Mau Ke Jogja Naik Kereta? Ini Daftar Lengkap 18 Kereta Api Jurusan Jakarta-Jogja PP

Minggu, 30 September 2018 lalu saya pulang dari Cirebon menaiki kereta api Tegal Ekspress. Perjalanan hari itu menandai ke-72 kalinya saya menaiki kereta api lintas provinsi sepanjang tahun 2017-2018.

Angka 72 tidaklah banyak, saya sangat berharap bisa terus-terusan nyepur sampai tua nanti. Sebagai rasa apresiasi dari perjalanan nyepur itu, melalui tulisan ini saya ingin membagikan daftar lengkap perjalanan kereta api dari Jakarta ke Jogjakarta. Kenapa rute ini yang diulas? Jawabannya karena ini adalah rute yang paling sering saya naiki. Semenjak lulus kuliah, Jogja adalah rumah kedua. Tiap beberapa bulan saya selalu menyempatkan diri untuk pulang barang sejenak. Jawaban keduanya Jakarta-Jogja adalah salah satu rute yang laris manis, terlebih lagi kala akhir pekan dan libur panjang. Jangan coba-coba pesan tiket mepet-mepet, dijamin ludes.

Oleh karena itu, kalau mau ke Jogja, enaknya naik kereta apa ya? Yuk kita kupas 18 kereta api yang datang dan pergi melintasi Yogyakarta. 

KERETA API KELAS EKONOMI PSO (Public Service Obligation)

Perjalanan kereta api juga mirip seperti pesawat, ada kelas-kelasnya. Dulu pada zaman Belanda, kereta api kelas ekonomi adalah kereta yang tarifnya hanya 10% dari tarif kereta kelas I. Setelah Indonesia merdeka, kelas ekonomi pun tetap mendapat tempat di hati masyarakat sebagai transportasi yang murah meriah.

Tapi sayang, murahnya tiket berbanding lurus dengan pelayanan dan fasilitas yang buruk. Sistem pemesanan tiket tidak berfungsi baik. Rumus penumpang adalah siapa cepat dia dapat. Alhasil, sebelum tahun 2011 kita lumrah menjumpai kereta ekonomi yang penuh sesak baik oleh manusia, barang, hingga ternak. Gerbongnya sering tidak karu-karuan, ada penumpang yang duduk di wc, atau bahkan di atap. Dan setiap kali musim mudik lebaran tiba, bisa dibayangkan kacaunya seperti apa.

Tapi itu dulu, kini kereta api telah bertransformasi. “Anda adalah prioritas kami”, itulah motto perusahaan sekarang. Kereta api kelas ekonomi, meski tarifnya tetap jadi yang termurah dibandingkan kelas-kelas lainnya, pelayanannya telah jauh lebih baik. Sekarang, kereta api kelas apapun sudah menggunakan pendingin udara alias AC. Jadi tidak ada lagi istilah kepanasan di dalam kereta.

Kereta api kelas ekonomi PSO adalah kereta api ekonomi yang tarifnya disubsidi oleh pemerintah. Tidak seperti kursi di kelas lainnya yang harganya bisa berbeda-beda meski berada dalam satu rangkaian, kereta ekonomi PSO memiliki tarif yang sama. Mau di mana pun posisi duduknya, entah di gerbong paling awal atau paling bontot, kursi dekat wc atau tengah-tengah, tarifnya tetap sama.

Berikut ini daftar kereta api kelas ekonomi PSO yang melayani perjalanan lintas Jakarta Pasar Senen-Lempuyangan PP:

  • KA Bengawan
    Relasi: Pasar Senen (PSE) – Purwosari (PWS) PP
    Berangkat PSE ke PWS: 11:20
    Berangkat PWS ke PSE: 14:30
     

    Tarif : Rp 74.000,-

Berdasarkan pengalaman saya tiap kali hendak memesan tiket, KA Bengawan adalah kereta yang tiketnya paling cepat ludes. H-2 bulan keberangkatan pun tiketnya sering sudah tak bersisa.

