Menulis Diary, Menyadari Momen Berharga Setiap Hari

Di kamar kos yang pengap dan sering dimasuki tikus, sebuah buku tulis terbuka di atas meja. Halaman-halamannya masih polos, belum ada setitik pun coretan. Buku itu diberikan oleh sepasang suami istri dari Boyolali sebagai hadiah di bulan Januari tahun 2017. Saya lalu berkomitmen untuk menjadikan buku itu sebagai diary yang mencatat hari lepas hari. Tapi, sampai di bulan ketiga di tahun yang sama, tak ada bolpoin yang menggores lembaran-lembaran kertas di buku itu. Continue reading “Menulis Diary, Menyadari Momen Berharga Setiap Hari”

Pulang ke Desa Sidareja

Di Stasiun Pasar Senen, Kereta Api Serayu Malam berangkat pukul 21.00, mengantarkan saya pergi meninggalkan Jakarta untuk perjalanan singkat akhir pekan. Saya duduk di kereta nomor dua dan sembilan jam kemudian, saya tiba di tujuan akhir saya: Stasiun Sidareja. Continue reading “Pulang ke Desa Sidareja”

Sebotol Kayu Putih

Ketika masih kecil dulu, aku selalu mengomel setiap kali Mama mengoleskan minyak kayu putih di perutku sehabis mandi. Aku risih. Aroma kayu putih itu menyengat. Setelah dioleskan, terasa membakar di kulit, walau tentu tidak sepanas balsem otot. Berkali-kali aku mencoba menghindar, tapi Mama tidak menyerah. Minyak menyebalkan itu tetap ia oleskan. “Biar gak masuk angin,” katanya ketus. Continue reading “Sebotol Kayu Putih”

Yang Galak Yang Jadi Kawan

Photo by Adi Suryanata on Unsplash

Setiap naik kereta api, selalu saja saya menyaksikan insiden orang salah duduk. Ujungnya bermacam-macam. Ada yang akhirnya mengalah, minta maaf, atau malah adu mulut. Continue reading “Yang Galak Yang Jadi Kawan”

Saat Kami Kehabisan Bensin

Saat berkunjung ke Yogyakarta minggu lalu, ada peristiwa unik—yang tidak saya duga sebelumnya—terjadi kepada saya. Continue reading “Saat Kami Kehabisan Bensin”