Catatan di Seperempat Abad

Catatan di Seperempat Abad

Suatu ketika di kota Yogyakarta saya bersantap pagi bersama seorang kawan lama. Perjalanan ke Jogja kali ini terjadi mendadak, tanpa direncanakan. Saya tiba di Stasiun Lempuyangan pagi hari dan siang harinya kembali bertolak ke Cilacap. Lanjutkan membaca “Catatan di Seperempat Abad”

Perjalanan yang Tak Bertujuan

Perjalanan yang Tak Bertujuan

Mendung menggantung di langit Temanggung. Saya punya waktu kurang dari enam jam untuk menjelajahi kota ini sebelum sorenya kembali pulang ke Jakarta. Semenit dua menit berpikir, saya bingung mau ke mana. Lanjutkan membaca “Perjalanan yang Tak Bertujuan”

Jakarta yang Berbenah, Aku yang Berubah

Jakarta yang Berbenah, Aku yang Berubah

Suatu hari aku menaiki bus Trans Jakarta menuju kota. Di Jalan Daan Mogot sebelum Kali Pesing, aku melihat sebuah jembatan penyeberangan orang dan halte busway yang bernama Jembatan Gantung masih tak tersambung. Jembatan itu akhirnya menyerah. Ia patah setelah berkali-kali ditabrak truk. Lanjutkan membaca “Jakarta yang Berbenah, Aku yang Berubah”

Berkah di Balik Pindah Kursi

Berkah di Balik Pindah Kursi

Akhir pekan di awal Desember, saya pergi ke Yogyakarta lagi. Kali ini saya berangkat di pagi hari naik kereta api Gajahwong. Kereta berangkat dari Pasar Senen pukul 06:45. Saya duduk di kursi nomor 8D. Di depan saya, duduk empat orang yang adalah satu keluarga. Mereka terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Sang ayah rupanya salah perhitungan saat memesan tiket. Dia kira kursi nomor 6 dan 7 adalah kursi yang saling berhadapan. Tapi, nyatanya itu adalah kursi yang saling memunggungi. Lanjutkan membaca “Berkah di Balik Pindah Kursi”

Refleksi Dua Tahun Bekerja: Sebuah Perjalanan ke Puncak Bukit

Refleksi Dua Tahun Bekerja: Sebuah Perjalanan ke Puncak Bukit

Setiap kali melihat kalender yang letaknya di samping monitor, rasanya waktu berjalan sangat cepat. 5 Desember 2018, hari ini genap dua tahun saya masuk dan bekerja di Jakarta, di sebuah kantor lembaga nirlaba yang letaknya di pojok barat Jakarta. Kalau mengingat bagaimana kalutnya suasana hati kala pertama masuk kerja dulu, bisa bertahan sampai sejauh ini tentu adalah sebuah berkat dan kesempatan yang amat baik. Lanjutkan membaca “Refleksi Dua Tahun Bekerja: Sebuah Perjalanan ke Puncak Bukit”

Teguran di Ujung Setang Motor

Teguran di Ujung Setang Motor

Dua bulan lalu saya merasa stres dan tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Hari-hari terasa suram. Mata sembab. Kepala berat. Semangat menguap. Akhirnya di hari Sabtu pagi saya memutuskan pulang ke Bandung secara mendadak, untungnya masih ada tiket kereta. Lanjutkan membaca “Teguran di Ujung Setang Motor”

Yanto dan Paijo, Dua Sahabat Beda Bangsa

Yanto dan Paijo, Dua Sahabat Beda Bangsa

 

“Hey Ary!

How are you doing? it´s been a long time since we chatted last time. Hope you are doing well. Many things have happened, also strong earthquake etc. in sulawesi. I wish all the best for your country.” Lanjutkan membaca “Yanto dan Paijo, Dua Sahabat Beda Bangsa”

Sejoli Tua di Atas Kereta Api

Sejoli Tua di Atas Kereta Api

 

Beberapa saat lagi Kereta Api (KA) Argo Dwipangga akan tiba di jalur 5 Stasiun Tugu, Yogyakarta. Kereta berangkat dari Stasiun Solo Balapan dengan tujuan akhir menuju Stasiun Gambir, Jakarta. Lanjutkan membaca “Sejoli Tua di Atas Kereta Api”