Monthly Archives: April 2019

Sekitar tahun 1970-an, ketika moda transportasi berbasis ban karet mulai menjamur, kereta api di jalur-jalur cabang mulai kehilangan pamornya. Alhasil banyak jalur-jalur itu pun ditutup, mati, dan menjadi kepingan sejarah seterusnya. Namun, ada satu jalur yang dulu sempat mati suri kini bangkit kembali. Jalur itu bisa kita nikmati di atas laju kereta yang lambat namun membangkitkan kesan nostalgia.

Tahun ini adalah tahun ketiga saya tinggal di Jakarta, tepatnya di kawasan Jalan Daan Mogot. Jalanan ini tidak ada matinya, ia menjadi arteri yang menghubungkan Jakarta dengan Kota Tangerang. Di hari kerja, pagi-pagi aspalnya sudah dipadati roda-roda kendaraan dari arah timur ke barat, dan sebaliknya di sore hari. Jam tiga pagi pun, saat saya tiba naik kereta malam, jalanan ini tetap ramai lalu-lalang kendaraan.

Mendung menggantung di langit Temanggung. Saya punya waktu kurang dari enam jam untuk menjelajahi kota ini sebelum sorenya kembali pulang ke Jakarta. Semenit dua menit berpikir, saya bingung mau ke mana.

Temanggung di bulan Januari adalah kota yang sempurna untuk bermalas-malasan. Hujan turun dengan deras. Langit kelabu. Dan udara dingin mengalir lembut dari lereng Sumbing-Sindoro. Kunjungan saya dua hari di kota ini nyaris hanya dilewatkan di atas kasur jika Tegar tidak ‘memaksa’ saya untuk keluar.