Menulis Diary, Menyadari Momen Berharga Setiap Hari

Di kamar kos yang pengap dan sering dimasuki tikus, sebuah buku tulis terbuka di atas meja. Halaman-halamannya masih polos, belum ada setitik pun coretan. Buku itu diberikan oleh sepasang suami istri dari Boyolali sebagai hadiah di bulan Januari tahun 2017. Saya lalu berkomitmen untuk menjadikan buku itu sebagai diary yang mencatat hari lepas hari. Tapi, sampai di bulan ketiga di tahun yang sama, tak ada bolpoin yang menggores lembaran-lembaran kertas di buku itu. Continue reading “Menulis Diary, Menyadari Momen Berharga Setiap Hari”

Menjajal Rute KRL Terpanjang di Indonesia

“Ketemu di Stasiun Palmerah jam 8 ya Ry!” kata Advent, rekan saya yang akan menjadi kawan perjalanan jelajah Sabtu ini. Jam 07:45 saya sudah tiba di Stasiun Tanahabang. Buru-buru saya berlari, pindah peron dari jalur dua ke lima untuk menaiki KRL tujuan Rangkasbitung yang berangkat tepat pukul 07:50. Tapi saya bernasib sial. Stasiun dipadati penumpang. Eskalator pun mampet. Alhasil saya pun tertinggal kereta. Continue reading “Menjajal Rute KRL Terpanjang di Indonesia”

Romansa Fajar di Negeri Tembakau

Di tengah kepadatan rutinitas, momen fajar rasa-rasanya bukanlah masa yang istimewa dalam keseharian kita. Kita bangun, bersiap diri, lalu larut dalam kesibukan. Sinar mentari pagi dan udara sejuk yang mengalir tak lagi membuat mulut kita mengucap syukur atas nikmat kehidupan dari yang kuasa. Namun, berada di Negeri Tembakau, tepat di lembah antara Arga Sumbing dan Sindoro, momen fajar itu terasa begitu agung, juga magis. Membuat mata ini memandang takjub dan hati berlimpah sukacita.  Continue reading “Romansa Fajar di Negeri Tembakau”

Pulang ke Desa Sidareja

Di Stasiun Pasar Senen, Kereta Api Serayu Malam berangkat pukul 21.00, mengantarkan saya pergi meninggalkan Jakarta untuk perjalanan singkat akhir pekan. Saya duduk di kereta nomor dua dan sembilan jam kemudian, saya tiba di tujuan akhir saya: Stasiun Sidareja. Continue reading “Pulang ke Desa Sidareja”

Pengalaman Tertahan di Imigrasi Woodlands, Singapura

Antrean masuk menuju Woodlands Checkpoint, Singapura

Dua kali masuk ke Singapura, semua berjalan lancar. Di Bandara Changi, saya menunjukkan paspor, scan dua jempol, difoto wajah, dan selesai. Tapi, minggu lalu ceritanya berbeda. Paspor saya ditahan dan saya diinterogasi oleh petugas imigrasi. Proses ini memakan waktu hampir dua jam. Buat saya yang baru pertama kali mengalami hal ini, rasanya ngeri-ngeri sedap.   Continue reading “Pengalaman Tertahan di Imigrasi Woodlands, Singapura”