Tujuan akhir KA Bengawan adalah Purwosari di kota Solo. Kereta melintasi jalur selatan, dari Cirebon Prujakan menuju Purwokerto, Lempuyangan, dan stasiun terminusnya adalah Purwosari. KA Bengawan dalam satu rangkaiannya membawa serta 1 kereta bagasi, 1 kereta makan dan pembangkit, 7 kereta ekonomi kapasitas 106 penumpang per gerbong. 

  1. KA Gaya Baru Malam Selatan
    Relasi: Pasar Senen (PSE) – Surabaya Gubeng (SGU) PP
    Berangkat PSE ke SGU: 10.15

Berangkat SGU ke PSE: 12:00

Tarif: 98.000,-

KA Gaya Baru Malam Selatan tujuan akhirnya adalah Surabaya Gubeng. Dari Cirebon Prujakan, kereta api berbelok ke selatan menyusuri jalur Purwokerto menuju Yogyakarta sampai ke tujuan akhir di Surabaya Gubeng. Senada dengan KA Bengawan, KA Gaya Baru Malam Selatan membawa 1 kereta bagasi, 7 kereta ekonomi kapasitas 106 penumpang per gerbong, dan 1 kereta makan plus pembangkit. 

KERETA API KELAS EKONOMI NON-PSO

Di jenis ini hanya terdapat layanan kereta api Progo. Layanan KA Progo sebelumnya termasuk dalam kereta api bersubsidi, hanya sekarang tarif subsidinya telah dicabut. Meski demikian, fasilitas KA Progo sama dengan kereta api PSO, yaitu tempat kapasitas per kereta 106 penumpang dengan konfigurasi tempat duduk ABC-DE yang saling berhadap-hadapan.

  1. KA Progo

Relasi: Pasar Senen (PSE) – Lempuyangan (LPN)
Berangkat PSE ke LPN: 22:20
Berangkat LPN ke PSE: 14:30

Tarif: Rp 120-140 ribu.

KA Progo adalah layanan kereta yang spesial untuk warga Jogja. Tujuan akhirnya adalah stasiun Lempuyangan. Senada dengan KA Bengawan yang cepat ludes, KA Progo pun sama. Buat saya pribadi, KA Progo ini timing-nya pas. Berangkat dari Jakarta di atas jam 10 malam, jadi bisa ke stasiun sehabis jam kerja usai. Berangkat dari Jogjanya pun masih relatif sore, jam setengah tiga. Sebelum hari berganti, sekitar jam setengah 12 malam kereta sudah tiba di Jakarta.

Interior kursi kereta api ekonomi Bengawan, Gaya Baru Malam Selatan, Progo berkonfigurasi 3-2 (ABC-DE) dan saling berhadapan. Penumpang duduk dan tidur dalam posisi tegak.
Suasana kereta ekonomi dalam kondisi penuh (foto diambil di perjalanan KA Matarmaja jurusan Pasar Senen – Malang)
Tidur nyenyak adalah sebuah seni di kereta api ekonomi

KERETA EKONOMI AC PLUS

Kereta jenis ini dilayani oleh tiga KA, yaitu: Bogowonto, Gajahwong, Jaka Tingkir, dan Singasari (dulu Krakatau). Walau sama-sama ekonomi, kereta ekonomi AC plus tidak menggunakan AC split (ac ruangan) seperti kereta ekonomi Progo, Bengawan, dan Gaya Baru. Saat layanan kereta ini diluncurkan, kereta-kereta tersebut belum ber-ac, dan hadirnya layanan KA Bogowonto dan Gajahwong menjadi pelopor kereta ekonomi yang diberi pendingin udara.

