Pengalaman Pertama Ikut WordCamp Jakarta 2017

Saya adalah pendatang baru di dunia blog. Walaupun sudah menulis sejak 2014, tapi saya baru memiliki blog personal pada 2016 lalu, itu pun blog gratisan yang dibuat di WordPress. Namun, saya bersyukur karena di tahun ini saya berkesempatan untuk mengikuti sebuah acara akbar yang khusus digelar untuk para pengguna WordPress, entah itu blogger, developer, ataupun lainnya. Pokoknya, semua diundang untuk hadir. Continue reading “Pengalaman Pertama Ikut WordCamp Jakarta 2017”

Iklan

Jelajah Pecinan di Jantung Jakarta

Perjalanan panjang Jakarta sebagai sebuah kota tak bisa lepas dari keberadaan Pecinan–sebuah kawasan tempat bermukimnya orang-orang Tionghoa. Sejak Jakarta masih akrab disapa sebagai Batavia, orang-orang Tionghoa telah hadir, menetap, dan melarut dalam kehidupan masyarakatnya. Continue reading “Jelajah Pecinan di Jantung Jakarta”

Tradisi Patekoan: Yang Gratis di Tengah Jakarta yang Serba Berbayar

Delapan teko bermotif jadul dipajang di atas sebuah meja yang lokasinya tepat di pinggir jalan raya. Empat teko di sisi kiri, selusin gelas di tengah-tengah, dan empat teko di sisi kanan. Teko-teko itu tidak kosong, semuanya terisi penuh oleh teh tawar hangat. Continue reading “Tradisi Patekoan: Yang Gratis di Tengah Jakarta yang Serba Berbayar”

Kala Senja di Meester Cornelis

Meester Cornelis? Pernah dengar namanya atau menyambanginya? Mungkin nama ini terdengar asing bagi kita, juga saya yang hidup di abad ke-21. Namun, jika kita telisik lebih dalam, Meester Cornelis sebetulnya bukanlah tempat yang asing. Setiap penumpang kereta api dari arah timur yang menuju Jakarta, pasti akan melewatinya. Meester Cornelis yang sekarang kita kenal adalah Jatinegara, sebuah kecamatan yang terletak di timur Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Continue reading “Kala Senja di Meester Cornelis”

Memahami Jakarta dari Sunda Kelapa

Jika diibaratkan sebagai manusia, usia Jakarta tidak lagi belia. Detak jantunya tak beraturan karena jalan-jalannya begitu semerawut. Paru-parunya sesak karena polusi menyusupi setiap partikel udaranya. Nadinya pun kian menyempit karena setiap jengkal ruang kosong telah disulap menjadi hutan beton. Di usianya yang sepuh, Jakarta masih berjuang untuk memulihkan dan memuliakan dirinya menjadi sebuah megapolitan yang sehat dan ramah. Continue reading “Memahami Jakarta dari Sunda Kelapa”