BPK Kawal Harta Negara, Kita Pun Yakin!

Pernahkah terpikirkan dari mana sebagian besar keuangan sebuah negara berasal?

Jawabannya tentu ada banyak. Keuangan sebuah negara bisa didapat dari kegiatan ekspor, impor, pengelolaan sumber daya alam, dan tentunya yang paling besar adalah dari pajak.

Pada tahun 2017 lalu, pemerintah Indonesia berhasil menerima pendapatan dari pajak sebesar 1,5 kuadriliun Rupiah. Angka yang sangat besar! Tapi, uang dengan jumlah sedemikian besar tersebut bukanlah uang yang bersifat statis alias hanya didiamkan saja. Uang yang dibayarkan kepada negara dalam bentuk pajak tersebut akan digunakan kembali oleh negara untuk membangun infrastruktur, membiayai belanja rutin, dan tentunya untuk kesejahteraan rakyat.

Nah, dengan jumlah penerimaan negara sebesar itu, tentu ada titik rawan di mana praktik korupsi bisa saja terjadi. Memang, permasalahan korupsi adalah permasalahan yang pelik yang terjadi tak hanya di Indonesia, tapi juga di banyak negara lainnya. Namun, kita patut bersyukur karena saat ini Indonesia sedang bergulat serius untuk mengentaskan praktik korupsi. Pada 2017 lalu, indeks persepsi korupsi (IPK) di Indonesia berada di peringkat ke-3 se-Asean. Artinya, usaha Indonesia dalam memberangus korupsi terus bergerak ke arah yang lebih maju.

Untuk mengawasi bagaimana uang negara tersebut digunakan, negara memiliki sebuah lembaga yang bernama Badan Pemeriksaan Keuangan atau kerap disingkat dengan BPK. Sesuai dengan Undang-undang Dasar 1945 pasal 23E, BPK hadir untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan suatu negara yang bebas dan mandiri. Hasil pemeriksaan dari BPK Kemudian akan diserahkan kepada lembaga legislatif yang kemudian akan ditindaklanjuti.

Pertanyaannya, bagaimana cara BPK mengawasi pengunaan uang yang jumlahnya sangat besar tersebut? Apalagi Indonesia adalah negara yang besar, tentu kebutuhan keuangannya pun besar. Secara garis besar, alur kerja BPK terdiri dari empat tahap, yaitu:

Pertama, BPK akan melakukan pemeriksaan keuangan negara. Di tahap ini, BPK akan mengidentifikasi masalah, menganalisis, dan juga memberikan evaluasi terhadap lembaga negara. Objek yang diperiksa oleh BPK adalah laporan keuangan juga kinerja para pekerja di lembaga tersebut.

Pemeriksaan dilakukan di dalam tempat penyimpanan uang dan barang milik negara, di tempat pelaksanaan kegiatan, pembukuan dan tata usaha keuangan negara, serta pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen lainnya.

Di tahap ini, tim BPK tentu akan melakukan penyelidikan dengan sangat teliti. Jadi, bagi mereka yang memiliki niatan untuk melakukan korupsi seharusnya segera mengurungkan niatannya.

Kedua, hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada lembaga legislatif negara yang terdiiri dari DPR, DPRD, dan DPD.

Ketiga, apabila terbukti ada tindakan pidana seperti penyelewengan uang, maka BPK memiliki kewajiban untuk melaporkannya kepada aparat penegak hukum. Unsur pidana korupsi adalah perbuatan yang memperkaya orang lain, korporasi, seara melawan hukum. Serta tidakan yang menguntungkan diri, orang lain, korporasi dengan cara menyalahgunakan wewenang, kesempatan, atau sarana karena jabatan atau kedudukan.

Keempat, setelah semua proses dilakukan, tugas BPK selanjutnya adalah memantau proses

Dalam melaksanakan tugasnya ini, BPK memegang nilai Independensi, Integritas, dan Profesionalisme. Independen berarti BPK tidak dipengaruhi oleh-oleh lembaga-lembaga lain yang dapat melemahkan tugas dan tanggung jawab dari BPK. Integritas berarti BPK selalu mengedepankan sikap jujur, objektif, dan tegas dalam setiap tindakan yang dilakukan. Dan terakhir, profesionalisme berarti BPK menerapkan prinsip ketelitian dan selalu mengikuti standar yang berlaku.

Sebagai warga negara Indonesia yang membayar pajak, dulu pernah bertanya-tanya akan bagaimana negara dapat bertanggung jawab mengelola uang sebanyak itu. Namun, setelah saya mengetahui lebih detail tentang peranan BPK, di sinilah saya merasa yakin bahwa negara kita sedang melaksanakan tanggung jawab mengelola keuangannya dengan baik.

Kehadiran BPK sebagai lembaga yang kredibel ini bahkan sampai dilirik juga oleh dunia internasional. Pada 2016 lalu, BPK dipercaya untuk memeriksa badan atom nuklir internasional atau IAEA yang bermarkas di Wina, Austria. Salah satu pencapaian ini tentu adalah bukti bahwa BPK sebagai lembaga yang mengawal harta negara adalah sebuah lembaga yang menjalankan fungsinya sesuai standar.

Ke depannya, kita tentu yakin bahwa INdonesia akan terus maju, mandiri, dan bertanggung jawab mengelola setiap Rupiah demi kesejahteraan bersama. BPK Kawal Harta Negara, Indonesia maju!

Referensi:

http://www.bpk.go.id/assets/files/storage/2017/12/file_storage_1512639232.pdf

https://www.cermati.com/artikel/manfaat-pajak-bagi-masyarakat-dan-negara

https://beritabali.com/read/2017/02/16/201702160017/Selain-Jadi-Auditor-IAEA-Ini-Prestasi-Lain-BPK-RI.html

 

14 respons untuk ‘BPK Kawal Harta Negara, Kita Pun Yakin!

  1. “Indonesia berhasil menerima pendapatan dari pajak sebesar 1,5 kuadriliun Rupiah” aduh berapa itu ya? banyak banget kayaknya pendapatan negara ini dari pajak mas. Duit sebanyak itu kalo gak dikelola dengan baik jadi ladang basah bagi koruptor

  2. Yups! Kita harus yakin bahwa indonesia bakal terus maju, mandiri, dan bertanggung jawab mengelola setiap keuangan Negara demi kesejahteraan masyarakatnya.

  3. KABAR BAIK

    Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s