Awal pengoperasiannya kereta Bogowonto hanya sampai Kutoarjo. Tapi melihat animo yang tinggi, relasi diperpanjang hingga Lempuyangan. Spesifikasi tempat duduk kereta jenis ini hampir mirip dengan ekonomi biasa, yaitu duduk berhadap-hadapan. Hanya, di sini konfigurasi kursi hanya AB CD, tidak sampai E. Penumpang duduk berdua-dua tapi berhadapan. Lebar gang dalam tiap kereta lebar daripada ekonomi biasa.

  1. KA Bogowonto
    Relasi: Pasar Senen (PSE) – Lempuyangan (LPN)
    Berangkat PSE ke LPN: 21:45
    Berangkat LPN ke PSE: 09:30

Tarif: Rp 150-280 ribu.

  1. KA Gajahwong
    Relasi: Pasar Senen (PSE) – Lempuyangan (LPN)
    Berangkat PSE ke LPN: 06:45
    Berangkat LPN ke PSE: 18:00

Tarif: Rp 150-280 ribu.

Kedua KA ini menggunakan nama dari nama sungai yang ada di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Keduanya memiliki jam berangkat yang saling berlawanan. Kalau Bogowonto berangkat dari Jakarta ke Jogja di malam hari, Gajahwong berangkat ke Jogja di pagi hari. Secara fisik tidak ada perbedaan dalam segi fasilitas rangkaiannya. Pembedanya hanya di waktu pemberangkatan.

  1. KA Jaka Tingkir
    Relasi: Pasar Senen (PSE) – Purwosari (PWS)
    Berangkat PSE ke PWS: 12:00
    Berangkat PWS ke PSE: 18:00

Tarif: Rp 150-280 ribu.

Dari Jakarta, titik terminus perjalanan KA Jaka Tingkir adalah Stasiun Purwosari. Kereta berangkat tepat jam 12 siang dari Pasar Senen. Kelebihannya adalah kita bisa melihat pemandangan dari balik jendela. Kekurangannya, karena kereta ini berangkat siang, untuk orang-orang yang bekerja cukup sulit. Harus izin setengah hari atau cuti.

  1. KA Singasari  

Relasi: Pasar Senen (PSE) – Blitar (BL)
Berangkat PSE ke BL: 12:25
Berangkat BL ke PSE: 06:40

Tarif: Rp 220-300 ribu.

KA Singasari dulunya bernama KA Krakatau, layanan kereta api paling panjang pada waktu itu. KA Krakatau memulai perjalanan dari Stasiun Merak menuju Blitar dengan waktu tempuh di atas 17 jam. Tapi, okupansi KA Krakatau di lintas Pasar Senen sampai Merak sepi penumpang. Akhirnya per 17 Juli 2017 PT. KAI memutuskan layanan KA Krakatau diperpendek, yang semula dari Merak sekarang hanya dari Pasar Senen, pun namanya turut diganti menjadi “Singasari”.

KA Singasari termasuk KA yang cukup banyak stasiun pemberhentiannya. Di lintasan Jakarta-Cirebon, KA Singasari berhenti di Stasiun Bekasi, Karawang, Cikampek, Haurgeulis, Jatibarang, Cirebon. Jumlah pemberhentian itu jauh lebih banyak ketimbang KA Progo yang di lintasan Jakarta-Cirebon (arah YK) hanya berhenti di Stasiun Cirebon Prujakan.

Interior KA Ekonomi Plus (Bogowonto, Gajahwong, Jaka Tingkir, Singasari). Konfigurasi tempat duduk 2-2 (AB-CD) saling berhadapan.

KERETA API KELAS BISNIS

Dulu layanan ini dilayani oleh duet Senja Utama Yogya dan Solo, serta Fajar Utama Yogya. Tapi seiring dengan peremajaan rangkaian, layanan KA Senja Utama Solo telah menanggalkan kelas bisnis menjadi premium. Praktis, layanan KA Bisnis yang masih tersisa hanyalah tinggal fajar dan senja utama YK.

Satu per satu rangkaian bisnis mulai berganti. Termutakhir adalah KA Sawunggalih dan Harina yang menanggalkan kelas bisnisnya ke ekonomi premium.

