Telusur Jalan Daan Mogot, Ada Nama Besar di Balik Panjang Jalannya

Tahun ini adalah tahun ketiga saya tinggal di Jakarta, tepatnya di kawasan Jalan Daan Mogot.

Jalanan ini tidak ada matinya, ia menjadi arteri yang menghubungkan Jakarta dengan Kota Tangerang. Di hari kerja, pagi-pagi aspalnya sudah dipadati roda-roda kendaraan dari arah timur ke barat, dan sebaliknya di sore hari. Jam tiga pagi pun, saat saya tiba naik kereta malam, jalanan ini tetap ramai lalu-lalang kendaraan.

Melihat perannya yang vital sebagai fasilitas transportas di megapolitan, saya lalu bertanya-tanya, siapakah “Daan Mogot” yang menjadi nama dari jalan ini? Rasanya tentu dia bukanlah orang sembarangan. Jalan Daan Mogot membentang sejauh 27,5 kilometer, dari Grogol di Jakarta Barat, hingga Kota Tangerang.

Pertanyaan itu akhirnya membawa saya pergi menjelajah ke sebuah pusara di tengah Kota Tangerang.

Daan Mogot, pahlawan yang usianya tak sepanjang nama jalannya

Di Minggu siang yang panas, saya bersama Putra berkendara naik motor ke arah barat. Perjalanan siang itu memang bertujuan untuk mencari-cari spot yang menarik di Tangerang. Selain Sungai Cisadane, terbersitlah ide untuk mampir ke makam Daan Mogot.

“Makamnya di pinggir jalan kok,” sahut Putra.

“Hah? Apa iya? Gua gak pernah lihat, di belah mananya?”

Kemudi motor lalu dipegang Putra. Di sebuah pertigaan yang memasuki Kota Tangerang, motor kami melaju lurus, melewati jalanan yang rimbun ditutupi ranting pepohonan. Meski jaraknya tidak jauh-jauh amat, tapi nuansa Kota Tangerang agaknya berbeda dengan Jakarta. Kota ini dibelah oleh Sungai Cisadane yang lumayan lebar. Di banyak ruas jalannya, pedestrian tertata cukup rapi dan pepohonan tumbuh rindang.

Putra melambatkan laju motor lalu berbelok ke kiri. Kami tiba di sebuah kompleks Taman Makam Pahlawan. Tidak ada pengunjung siang itu, hanya ada sekelompok siswa sedang berlatih pramuka. Makam di sini ukurannya tidak besar, hanya satu petak saja. Sebagai tengara makam, nisan-nisan berwarna putih berdiri rapi.

Mereka yang terbaring di sini adalah para pejuang kemerdekaan yang gugur di medan perang Lengkong (kini masuk wilayah BSD, dan dulunya adalah hutan) pada tahun 1946. Salah satu di antara mereka yang gugur adalah Daan Mogot.

Daan Mogot sendiri memiliki nama lengkap sebagai Daniel Elias Mogot. Ia lahir pada tanggal 28 Desember 1928 di Manado, Sulawesi Utara. Ayahnya, Nicolaas Fredrik Mogot alias Nico Mogot, menjabat sebagai Hukum Besar yang memimpin distrik di Amurang dan Ratahan. Ketika ayahnya terpilih menjadi anggota Volksraad pada tahun 1939, Daan Mogot dan keluarganya pindah ke Jakarta.

Tiga tahun pasca kepindahannya ke Jakarta, Hindia Belanda menyerah kepada Jepang. Kala itu, usia Daan Mogot hampir 14 tahun dan ia menjadi salah satu yang terpilih untuk mengikuti latihan pemuda (Seinen Dojo) di Tangerang. Singkat cerita, pada tahun 1945, di usia mudanya, Daan Mogot mendirikan Miltaire Academie Tangerang, dan pangkatnya adalah Mayor. Di tahun 1946, ketika Indonesia sudah merdeka, masih ada serdadu-serdadu Jepang yang belum mau menyerah kepada Republik Indonesia. Berdasar catatan dari Tirto.id, disebutkan kalau serdadu Jepang itu biasanya cuma mau menyerah pada militer Inggris.

Jalan damai lalu dicoba oleh Daan Mogot, tapi gagal. Untuk menipu serdadu-serdadu Jepang itu, Daan Mogot dan Mayor Wibowo membawa 8 serdadu militer Inggris asal India yang berada di pihak republik, juga puluhan taruna dari Militaire Academie Tangerang. Rencana ini adalah tipuan, seolah-olah operasi gabungan pihak republik dengan Inggris.

Awalnya rencana berjalan lancar. Serdadu-serdadu Jepang itu mau memberikan senjata ke pihak Daan Mogot. Tapi, hal yang di luar rencana terjadi. Suara letusan senjata terdengar tiba-tiba. Suasana kacau. Serdadu-serdadu Jepang itu berusaha merebut kembali senjata itu, tapi pihak Daan Mogot enggan. Tak ayal pertempuran pun pecah. Daan Mogot menjadi salah satu korban yang gugur dalam peristiwa ini. Ia meninggal dunia dalam usia mudanya.

Tujuh dekade berselang setelah kepergiannya, negeri yang Daan Mogot perjuangkan telah menjelma menjadi negeri yang besar dan padat penduduk. Pun hutan tempat Daan Mogot gugur telah menjelma menjadi suatu wilayah pemukiman yang menyangga ibu kota.

Daan Mogot mungkin tidak pernah tahu bahwa perjuangan dan darahnya yang tertumpah itu kelak terabadikan dalam sebuah nama jalan yang menjadi penyambung asa warga Tangerang.

Pusara Daan Mogot
Relief Palagan Perang Lengkong

***

Saya bersyukur bisa tahu dan menyambangi Daan Mogot meski beliau telah tiada. Mengetahui siapa dia membuat perjalanan saya saban hari di Jalan Daan Mogot tidak lagi diisi tanda tanya, melainkan sebuah pengetahuan bahwa negeri ini dibangun di atas perjuangan lintas generasi yang juga melampaui sekat-sekat perbedaan.

Daan Mogot, seorang Manado, dan seorang Kristen, turut ambil bagian dalam membangun dan mempertahankan sebuah negeri yang kaya karena keberagamannya.

12 respons untuk ‘Telusur Jalan Daan Mogot, Ada Nama Besar di Balik Panjang Jalannya

  1. Saya hampir setiap hari ke Jakarta dan memang sering mendengar nama Jalan Daan Mogot. Jarang banget sih ngelewatin jalan ini, tapi baru tau kalau di balik itu, ada sejarah yang bisa diceritakan di sini. Teima kasih informasinya. 🙂

    1. Sama-sama 🙂

      Saya sebenarnya tahu kalau Daan Mogot itu nama pejuang, tapi gak pernah tahu detail. Dan, ternyata ada makamnya juga. Sekarang jadi lega deh kalau lewatin jalan ini, sudah tahu asal muasalnya hehehe.

    1. Iya mbak.
      Saya juga baru tahu nama Daan Mogot setelah tinggal di sini. Dulu memang pernah denger kalau orang sebut Studio Indosiar Daan Mogot, tapi sama sekali gak punya gambaran tentang siapa gerangan beliau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s