Drama Menyebalkan di Atas Kereta Api

31 pemikiran pada “Drama Menyebalkan di Atas Kereta Api”

  1. Kalau pengalaman saya, entah ini disebut menyebalkan atau ketakutan adalah saat naik KA lokal Bandung-Cicalengka sekitar tahun 2009 silam. Kereta lokal saat itu dipenuhi suporter bola, dan sepanjang melewati jalur KA Cikuda pateuh – Gede bage, kereta dilempari batu dan botol kemasan minuman oleh warga sepanjang jalur tersebut, karena kesal dengan tingkah para supoter yang suka bikin resah. Horor sekali waktu itu. Pengen nangis rasanya. Untunglah sekarang PT. KAI sudah berbenah jauh lebih baik dari waktu itu. Semakin tertib dan nyaman naik kereta, sekalipun itu KA lokal. 😊

    1. Duh, itu mah lebih dari menyebalkan mbak, mengerikan! Syukurlah ndak kenapa-napa ya mbak.

      Kereta Cicalengka-Padalarang itu ngeri-ngeri sedap. Dulu aku sering naik tanpa tiket dari Garuda (St. Andir) ke Ciroyom, nunut di gerbong paling ekornya.

      Pernah juga suatu ketika saat naik kereta itu dari Bandung ke Cimahi, temanku hapenya dicopet saat kereta berhenti di Cimindi. Nangis sejadi-jadinya karena itu hape bapaknya, dan aku ikutan panik karena aku yang ngajak dia naik kereta itu hahaha.

      Syukurlah kereta telah banyak berbenah diri.
      Tinggal penumpangnya juga berbenah attitude nih.

      1. Iya, itu adalah pengalaman naik kereta paling mengerikan. Semoga tidak mengalami hal serupa lagi.

        Haha.. Sepertinya, siapapun yang pernah naik KA lokal Cicalengka-Padalarang pasti mengalami pengalaman tidak mengenakkan ya.

        Syukurnya, sekarang KA lokal Padalarang-Cicalengka jauh lebih baik dari segala segi. Tahun-tahun pertama pembenahan, diberlakukan tiket dengan nomor tempat duduk, tapi seperti mas Ary bilang, masyarakat kita belum sepenuhnya paham bagaimana aturan itu ditaati bukan untuk dilanggar. Akhirnya, sistemnya berganti lagi jadi tanpa nomor tempat duduk, daripada banyak penumpang yang berantem didalam kereta kali ya. Hahaha..

      2. Iyes. Mungkin untuk kereta lokal seperti Pdlarang Cicalengka perihal tempat duduk ndak jadi masalah karena perjalanan cuma 1-2 jam saja :))

        Btw pernah coba naik Lokal Cibatu?

      3. Iya.. perjalanan 1-2 jam abis sama berantem kalo pake nomor tempat duduk. Hahha..

        Pernah tapi belum pernah sampai stasiun Cibatu. Hanya sampai Cicalengka saja. Mas Ary pernah naik KA Cibatu? Ada pengalaman menarik apa nih? 😁

      4. Belum pernah hahahaha
        Pernahnya naik Baraya Geulis yang sekarang sudah almarhum.

        Pengen main naik itu, turun di Cibatu lalu motret2 di sana. Tp sedihnya, waktunya gak ada wkwkwk

      5. Ah iya, Baraya Geulis. Kereta lokal yang lumayan nyaman dan bikin betah. Kenapa sekarang ditiadakan ya?

        Mungkin saat pulang ke Bandung, bisa disempatkan explore kereta arah Cibatu mas. 😀

      6. Sepertinya mengikuti jejak layanan kereta komuter yang memberlakukan sistem kereta satu kelas.

        Dulu baraya kan dianggapnya kelas patas, yang cuma berhenti di Cimahi – Bdg – Kircon – Rancaekek – Cicalengka. Kalau sekarang di semuanya berhenti kan yaa

    1. Duh, pertanyaan yang sulit.
      Bisa jadi keduanya sih, karena kadang orang selalu mikirnya tentang dirinya sendiri. Apa yang enak buat dia, itu yang dia lakukan, meski itu jelas-jelas merugikan orang lain.

  2. pengin mencicipi pengalaman naik ka.ekonomi dari pwt ke jakarta tapi pas lihat jadwalnya, durasi perjalanannya lama juga ternyata, takut bosan gitu hehehe selain itu lokasi stasiun dari rumah yang jauh jadi mikir nyari tiket sesuai jam yang pas.
    oya semboyan 35 itu artinya apa ya?

    1. Kalau dari PWT ke Jakarta sebenarnya cepat mas, cuma 5 jam. Tapi itu kalau naik kereta yang via Cirebon.

      Kalau naik Serayu yang harganya 67 ribu, itu waktu tempuhnya 12 jam karena dia muter lewat Bandung hahaha. Punggung pegal pasti dijamin.

      Semboyan 35 itu adalah semboyan suara mas. Itu kode yang diberikan saat kereta siap diberangkatkan. Biasanya petugas stasiun akan meniup peluit panjang sambil menunjukkan bulatan atau papan berwarna hijau. Artinya, kereta dipersilakan melaju.

      1. iya yang lewat cirebon emang cepat sih, mending lah daripada naik bus atau travel yang lama dan bokong rasanya pegal.
        yang belum nyoba ya yang itu Serayu hehehe, nasib rumah jauh dari stasiun, lebih milih jadwal yang agak siang pas berangkatnya.

  3. saya pernah mengalami 2 kejadian seperti di atas.

    kejadian pertama, seorang pemuda menempati kursi yang semestinya saya duduki. setelah saya tanyakan, beliau meminta maaf dan memohon saya untuk duduk di kursi tersebut agar bisa bersebelahan duduk dengan ibunya. tentu saya tanpa pikir panjang, mempersilakan dengan senang hati, anak laki-laki yang dekat dengan ibunya adalah momen yang sakral.

    kejadian kedua, mirip dengan kejadian yang diceritakan di atas, ingin rasanya protes dan mengadu ke petugas, tapi akhirnya memilih mengalah tapi dengan catatan saya masih leluasa mengakses stop kontak dan alhamdulillah bisa terkondisikan.

    1. Hehehe. Kalau yg seperti itu memang kita sukar menolak ya mas.

      Selagi memang keadaannya mendesak, tukar tempat duduk bisa dimaklumi. Tapi kalau alasannya cuma sekadar ingin enak sendiri, ini yang menyebalkan.

  4. Ada… pertama kalinya naik kereta api Jawa..
    Aku kebagian kursi paling buncit.. lupa nomornya.. tapi itu kursi yg serba salah, ngadep belakang adu dengkul dengan penumpang lain, ngadep depan adu dengkul dengan dinding kereta..
    Nah.. saya sebetulnya lebih pewe adu dengkul dengan penumpang lain.. eh sebelah saya malah keukeuh memutar kursi itu.. nah.. jadilah space duduknya sempit..
    Udah gitu.. doi malah pergi..ninggalin saya yg mati gaya selama 9 jam ngga bisa merem.. arrrrggghhh

    1. Wkwkkwkwkwk. Aku jg pernah naik itu. Tahun 2013 naik Lodaya dari Bdg ke Jogja, dpet kursi zonk yg ngadep dinding. Dengkul nempel dan pegelnya tiada terkira hahaha

      Tp skrg yg sperti itu mulai jarang terjadi kalau kita naik kereta yg pakai gerbong baru ehehehe

  5. Mas kalo Jayakarta Premium kursi 3A gimana ya? Posisi menuju ke arah Barat. Baru pertama kali coba kereta ini soalnya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s