Nilai tambah dari kelas bisnis adalah:

  • Ruang kaki yang lega
  • Posisi kursi dapat diatur searah dengan laju kereta
  1. KA Fajar Utama Yogyakarta

Relasi: Yogyakarta (YK) – Pasar Senen (PSE)
Berangkat PSE ke YK: 06:15
Berangkat YK ke PSE: 07:00

Tarif: Rp 215-300 ribu.

  1. KA Senja Utama Yogyakarta

Relasi: Pasar Senen (PSE) – Yogyakarta (YK)
Berangkat PSE ke YK: 19:00
Berangkat YK ke PSE: 17:45

Tarif: Rp 215-300 ribu.  

Eksterior KA Kelas Bisnis. Pintunya dicat berwarna abu.
Interior KA Senja Utama Solo keberangkatan 1 November 2016. Saat ini KA Senja Utama Solo tidak lagi menggunakan rangkaian kelas bisnis.

KERETA API KELAS CAMPURAN

Kereta api kelas ini terdiri dari dua kelas dalam satu rangkaian. KA Senja Utama Solo menggunakan rangkaian stainless keluaran 2018, yang dalam satu rangkaiannya terdiri dari kelas eksekutif dan ekonomi premium

  1. KA Senja Utama Solo

Relasi: Pasar Senen (PSE) – Solo Balapan (SLO)
Berangkat PSE ke SLO: 22:00
Berangkat SLO ke PSE: 17:30

Tarif eksekutif: 285-400 ribu
Tarif ekonomi: 210-250 ribu

KERETA API KELAS FULL EKONOMI PREMIUM

Kereta api kelas premium adalah inovasi PT. KAI untuk menghadirkan kereta dengan kenyamanan yang prima buat penumpang. KA premium yang melayani di rute ini adalah Jayakarta Premium dan Mataram Premium. Dulunya KA Jayakarta dan Mataram adalah kereta tambahan yang jalan di kala akhir pekan atau liburan saja, sekarang keduanya sudah menjadi kereta reguler yang berangkat setiap hari.

  1. KA Jayakarta Premium

Relasi: Pasar Senen (PSE) – Surabaya Gubeng (SGU)
Berangkat PSE ke SGU: 13:20
Berangkat SGU ke PSE: 15:00 (Tiba di YK 20:15)

Tarif: Rp 185-300 ribu.

KA Jayakarta Premium menggunakan trainset ekonomi 2017. Liverynya berwarna putih keabu-abuan. KA Premium keluaran 2017 ini merupakan modifikasi dari ekonomi 2016 yang sering dijuluki sebagai “eksekutif ghaib” atau “eksekutif gagal”, sebab di kereta itu jarak antar kursinya dinilai sangat sempit.

Di KA Premium keluaran 2017, jarak antar kursi dibuat sedikit lebih renggang, dan sandaran kursi dapat diturunkan.

  1. KA Mataram Premium

Relasi: Pasar Senen (PSE) – Lempuyangan (LPN)
Berangkat PSE ke LPN: 22:20
Berangkat LPN ke PSE: 14:30

Tarif: Rp 120-140 ribu.

Nyaman duduk di KA kelas premium.

KERETA API KELAS EKSEKUTIF DAN ARGO

Jika dilihat sekilas, tampilan interior KA Ekonomi Premium hampir sama bagusnya dengan KA Eksekutif. Namun, ada kelebihan KA Eksekutif yang tidak dimiliki oleh kereta lainnya.

Pertama, kapasitas penumpang di KA eksekutif hanya 50 orang per kereta (gerbong). Dan, di kereta eksekutif tersedia “kursi jomblo”, alias kursi yang yang tidak ada sebelahnya. Letak kursi ini ada di kedua ujung dekat pintu.

Kedua, jarak antar tempat duduk lumayan lega. Lutut penumpang tidak akan menempel ke kursi di depannya.

Ketiga, di kereta kelas terbaru, kursi juga dilengkapi dengan meja lipat.

