Tidak ada Pekerjaan yang Benar-benar Enak

“Aduh Ry, itu GM gua ngeselin banget. Seenaknya banget dia pakai jam kerja buat urusan pribadinya! Continue reading “Tidak ada Pekerjaan yang Benar-benar Enak”

Merengkuh Jakarta Butuh Perjuangan

Nafasnya sedikit tersengal dan bulir-bulir keringat muncul di atas keningnya. Kaka baru saja berjalan sekitar satu kilometer, dari halte busway Pesakih menuju kantor. Setelah beristirahat barang semenit dua menit untuk mendinginkan badan, ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu mulai bekerja. Continue reading “Merengkuh Jakarta Butuh Perjuangan”

Akhirnya Saya Punya Tempat Tinggal Tetap di Jakarta

Tinggal di Jakarta itu susah-susah gampang. Kos-kosan bertebaran seperti kacang goreng, tapi cari yang kriuk, yang beneran nyaman itu susah. Continue reading “Akhirnya Saya Punya Tempat Tinggal Tetap di Jakarta”

Sebotol Kayu Putih

Ketika masih kecil dulu, aku selalu mengomel setiap kali Mama mengoleskan minyak kayu putih di perutku sehabis mandi. Aku risih. Aroma kayu putih itu menyengat. Setelah dioleskan, terasa membakar di kulit, walau tentu tidak sepanas balsem otot. Berkali-kali aku mencoba menghindar, tapi Mama tidak menyerah. Minyak menyebalkan itu tetap ia oleskan. “Biar gak masuk angin,” katanya ketus. Continue reading “Sebotol Kayu Putih”

Yang Galak Yang Jadi Kawan

Photo by Adi Suryanata on Unsplash

Setiap naik kereta api, selalu saja saya menyaksikan insiden orang salah duduk. Ujungnya bermacam-macam. Ada yang akhirnya mengalah, minta maaf, atau malah adu mulut. Continue reading “Yang Galak Yang Jadi Kawan”