Tembok Bata dari Jaring Laba-laba 

Alkisah ketika Perang Dunia II berlangsung di Pasifik, seorang marinir Amerika Serikat (AS) terpisah dari pasukannya. Berawal dari keterpisahan dan nyaris mati, sang marinir malah mendapati ‘mukjizat’ pertolongan. Tak diketahui siapa nama marinir tersebut, tetapi kemungkinan besar kisah ini terjadi di Saipan, salah satu pulau di Kepulauan Mariana.  Perang di Pasifik antara AS dengan Jepang jauh berbeda dengan palagan di Eropa. Tentara AS menghadapi medan … Lanjutkan membaca Tembok Bata dari Jaring Laba-laba 

Cuek di Awal, Tuai Bencana Kemudian

“Ke Indomaret yuk, Ry,” kata-kata yang sering dilontarkan Brian tiap menjelang tengah malam. Dan, tak pernah kutolak pula ajakan itu. Kami lalu berjalan kaki, melompati portal depan gang yang selalu ditutup selepas jam sebelas. Hasil perjalanan itu beragam: Brian membawa nasi padang yang katanya cemilan tengah malam, dan aku menjilati es krim seharga lima ribuan.  Brian adalah kawan kalongku. Beserta dengan seisi kosan lainnya, kami … Lanjutkan membaca Cuek di Awal, Tuai Bencana Kemudian

Cerita-cerita Setelah Bisa Nyetir Mobil

Jalan Daan Mogot. Panjangnya 27 kilometer, membentang dari Grogol di Jakarta Barat, sampai ke Tangerang. Saat hari kerja dan jam sibuk, macetnya bisa di sepanjang ruas. Bagi yang baru pertama menjajal jalan ini, mungkin merasa gondok, macetnya kok luar binasa. Tapi bagi penglaju yang sudah saban hari wara-wiri, ya terima nasib.  Hari ini, Suzuki APV berwarna ungu terong yang kukendarai ikut menyemut di Daan Mogot. … Lanjutkan membaca Cerita-cerita Setelah Bisa Nyetir Mobil

Kawan-kawan di Bibir Kawah

Pohon-pohon cantigi bertengger teguh di tepi tebing-tebing curam yang menghujam ke kawah. Sesekali mereka bergoyang diterpa angin, menampilkan paras elok. Tetapi, lanskap yang tersaji di belakangnya berkebalikan dengan keelokan: kawah gunung berapi yang sewaktu-waktu bisa meletup. Agustus setahun lalu, kawah ini batuk tanpa pertanda. Air, abu, dan asap pekat tumpah ke udara. Wisatawan dan pedagang lari tunggang-langgang. Tak ada yang menyangka, kawah Ratu Tangkubanperahu akan … Lanjutkan membaca Kawan-kawan di Bibir Kawah

Cerpen: Kisah Kasih dari Sidareja

Jam setengah delapan. Di kota, jam segini belumlah tergolong malam, tapi tidak dengan di Sidareja. Hilir mudik manusia semakin jarang. Kodok-kodok dari sawah semakin banter terdengar. Setelah dua belas jam berdagang, ditariklah tirai besi yang menandakan toko kelontong Roland selesai bertransaksi.  Roland adalah kawan baikku, seorang pria sintal bermata sipit, warga keturunan yang telah bergenerasi menetap di tanah Ngapak. Delapan tahun lalu, aku berkawan dengannya … Lanjutkan membaca Cerpen: Kisah Kasih dari Sidareja

Gara-gara “Yayam Goyeng”

Pagebluk sudah menjangkit lebih dari tiga bulan. Bagiku yang hidup menjadi kuncen atas bangunan kantor sepuluh ruko, jangankan pergi nyepur lintas provinsi, jalan kaki ke minimarket di pojokan jalan saja warga kantor sudah heboh. “Eh maskernya jangan lupa!”, “Cuci tangan sebelum masuk kantor.”, “Bajunya ganti! Bawa virus dari luar.” Ah, persetan dengan virus tak kasat mata itu, gumamku dalam hati.  Tiga bulan itu kulalui dengan … Lanjutkan membaca Gara-gara “Yayam Goyeng”