Keempat, untuk layanan kereta yang berangkat di malam hari, diberikan fasilitas berupa selimut. Bantal sudah tersedia di masing-masing kursi.  

  1. KA Bima

Relasi: Gambir (GMR) – Malang (ML) via Surabaya Gubeng (SGU)
Berangkat GMR ke ML: 16:30
Berangkat ML ke GMR: 14:25

Tarif: Rp 310-390 ribu.

  1. KA Taksaka Pagi

Relasi: Gambir (GMR) – Yogyakarta (YK)
Berangkat GMR ke YK: 08:30
Berangkat YK ke GMR: 08:00

Tarif: Rp 260-350 ribu.

  1. KA Taksaka Malam

Relasi: Gambir (GMR) – Yogyakarta (YK)
Berangkat GMR ke YK: 20:45
Berangkat YK ke GMR: 20:00

Tarif: Rp 260-350 ribu.

  1. KA Argo Lawu

Relasi: Gambir (GMR) – Solo Balapan (SLO)
Berangkat GMR ke SLO: 20:15
Berangkat SLO ke GMR: 08:00

Tarif: Rp 285-380 ribu

  1. KA Argo Dwipangga

Relasi: Gambir (GMR) – Solo Balapan (SLO)
Berangkat GMR ke SLO: 08:00
Berangkat SLO ke GMR: 20:00

Tarif: Rp 285-380 ribu

  1. KA Gajayana

Relasi: Gambir (GMR) – Malang (ML) via Blitar (BL)
Berangkat GMR ke ML: 17:40
Berangkat ML ke GMR: 13:30

Tarif: Rp 310-390 ribu.

Eksterior KA Bima yang menggunakan rangkaian eksekutif produksi 2016.
Interior KA Bima. KA Argo Dwipangga, Gajayana, dan Argo Lawu memiliki interior serupa.
Interior KA Eksekutif 2018, kursi berwarna biru muda. Di lintas Yogya-Jakarta, KA Taksaka menggunakan rangkaian eksekutif 2018.

Kiranya 18 kereta yang sudah disebutkan di sini bisa menolongmu menentukan pilihan mau pergi ke Jogja naik apa. Yang jelas, karena Jogja adalah kota yang istimewa, maka perjalananmu ke sana pun tentu haruslah istimewa. Pilihlah transportasi yang aman, nyaman, dan juga kamu sukai. Niscaya perjalananmu ke Jogja kan terkenang jadi kenangan manis, semanis madu murni dari gunung~

*Catatan Penting:
1. Harga yang tertera di masing-masing kereta api dapat berubah tergantung waktu dan kebijakan PT. KAI.
2. Jadwal dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu dari PT. KAI.
3. Untuk memastikan kepastian harga dan jadwal sesuai dengan rencana keberangkatan, silakan langsung mengakses kai.id 

Salam nyepur!

4 respons untuk ‘Mau Ke Jogja Naik Kereta? Ini Daftar Lengkap 18 Kereta Api Jurusan Jakarta-Jogja PP

  1. Pernah bolak balik Jakarta – Jogja buat anter temen satu SMA yang ujian tulis UGM (+ jalan jalan) – pergi naik Gaya Baru MS, pulang naik Bengawan (maklum masih siswa lol).

    Perjalanannya memang gak senyaman eksekutif (walaupun aku sebenarnya bisa beli tiketnya), tapi rasa kesetiakawanannya … Kental sekali sampai tak bisa kulupakan.
    Bagi – bagi makanan, foto bareng (masih satu blok tempat duduk jadi bisa), seru pokoknya 🙂
    Dan syukurnya lagi, cita cita temen aku yang mau kuliah di UGM terwujud 😀

    1. Hehee. Betul mas, kereta ekonomi dari kenyamanan memang kurang, tapi kadang dia punya kenikmatan lebih dalam perjalanan. Posisi duduk yang berhadap-hadapan lebih asyik buat ngobrol, apalagi kalau perginya bareng teman :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s