Pantai Aston, Spot Ciamik Nikmati Senja di Anyer

Pantai bukanlah tempat yang asing saya kunjungi. Jika ada waktu luang, biasanya saya akan memilih pantai sebagai destinasi, entah untuk bermain basah-basahan, atau sekadar duduk diam diterpa angin dan menikmati senja.

Jumat kemarin adalah kali pertama saya singgah di Anyer, sebuah kawasan pantai yang mungkin namanya tidak asing di kalangan warga Jakarta. Sangat mudah untuk mencapai kawasan Anyer. Dari Jakarta, tinggal melaju melewati jalan tol Jakarta – Merak sejauh kurang lebih 90 kilometer, keluar di gerbang tol Cilegon Timur, kemudian dilanjutkan dengan melintasi jalan provinsi ke arah selatan sejauh sekitar 30 kilometer. Jika dikalkulasikan dalam menit, jarak tempuhnya sekitar dua hingga tiga jam saja, jauh lebih singkat dibandingkan dengan Pantai Pangandaran di selatan Jawa Barat yang butuh sekitar 7 jam untuk mencapainya.

Sebagai orang yang dulu pernah tinggal di Jogja dan sering mampir ke pantai-pantai di Gunungkidul yang airnya jernih dan pasirnya putih, menurut saya pantai-pantai di Anyer cukup oke lah pemandangannya. Di beberapa lokasi, airnya jernih, deburan ombaknya menciptakan gulungan air berwarna putih, tak seperti deburan ombak di kawasan Teluk Jakarta yang berwarna hitam dan beraroma tak sedap.

Ketika mobil yang saya tumpangi mulai memasuki Jalan Raya Anyer, pabrik-pabrik besar berderet di kanan dan kiri jalan. Di belakang pabrik-pabrik itu sudah terlihat lautan yang warna airnya hijau tosca. Melaju lebih jauh, aneka jenis penginapan mulai menjadi pemandangan di kanan dan kiri jalan. Ada hotel yang mahal, juga ada penginapan-penginapan murah. Saya menepi di Hotel Aston karena hotel inilah yang akan menjadi tempat dilaksanakannya acara outing tahunan yang digelar oleh kantor.

Kolam renang di Hotel Aston Anyer

Serasa pantai privat

Dari bagian depan, sekilas tak ada yang spesial dari Hotel Aston, hanya sebuah gedung lima lantai yang dihiasi oleh jendela-jendela besar. Tapi, saat melangkahkan kaki ke dalamnya, di balik gedung tersebut terdapat sebuah pantai yang ukurannya tidak terlalu besar, tapi menarik. Pantainya agak berkarang, airnya jernih, pasirnya putih, dan posisinya tepat menghadap ke arah barat, sangat pas untuk menatap prosesi Sang Surya kembali ke peraduan.

Saya tidak tahu apa nama asli pantai ini, namun karena lokasinya yang terletak di belakang hotel Aston, saya menamainya sebagai Pantai Aston. Lalu, karena posisi pantai ini tidak terlihat dari pinggir jalan, pantai ini seolah-olah menjadi pantai privat milik hotel Aston, padahal di samping gedung terdapat sebuah gang sempit yang bisa dijadikan akses masuk oleh pengunjung non-tamu hotel yang ingin menikmatinya.

Lokasinya yang tersembunyi ini menurut saya menjadikan Pantai Aston memiliki poin plus dibandingkan pantai-pantai lain di kawasan Anyer. Sebelum tiba di Pantai Aston, saya pernah singgah di Pantai Marbella yang suasananya riuh. Lapak-lapak jualan memenuhi sepanjang garis pantai, juga sepeda motor dan ATV hilir mudik. Rasanya lebih seperti pasar daripada pantai. Bayangkan jika datang ke pantai yang isinya bejubel oleh manusia, tentu kesyahduan pantainya hilang. Alih-alih ingin mendengar debur ombak yang merdu, bisa-bisa kita malah dongkol karena keriuhan yang ditimbulkan oleh orang-orang tersebut.

Saya tersenyum bahagia karena Pantai Aston jauh lebih sepi daripada pantai sebelumnya yang saya singgahi. Menjelang pukul setengah enam, saya melihat tak ada orang di pantai. Segera saya mengambil kamera dan menanti detik-detik ketika langit berubah menjadi jingga. Selama beberapa menit inilah suasana terasa begitu nyaman. Sementara cahaya di angkasa semakin meredup, angin dari lautan berhembus tanpa henti menerpa badan. Bagi seorang melow, suasana ini begitu sempurna, begitu nyaman untuk jiwa yang stres dengan kehidupan di ibukota.

Matahari semakin condong ke barat, semburat jingganya terlihat jelas di belakang sebuah dermaga kayu yang dibangun menjorok ke pantai. Di momen ini, saya mengambil beberapa jepretan gambar, kemudian menutup mata sejenak dan membiarkan nuansa senja merasuk ke dalam diri. Ah, memang benar apa kata pepatah, “Senja itu selalu memikat!”.

Di satu sisi, sungguh baik jika orang-orang yang datang ke Anyer bisa juga menikmati senja di tempat ini. Tapi, di satu sisi saya berasa tak ikhlas apabila kedatangan banyak orang malah mengusik ketenangan senja. 

Jika ingin mencoba menikmati senja yang teduh, bolehlah sekali-kali singgah ke Pantai Aston.


 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s