Dua tahun belakangan, setiap kali naik kereta api saya selalu mendapatkan kesan yang positif: pelayanan yang ramah, fasilitas yang baik, dan waktu perjalanan yang lumayan tepat waktu. Namun, kemarin (13/01) saya mendapatkan pengalaman kurang menyenangkan dari PT. Kereta Api Indonesia (KAI) selaku penyelenggara moda transportasi kereta api. Tulisan ini ditulis bukan dengan tujuan untuk mencoreng nama baik, namun sekadar sharing kepada sesama penumpang dan juga sebagai masukan kepada perusahaan agar berbenah menjadi lebih baik. Baca Selengkapnya

Secangkir teh panas tersaji di atas meja. Saya menyeruputnya pelan-pelan sembari mengecek ponsel. Sepuluh langkah dari kursi tempat saya duduk, seorang kasir terdengar berdiskusi dengan pembeli. Mereka bicara kopi, minuman yang banyak digemari orang, tapi tak nyaman terasa di lidah saya. Baca Selengkapnya

Tujuh tahun lalu, saya sering menghabiskan hari Sabtu bersama teman-teman sekelas di Gunung Puntang. Dari Kota Bandung, kami berangkat saat matahari baru bersinar, mengendarai sepeda motor sembari menahan angin dingin yang menerpa tubuh. Baca Selengkapnya

 

Di hari Minggu pagi yang kelabu, saya terduduk di pinggiran rel Stasiun Sidareja. Sembari memandang langit yang sebentar lagi akan turun hujan, saya menanti kedatangan sang ular besi yang akan mengantar saya kembali ke Jakarta. Agak jauh dari tempat saya terduduk, ada puluhan penumpang lainnya yang juga akan meninggalkan Sidareja pagi itu. Baca Selengkapnya

Foto oleh Garrysen David
Teks oleh Aryanto Wijaya

Malam Natal, 24 Desember 2018 yang lalu berlangsung lancar dan aman. Terima kasih dan dua jempol patut diacungkan kepada segenap aparat yang telah bersumbangsih mengamankan rangkaian acara Natal di tahun ini.

Biasanya, ketika rangkaian ibadah Natal berlangsung, media-media nasional memberitakan kekhidmatan suasana dari beberapa gereja besar. Yang paling sering adalah dari Gereja Katolik Katedral di Jakarta yang dibanjiri oleh ribuan umat. Melalui tulisan ini, saya ingin membagikan secuplik suasana Natal dari lokasi dan suasana yang lain: dari sebuah gereja Protestan di bilangan barat kota Bandung. Baca Selengkapnya

Akhir pekan di awal Desember, saya pergi ke Yogyakarta lagi. Kali ini saya berangkat di pagi hari naik kereta api Gajahwong. Kereta berangkat dari Pasar Senen pukul 06:45. Saya duduk di kursi nomor 8D. Di depan saya, duduk empat orang yang adalah satu keluarga. Mereka terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Sang ayah rupanya salah perhitungan saat memesan tiket. Dia kira kursi nomor 6 dan 7 adalah kursi yang saling berhadapan. Tapi, nyatanya itu adalah kursi yang saling memunggungi. Baca Selengkapnya

Senin, 26 November 2018, hujan turun membasahi kota Muntilan. Saya menepikan motor di bawah pohon, mengenakan mantel hujan, dan melanjutkan perjalanan menuju Jogja. Tapi, hujan yang turun kelewat deras. Pakaian yang sudah diselimuti plastik mantel hujan pun akhirnya tetap saja basah. Baca Selengkapnya

%d blogger menyukai ini: