suryanata on Unsplash

Setiap naik kereta api, selalu saja saya menyaksikan insiden orang salah duduk. Ujungnya bermacam-macam. Ada yang akhirnya mengalah, minta maaf, atau malah adu mulut. Continue reading “Yang Galak Yang Jadi Kawan”

Saat Kami Kehabisan Bensin

Saat berkunjung ke Yogyakarta minggu lalu, ada peristiwa unik—yang tidak saya duga sebelumnya—terjadi kepada saya. Continue reading “Saat Kami Kehabisan Bensin”

Teman yang Sedikit, Teman yang Asyik

Ketika Facebook baru mulai dikenal di tahun 2008 lalu, saya masih menjadi seorang bocah SMP yang sedang rajin-rajinnya singgah ke warnet untuk bermain Friendster, media sosial yang begitu populer pada zamannya. Buat saya pribadi, Friendster ini luar biasa menarik. Selain bisa menampilkan foto diri yang dinilai paling cakep, saya juga bisa menggonta-ganti latar halaman sesuai selera. Dan, yang paling menarik adalah saya bisa kepo sedikit-sedikit di akun gebetan. Continue reading “Teman yang Sedikit, Teman yang Asyik”

Angpau yang Paling Mahal

Saat teman-teman keturunan Tionghoa lainnya sibuk mempersiapkan datangnya tahun baru Imlek, seperti biasanya tidak ada yang spesial di keluargaku. Tidak ada acara masak-masak, kumpul-kumpul, ataupun makan bersama. Di keluargaku, tahun baru Imlek itu tiada bedanya dengan hari biasa. Hanya sebuah hari biasa yang juga akan berlalu.

Continue reading “Angpau yang Paling Mahal”