Hal Terbodoh yang Pernah Kulakukan

1

Ketika aku membuka kembali kumpulan foto-foto lama di hardisk-ku, pandanganku terhenti di sebuah foto ketika aku berpose di depan sebuah mobil pikap.  Di atas pikap itu, ada kasur, lemari, dan puluhan perabotan lainnya yang siap diangkut. Seingatku, foto itu diambil pada hari Sabtu—hari di mana aku amat sumringah karena akan pindah ke rumah kos yang baru.

Continue reading “Hal Terbodoh yang Pernah Kulakukan”

Di Balik Senyum Hangat Simbah Ngatilah

 

Setiap kali hendak berkunjung ke rumah kerabat di desa, aku sengaja tidak pernah memberitahukannya dulu kepada mereka. Bukan karena ingin memberi kejutan, tapi supaya tidak merepotkan. Kalau aku mengabari terlebih dahulu, mereka pasti akan merepotkan diri dengan memasak berbagai makanan. Padahal, aku bukanlah tamu istimewa, hanya seorang biasa yang suka melarikan diri dari Jakarta tiap akhir pekan.

Continue reading “Di Balik Senyum Hangat Simbah Ngatilah”

Selamat Ulang Tahun, Papi!

Ada banyak panggilan untuk menyebut sesosok ayah. Ada yang memanggilnya bapak, papa, abi, papi ataupun daddy. Sejak kecil, aku diajari untuk memanggilnya dengan sebutan Papi, sebutan yang hingga hari ini masih sering kulontarkan kepadanya.

Continue reading “Selamat Ulang Tahun, Papi!”

Cerita Tentang 3 Sahabat

Layar ponselku menyala. Tampak sebuah pesan masuk di grup LINE.

Gw udah beres interview, katanya sih keputusan malam ini, tulis Iko.

Pesan itu disambut dengan balasan-balasan pertanyaan lainnya dariku dan seorang lainnya bernama Yoses. Hari itu, Iko baru saja menyelesaikan tahapan interview yang menentukan ke mana hidupnya akan menuju setelah dinyatakan lulus sebagai sarjana. Satu hari berselang, Iko diterima bekerja di perusahaan tempatnya melamar di Jakarta dan harus segera berkemas pindah dari Bandung, kota yang mempertemukan dan membesarkan persahabatan kami bertiga.

Continue reading “Cerita Tentang 3 Sahabat”

Aku dan Kereta Api

Sewaktu kecil dulu, badanku kurus kering karena susah makan. Badanku hanyalah tulang yang berbalut kulit, nyaris tanpa daging. Untuk menggenjot berat badanku, segala cara dilakukan ibuku untuk membuatku mau makan walaupun hanya sesuap. Mulai dari memaksaku minum susu dan vitamin, hingga mengajakku jalan-jalan.

Continue reading “Aku dan Kereta Api”